4 Komentar

ENTAH KUNAMAI APA

ini tentang sebuah rasa
yang menelusup lewat jendela
padahal pintu juga terbuka
sedikit jamuan di atas meja

tak usah kau tertawa
kopiku pahit pun tak mengapa
selama rasa itu masih ada
entah bagaimana menelusupnya

entah kunamai apa
disinilah kita berjumpa
membincangkan apa saja
tak jarang menunggu senja

entah kunamai apa
rasa yang mengisi dada
ketika dirimu ada
saat dirimu tak ada

entah kunamai apa
adamu kini tiada

kampungmanis, sept 19

4 comments on “ENTAH KUNAMAI APA

  1. wah, tepat sekali menggambarkan isi hati saya ini hehehe. Bagus banget puisinya, saya suka.

  2. Puisi yg sangat bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

True Love for Sale

by Peach Berman

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly Integrating the Spiral

Spirit, Mind, Body, and Soul Spiral Paths to Freedom

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

BBYCGN Writing

Creative writing, bizarre stories, original quotes, raw poetry and authentic artwork as a pathway for powerful feelings, emotions, thoughts and experiences.

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: