14 Komentar

menerjang kelu (Re Post)

menamatkanmu terhadang kelu
bukan atas nama tak mampu
tak lagi seperti dulu
menderaskanmu sembarang waktu

atas nama ini dan itu
kadang dilirik pun tidak
tergeletak di rak
terselip dalam deretan kisah
mahabarata, Ramayana,
senopati pamungkas,
dan setumpuk naskah berserak

menelisikmu kembali
terseok-seok mengais asa
tersaruk kerikil dan duri perjalanan
tetap berharap sempat
menamatkanmu tanpa kelu

(puisi ini kutuliskan untuk menyemangati diri agar bisa mengikuti jejak mereka yang sudah istiqomah dengan ODOJ)
kuingat kembali puisi ini karena serasa ada yang kurang dalam keseharian diri. Kadang masih bisa menyelipkan di antara yang lain, di lain waktu habis untuk hal-hal yang belum tentu penting, semoga mengingatkan kembali pernah berazzam masuk ke ODOJ.

14 comments on “menerjang kelu (Re Post)

  1. Amin Kang ..kentrong bedug maghrib pertanda langit segera temaram..bergegaslah.
    ————=============————
    ayolah segera

  2. dulu waktu smk dan kuliah smester 1 pernah, tapi sekarang ga lagi😀
    ————-==============————-

      kok jadi hilang ya kenapa, sayang tuh, ayo dicoba lagi

  3. Ikutan tersentak dalam penataan prioritas, lalu masuk barisan calon penamat. Salam
    ————-==============————-

      kalau yang satu ini bener-bener tamat dalam artian berhenti tidak ada karena semakin diulang semakin sering akan semakin cinta

  4. dulu waktu kuliah aku sering, tapi sekarang ga lagi😦
    —————===================————

      sayang dong, ayo dicoba lagi

  5. Asli, keren, keren dan keren…
    ———————-================————-

      terima kasih, terima kasih

  6. sangat menginspirasi😀
    ————-============———–

      alhamdulillah

  7. trims.. puisi yg cukup menyentil nilai ruhiyah sya yg msh dangkal..
    ———–===============————–

      mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan

  8. semoga segera bisa mengikuti jejak mereka ya mas🙂
    ——–=============———–

      semoga mba, senantiasa berusaha meski kadang tertatih

  9. puisi untuk buku ya?
    semangat membaca buku dan belajar pak. saya juga mengalami masalah yang sama
    ————=================—————-

      silahkan baca keterangan di bawahnya atau lihat komen yang lain, jawabnya ada di sana

  10. hiks odoj…aku juga belum gabung pak..😦

  11. semula kelu, lalu dipaksa dan terbiasa, akhirnya rindu…

  12. Iya kenapa kita justru tertatih membacanya ya disela-sela kesibukan.. Saya pun sedang berusaha untuk senantiasa membiasakannya setiap hari walau hanya beberapa ayat.
    ————=================————

      ya, ini juga sebagai penyemangat dan pengingat. kadang malah terlewatkan tanpa satu ayatpun

  13. semoga puisi ini juga bisa menjadi penyemangat untuk saya, biar bisa membiasakan diri membaca Alquran
    ———–=================——

      semoga dan terima kasih telah berkenan kemari

  14. pada bait ke dua itu sepertinya langsung mengena ke aku kayaknya. dia lebih banyak tergeletak di dalam lemari, diatas kopor dan kadang di samping tempat tidur selama berhari-hari….
    duh……..
    ————–==========————–

      ayo kita benahi, semoga belum ketinggalan jauh dari yang lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: