13 Komentar

Ketika Rindu Puisi

Meskipun aku suka menulis puisi bukan berarti setiap saat bisa berpuisi. Bukan pula setiap bersitan bayang mewujud puisi. Bahkan tak jarang pula hasrat begitu menggebu untuk menarikan jemari menata huruf-huruf menjadi jalinan puisi, tapi mampat tak dapat ide. Mungkin ini juga terjadi pada penulis yang lain.

Anehnya pula ketika suntuk dengan berbagai kesibukan di sekolah, justru saat-saat seperti itulah rindu akan puisi. Ingin corat-coret entah beberapa baris entah seberapa bait. Seperti puisi kemaren tentang menyapa rindu itu justru saya tuliskan ketika suntuk ditumpukan kesibukan akhir semester. Dan juga beberapa buah puisi justru lahir saat-saat jemu menunggu suatu kegiatan, maka corat coret jadilah sebuah puisi.

Kalau hal seperti itu yang muncul benar-benar sebuah keberuntungan. Namun saying keberuntungan macam itu tak bisa dijadikan andalan. Maka tak jarang pula berhari-hari ingin berpuisi mentok sana mentok sini. Alhasil kosong melompong, dan sempat beberapa lama blog ini terbengkalai. Dan terima kasih kepada sobat semua yang masih berkenan barang sejenak menengok meskipun nyaris tanpa hidangan yang baru.

Maka, untuk menjaga agar tidak benar-benar hilang kemampuanku untuk berpuisi, akhirnya kuputuskan berlangganan horizon. Meski tak ada jaminan diterima langsung dibaca, bahkan ada yang berbulan-bulan dari kubaca. Cara lain yang kutempuh adalah sesekali beranjangsana ke Aliansi Penyair Timur, sebuah groupnya para penyair di FB. Disana ada berbagai macam tipe puisi yang bisa kunikmati dan sesekali tersentil pula kemudian untuk membuat puisi. Mungkin saja idenya dari situ tapi isinya berbeda sama sekali. Itu pasti.

Atau pula sesekali mencoba membaca kembali puisi-puisi usang yang pernah kuguratkan baik di blog maupun di buku kecil yang kupunya. Atau pula memilih membaca novel usang supaya tidak terlalu rapi di rak buku. Agar ada perubahan posisi atau syukur-syukur bisa memunculkan ide membuat ulasan seperti Negeri Senja, Gajah Mada, Orang-orang Proyek, Peluru ini Untuk Siapa dan masih banyak lagi yang akan bikin capek kalau kutuliskan semua.

Nah itulah sobat yang aku lakukan ketika rindu pada puisi, agar bisa tetap berinteraksi dengan puisi dan semoga tetap setia pada puisi.

sekedar uneg-uneg di ambang senja teringat negeri senja tetap setia di kampung manis 17:10, Rabu, 18/12/2013

13 comments on “Ketika Rindu Puisi

  1. Saya tidak punya waktu khusus untuk buat puisi, biasanya lahir begitu saja, apalagi kalau sedang galau😀
    ————-=============—————–

      tiap orang memiliki cara tersendiri untuk menemukan ide dalam menulis, jadi cara yang mungkin saja berbeda dengan caranya Risma

  2. ajarkan blue berpuisi y mas……….hehhe
    salam hangat dari blue
    ————-============———–
    ada-ada aja blue

  3. Wah, sebenarnya anugerah sekali lho pak punya kemampuan membuat puisi. Kalau saya pribadi sangat lemah dengan hal tersebut. Hanya bisa menulis hal yang memang sekiranya merupakan peristiwa dalam hidup saya. Selebihnya kurang tapi bisa😦
    ——-=============—————-
    saya suka baca puisi dari kecil, pingin banget bisa nulis puisi sempat pula ga pede, lama-lama nekad saja

  4. nulis biasapun keknya tetap ada bau bau puitisnya pak…
    pintar berpuisi=romantis. betul nggak¿
    ——–============————-

      mungkin karena kebiasaan baca puisi, dan suka pula karya sastra lainnya yang bergaya bahasa puitis sehingga terbiasa menulis yang agak-agak puitis, tentang berpuisi = romantis aku tak tahu jawabnya

  5. kadang saat terlintas larikan kata… kutulis & kusimpan di HP agar tak terlupa…. saat senggang dibuka, dibaca lagi… kadang2 bisa diteruskan tapi sering juga berhenti di situ saja..haha….
    ————-==============————

      wah, sayang banget kalau kemudian hanya berhenti disitu saja tak berkelanjutan menjadi sebuah karya yang jadi, sepertinya perlu sesekali melongok kembali tulisan-tulisan yang tak selesai itu ya, kadang pun saya juga mengalaminya

  6. Puisi dulu suka ikut lomba baca puisi doang… kalau nulis..pernah nyoba jaman duluuuuu banget ,Pak..tapi kayanya nggak jago jago tuh..sampai akhirnya semakin ngga bisa he he.

    Ayo Pak.. mumpung minat muncul lagi..
    ——–===========————-

      kalau untuk baca saya nyerah deh, meskipun pernah juga beberapa kali kesempatan diminta untuk menjadi juri baca puisi, ini malah jauh lebih menegangkan dan melelahkan, lebih berat dari pada mengoreksi ulangan anak-anak yang 12 kelas sekalipun.
      iya benar mba mumpung minat sedang oke dilanjut nulisnya

  7. Baca puisi lumayan suka, tapi kalau menulis puisi, sama sekali tidak berbakat😦
    Ide kadang datang disaat tak terduga.
    eh Puisi-puisinya sangat bagus-bagus. Sukses.
    —————-==============————-

      baca puisi? kalau baca dalam diam oke, tapi kalau baca untuk didengarkan nanti dulu
      ide memang sering datang tak terduga, namun kadang pula dicari dulu hingga ke celah-celah buku
      terima kasih atas apresiasi puisi-puisi saya

  8. dulu suka banget nulis puisi mas, skrg sdh lama nih belum bisa nulis lagi
    ———-===============————

    berarti bisa dicoba lagi nih mba

    • iya mas, Cuma belum pede saja, perlu belajar nih dr kamu buat nulis puisi lagi mas
      ———=============-

        kalau belajar nulis puisi dari aku, malah aku yang malu mba, ga bakat mengajari orang untuk nulis puisi

  9. Saya kalau lagi sibuk malah seringnya mentok ga pengen nulis apa2. Cape.. tapi senang membaca tulisan
    —————================———————–

      masing-masing orang memiliki cara sendiri dalam mengatasi kesumpekan, bagi saya ketika sumpek saat itulah rindu pada puisi sering muncul

  10. Maaf Mas komennya kebanyakan tipo…:)
    ——–=============————-

      tipo?

  11. Menulis puisi ini sdh jadi hobi ya, Mas. Kalau untuk hobi kapanpun kita akan ketemu waktu yg tepat ya?
    ————-===============————

      bahkan pernah bercita-cita untuk menjadi penyair waktu kecilnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: