18 Komentar

Masih di batas hujan

Mungkin ini kejadian yang langka. Sangat jarang kita temukan berkali-kali. Dan saya yakin kisah ini tak ada duanya. Saya berkali-kali menemukan batas ini, di area yang sama, dalam radius yang tak begitu jauh. Bahkan sebagai rumah bersama, batas ini sering kami jumpai masih dalam rumah yang sama.

Ya, sekali lagi ini tentang batas hujan. Batas yang membedakan daerah yang diguyur hujan dengan daerah bersih tanpa setetes air hujan.

Ada dua kisah yang sangat jelas bagi saya pribadi, karena pas berada di TKP.

Kisah pertama ketika masih ngantor di Humas sebagai kru media, untuk istirahat siang naik motor. Baru perjalanan sekitar 5 meter disambut oleh hujan. Tengok ke belakang ternyata masih ada sinar matahari tanpa rintik-rintik sama sekali. Berawal dari bimbang akhirnya balik lagi ke kantor. Ditunggu sampai reda, maka batas itu semakin jelas. Di sebelah utara jalan aspal kelihatan basah, sedangkan sebelah selatan masih sangat jelas aspal itu kering, bahkan meski tipis sinar matahari masih terlihat jelas.

Mungkin banyak di antara teman-teman di pesantren yang tidak tahu atau mungkin tidak memperhatikan kejadian ini. Apalagi kalau posisinya jauh dari kantorku kemungkinan besar tidak mengetahui fenomena unik ini. Mungkin yang akan merasakan keheranan adalah santri putrid atau yang mengajar di putri, ketika mau masuk kelas merasakan adanya perbedaan. Santri di area masjid dan tempat makan pasti ikut terguyur hujan, tetapi area kelas masih tetap kering.

Kisah yang kedua, pembagi lebih luas. Kejadiannya setelah saya belum lama ini. Jadi aku sudah posisi yang sekarang. Kantornya semakin ke utara, jauh dari kantor Humas juga jauh dari kelasnya santri putri. Tempatnya dekat pintu gerbang masuk pesantren.

Awalnya, hanya mendengar gerimis tipis. Teringat cucian di rumah yang harus segera diangkat, maka aku lari ke motor. Tidak memperhatikan perbedaan hujan yang terjadi. Kutekan gas agar sampai di rumah, tapi baru sekira 400 meter, laju motor terhenti. Ternyata hujannya sudah deras, terpaksalah pakai jas hujan untuk bisa melanjutkan perjalanan. Sampai di rumah Alhamdulillah, cucian sudah diamankan sama ortu. Hujanpun sedikit reda. Setidaknya bisa makan siang sebentar, lumayan.

Sekembalinya ke kantor itulah baru terasa keunikannya. Berangkat dari rumah masih bersama gerimis. Semakin dekat ke kantor semakin reda. Dan sampai di jembatan kira-kira 200 meter dari kantor, Nampak adanya perbedaan. Di sebelah utara Nampak bekas hujan yang sangat deras sebaliknya sebelah selatan semakin tipis saja bekasnya. Lebih mengherankan lagi sebelah selatan kantor, malah tidak ada bekas hujan sama sekali, hanya sedikit mendung saja.

Kedua kejadian tersebut hanyalah sepenggal kejadian yang seringkali kualami merasai langsung tempat-tempat batas hujan.

18 comments on “Masih di batas hujan

  1. saya malah pernah dikejar-kejar sama batas hujan ini
    di tempat saya masih kering tapi hujannya datang kearah saya
    tapi saya tetep kalah 😛
    ————===============———–

      sangat susah melawan derasnya hujan, karena memang hujan bukanlah kita yang mengendalikan

  2. batas hujan itu mengingatkan pada sepotong kenangan masa lalu, setiap melintas selalu saja hujan telah pergi.
    ————-===================————

      bisa jadi postingan nih Berkejaran dengan Hujan

  3. Hujan itu kenangan…. Aku jadi ingat akan lirik sebuah lagu
    Yang hujan turun lagi di bawah payung hitam ku berlindung basah tubuh ini basah rambut ini kau hapus dengan sapu tangan mu……
    —–=========————–

      penggemar lagu ciptannya Obi Mesak ya, manteplah

  4. ya sayapun pernah mengalami hal tersebut dengan jarak yang tak sampai 5m setelah berbasah basah hujan, didepannya kering kerontang..

    pernah sudah basah kuyup eh ternyata di jarak yang tak jauh kering,jadi malu sendiri 😀

    subhanallah sungguhlah Allah maha segalaNya yang terakdang jika dipikir kok bisa ya?
    ————-==============————–

      kalau saya cuek saja, memang kenyataannya kita yang kehujanan, dan itu di daerah saya sudah menjadi hal yang biasa, paling orang melihat cuma sebentar

  5. saya juga sering ngeliat batas hujan di danau,,,ada bagian danau yang terkena hujan dan ada bagian danau yg masih tersinar matahari…. ^_^
    —————-=================—————-

      di danau? subhanallah, pastinya pemandangan yang sangat indah

  6. Sya juga terkadang suka mengalami hal serupa ini, jadinya bolak-balik pakai jas hujannya..

  7. Jangan2 presidennya beda tuh antara dua tempat itu :mrgreen:
    ——-===============——————-

      mmmmmmmmmmmmm aku tidak tahu

  8. iya itulah keanehan2 pas ujan. klo apes ya jadi malu sendiri. sering aku brukut kaya astronot yg lain ee gak ple opo2… arep dicoplok males.
    —————=====================——-

      kalau ga cuek, jadinya nanti grogi mending cuek saja toh kita yang mengalami bukan mereka

  9. judul tulisannya unik2..salam kenal *kunjungan balik 😀
    ————-==============—————–

      terima kasih, salam kembali

  10. Saya pernah mengalami seperti itu mas.. Separo ujan, separonya lagi enggak.. Padahal berdekatan..
    —————-==============————–

      disana terjadi juga ya, mungkin kita yang ditakdirkan untuk merasakan dua-duanya sekaligus ya

  11. Pernah mengalami juga. Apalagi kalau pas batasnya jelas, yang satu deras yang satunya lagi terang, jadi merasa penasaran juga …
    ————–=========———

      asyik juga kalau kita mengamati, apalagi kalau ditambah adanya pelangi

  12. ya Pak Narno, saya juga pernah mengalami beberapa kali. Seneng banget biasanya kalau pas berada di tempaty kejadian he he
    ————-=================————

      bisa diabadikan dalam bentuk lukisan atau dalam bentuk puisi, atau yang lainnya

  13. Menikmati postingan dan komen sahabat nampaknya berlaku global ya Pak. batas hujan yang tegas tanpa gradasi babar blas. semakin patuh pada pepatah sedia payung sebelum hujan. Salam
    ————–================———

      betul bu, memang berlaku global, namun sangat jarang yang menemukan tepat di depan kantornya sendiri seperti apa yang saya alami ini

  14. Di Bogor tempat tinggal saya kini, hal seperti itu sering terjadi bahkan di jalan KH Sholeh Iskandar yang 2 jalur pernah terjadi kirinya diguyur hujan kanannya masih kering. Bahkan pernah suatu ketika terjadi saat saya mau ngajar sore hari dari rumah hujan deras… otomatis saya harus pakai jas hujan … dan sampai di kampus bahkan beberapa ratus meter dari kampus ternyata masih terang menderang
    ———–=============————

      Bogor kotanya hujan, jadi kejadian hal demikian saya rasa sudah hal yang lumrah ya, bukan unik lagi

  15. sy prnah ngalamin hal unik ini jg, pas di perjalanan, untung sy bw kendaraannya (motor) ckp pelan, pas meratiin baik2, trnyta skitar 3 meter di depan saya, hujan turun ckup deras, smntra di bgian ckp terik akhirnya sy berhenti, di trotoar, langsung keluarin jas hujan smbl takjub melihat hujan d depan mata saya sejauh 3 m itu. Nengok kiri-nengok kanan, trnyta pngendara motor yg lain jg pd brhenti, ad yg langsung putar balik, ad yg brhenti foto, ad yg brhenti untuk brsiap-siap pake jas hujan jg ^^” setelah siap dgn jas hujan, saya melajukan kendaraan dengan perlahan, dan sy berhenti di batasan, bagian depan mtor basah terkena air hujan, tapi bagian belakang motor kering.. haha, sy tertawa2 sendiri, bbrp org malah mngabadikan hal yang saya lakukan itu.. sungguh keren bgt.. hahaa, :p #iseng
    ———=================—————

      tiap orang memiliki kesan tersendiri terhadap kejadian seperti itu, sekaligus memiliki cara tersendiri bagaimana mengabadikan momen yang hanya sebentar itu

  16. Dalam perjalanan agak jauh, saya juga sering mengalami demikian, bahkan sempat berhenti, menengok batasnya, jelas sekali…
    —————==============————–

      kesempatan melihat kebesaran Tuhan dalam hujan ya Pak

  17. Sering juga saya alami batas hujan dalam satu kawasan kecamatan tempat saya tinggal sekarang ini. Terkadang sedang berjalan mengendarai sepeda motor, melewati kawasan yang sedang diguyur hujan. Sampai dekat rumah masuk desa, batas hujan semakin tipis di aspal, ternyata kawasan ini tidak hujan.
    ————-=============—————

      bagi saya hal seperti itu merupakan kejadian yang sangat sering, bahkan dalam satu perjalanan yang tidak begitu jauh bisa mengalami pergantian hujan tidak berkali-kali

  18. sama spt minggu lalu mas, aku dan suami cepet cepet mau sampai rumah habis belanja, mobil dicepatkan jalannya oleh suami, karena pengen sampai rumah mau ngambil jemuran di luar, ealah .. masuk desa kami lihat jalanan kering, padahal di kota sebelah hujan 😛
    ———–==============————–

      jadinya kebalikan dengan yang aku alami ya mba, kalau mba Ely jadi tenang karena di rumah yang panasnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: