4 Komentar

Bayi Tabung

Geger salah satu artis yang membeli sel sperma dari luar negeri untuk keperluan pembuatan bayi tabung sebenarnya bukan sebuah hal yang baru tentang bayi tabung. Yang baru adalah nekadnya artis tersebut membuat keputusan di sebuah negara yang berketuhanan yang maha esa.

Bayi tabung di Indonesia pertama kali diterapkan di Rumah Sakit Anak-Ibu (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, pada 1987. Teknik bayi tabung yang kini disebut IVF (In Vitro Fertilization) konvensional itu berhasil melahirkan bayi tabung pertama, Nugroho Karyanto, pada 2 Mei 1988 oleh tim dokter yang dipimpin Sudraji Sumapraja. Menyusul keberhasilan bayi tabung pertama kali di dunia pada tahun 1978 dengan nama Louise Brown yang lahir di rumah sakit Oldham General Hospital, Inggris.

Bayi tabung merupakan lompatan luar biasa di bidang kedokteran dalam membantu pasangan yang kesulitan mendapatkan keturunan. Meskipun demikian bukan berarti setiap permintaan program bayi tabung akan serta merta mendapatkan rekomendasi dari dokter. Ada prosedur ketat yang harus dijalani oleh seseorang yang ingin mengikuti program untuk mendapatkan anak melalui bayi tabung. Untuk negara kita harus melalui prosedur medis dan juga melalui prosedur agama, tidak cukup hanya sesuai dengan prosedur medis saja.

Bayi tabung merupakan sebuah teknik pembuahan dimana sel ovum dan sel sperma dipertemukan di luar kandungan pada suatu tabung yang dirancang khusus (maka kemudian dikenal dengan istilah In Vitro Fertilization). Setelah terjadi pembuahan kemudian tumbuh menjadi zigot lalu dimasukkan ke dalam rahim sampai dilahirkan.

Di republik ini tidak serta merta keinginan untuk mendapatkan bayi tabung akan terwujud. Ali Baziad seorang spesialis obstetri dan ginekologi, menyatakan bahwa program bayi tabung baru akan dilakukan jika semua jalan untuk mendapatkan momongan sudah ditempuh. Lamanya pasangan telah menikah juga turut menentukan boleh tidaknya mengikuti program ini. Menurut WHO, pasangan dinyatakan kesulitan mendapatkan keturunan jika pernikahannya telah berjalan lebih dari satu tahun.

Sebelum memutuskan untuk menganjurkan program bayi tabung, seorang dokter harus memberikan terapi terlebih dahulu terhadap pasangan suami istri yang ingin segera mendapatkan keturunan. Jika semua tahapan pengobatan tidak menuai hasil dan hasil diagnosis dokter memang tidak memungkinkan untuk mendapatkan keturunan dengan cara yang biasa, maka barulah dokter bisa menyarankan dan atau menyetujui program bayi tabung.

Dengan memperhatikan proses yang tidak sederhana, juga waktu dan biaya yang tidak sedikit bagaimanakah kedudukannya menurut agama Islam?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut tidaklah cukup hanya dengan menjawab boleh tidaknya atau halal haramnya, akan tetapi perlu dikaji lebih detil perkara-perkara yang berkaitan dengan proses bayi tabung tersebut.

Islam mengajarkan kepada para pemeluknya untuk senantiasa berikhtiar dalam menggapai karunia Allah swt. Termasuk di dalamnya adalah keinginan untuk memiliki keturunan setelah melangsungkan pernikahan. Tidak ada salahnya jika kemudian melakukan konsultasi dengan dokter agar bisa memperoleh keturunan. Jika prosedur standar yang ditetapkan oleh dokter telah dilalui semuanya, kemudian belum juga membuahkan hasil, maka bayi tabung bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Permasalahan bisa timbul ketika mempertimbangkan dari mana sumber benihnya (sel sperma dan ovumnya). Disinilah perlu pertimbangan yang cermat untuk menentukan status hukumnya. Islam lebih mengutamakan kejelasan silsilah keluarga daripada sekedar memiliki keturunan.

Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam Muktamarnya tahun 1980, menjelaskan bahwa haram hukumnya bayi tabung dengan sperma donor. Keputusan Muhammadiyah tersebut sejalan dengan keputusan Lembaga Fiqih Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Yordania (Amman) tahun 1986, menegaskan haramnya bayi tabung dengan sperma atau ovum donor dan membolehkan pembuahan buatan dengan sel sperma suami dan ovum dari istri sendiri.

Dari dua keputusan itu dapat disimpulkan bahwa bayi tabung diperbolehkan dengan syarat bahwa sel ovum dan sel sperma berasal dari pasangan suami istri yang sah, kemudian setelah terjadi pembuahan in vitro, embrio ditanamkan ke dalam rahim istrinya tersebut, bukan kepada perempuan yang lain meskipun perempuan itu juga istrinya.

Jika sel sperma dan sel ovum bukan berasal dari pasangannya, maka akan mengacaukan silsilah keluarga. Secara psikologis, jika menyewakan kepada perempuan yang lain juga akan menimbulkan masalah. Bagaimana seorang anak akan menyebutkan bahwa dua orang ibu adalah keduanya sebagai ibu kandungnya, karena yang satu pemilik sel ovum dan yang satunya lagi pemilik rahim yang mengandungnya hingga lahir. Disamping itu, apakah mungkin perempuan yang disewa rahimnya itu akan dengan rela melepaskan anak yang telah dikandungnya, padahal beban yang ditanggungnya selama masa kehamilan tidaklah ringan

Iklan

4 comments on “Bayi Tabung

  1. Kayaknya di Indonesia sudah banyak Mas yang ikut bayi tabung.

  2. Kadang di era sekarang, asal ada uang semuanya jadi gampang dan mudah dikompromikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: