7 Komentar

Apa Salahnya MSG

MSG merupakan salah satu jenis zat penambah rasa pada makanan, meningkatkan cita rasa. Tak sedikit pula yang menganggap penggunaan MSG pada makanan berbahaya bagi manusia. Kenyataannya, sebagian besar makanan khas bangsa kita tidak terlepas dari penggunaan MSG sebagai salah satu komponen bumbunya. Baik makanan yang segar maupun yang diawetkan.

Kondisi yang demikian kontras antara dugaan sementara pihak dengan banyaknya makanan yang memang mengandung MSG, maka wajarlah jika kemudian timbul pertanyaan: benarkah MSG berbahaya? Apa bahayanya? Seberapa besar bahayanya bagi manusia? Jika berbahaya mengapa masih mudah ditemukan di pasaran?

Masih ditambah lagi berbagai omongan: “jangan suka makan jajanan yang mengandung MSG nanti kamu bodo, atau “iya nih saya malah suka ngerasa pusing dan mual-mual gitu kalo habis makan snack yang mengandung MSG”.

Baiklah, dari dua pernyataan tersebut dapat kita buat dugaan sementara. Pertama, mengkonsumsi MSG membuat orang jadi bodoh. Kedua, dengan mengkonsumsi MSG menyebabkan pusing-pusing atau bahasa kerennya sindrom restoran china.

Untuk menjawab dua asumsi tersebut tepat atau tidak, perlu kita pahami dulu komponen-komponen penyusun MSG, kita bandingkan dengan komponen pada makanan yang kita konsumsi sehari-hari. MSG atau monosodium glutamat adalah senyawa garam yang tidak beda jauh dengan garam dapur. MSG terdiri dari unsur sodium (Na) dan glutamat, sedangkan garam dapur komponen penyusunnya berupa sodium klorida, terdiri dari Na (sodium) dan Cl (klorida). Sama-sama memiliki gugus sodium.

MSG mengandung natrium sekitar 12% dari berat MSG, dan 78% glutamat, sedangkan sisanya adalah air sebanyak 10%. Bila kita bandingkan dengan NaCl, maka kandungan sodiumnya mencapai 40%, yang 60% berupa klorida.

Sodium mempunyai peran penting untuk penyerapan glukosa di dalam ginjal dan usus. Selain itu juga berperan dalam pengangkutan zat-zat gizi lain melewati membran sel. Melalui asosiasinya dengan klorida (Cl) dan bikarbonat, Na terlibat dalam pengaturan keseimbangan asam-basa, sehingga cairan tubuh berada pada kisaran pH netral untuk mendukung metabolisme tubuh.

Fendy Susanto dari Nutrifood Research Center mengatakan bahwa makanan yang tergolong rendah natrium memiliki kandungan sodium kurang dari 140 mg. Sementara itu jika dalam kemasan tertulis very low sodium, biasanya kandungan garamnya kurang dari 35 mg. Makanan yang less sodium mengandung sodium 25 persen lebih sedikit daripada produk reguler dan makanan yang bebas garam (salt free) masih mengandung sodium kurang dari 5 mg.

Adapun glutamat berperan sebagai building block dari protein atau bisa dibilang bahan baku pembentukan protein. Protein berfungsi sebagai bahan pembangun tubuh, membentuk sel baru, mengganti sel-sel yang rusak.

Glutamat terdapat secara alami di hampir seluruh makanan yang kita makan, mulai dari ikan, daging, susu, sayur, hingga buah-buahan.
Lalu dimana letak bahayanya penambahan MSG dalam makanan?

Dugaan pertama adalah mengkonsumsi MSG membuat orang bodoh. Kita lihat seberapa besar tingkat konsumsi MSG tiap-tiap negara, apakah perbandingan tingkat konsumsi tersebut berkorelasi dengan tingkat kecerdasan masyarakatnya.

7 comments on “Apa Salahnya MSG

  1. Jadi, kesimpulan nya? *bingung sayah
    ———–=============————-
    tidak usah bingung, kesimpulan saya tidak ada masalah dengan msg hanya tertuduh saja

  2. Betul mas, kecenderungan bebicara kita lebih besar dari pada membaca dan memahami sesuatu. Akibatnya bisa tercipta persepsi yang keliru tentang sebuah isu atau masalah tertentu.
    ——–===========——–
    marilah kita menerapkan pada diri kita pahami dulu sebelum persepsi terbentuk dalam benak, agar tidak salah menempatkan

  3. Sejak jaman nenek saya sudah biasa memakai msg. Asal dengan takaran yang aman tak apa kok memakai msg. Hanya orang lebay saja seolah anti msg. Betul banyak meniru tanpa budaya membaca sangat gampang dibodohi.
    —-========———
    jempol pokoknya, ok banget komennya

  4. Iya, Pak, tak jarang persepsi tak berbanding lurus dengan kenyataan. Seperti juga daging kambing tidak baik untuk kesehatan.

  5. Masalah persepsi ya Pak. Saya juga biasa membawa ini di obrolan cangkruk kebun, sodium bagian dari cairan elektrolit tubuh, glutamat bagian dari protein. Mari hitung dosis aman dan menguntungkan tubuh.
    [Senada dengan vonis pupuk semisal Urea, sungguh saya bukan produsen pupuk, namun mengajari mengenal rumusnya apa, fungsi, cara pembuatannya dan berpendapat obyektif menjadi tugas bersama]
    ini komen apa sharing ya hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: