25 Komentar

Biarlah Kucatat dalam Ingatan

Aku lupa sampai paragraf keberapa
Mengabadikan kenangan di perantauan
Tentang kabut yang merebut jarak pandang
Meliuk melanglang tujuan tak karuan
Orang-orang menyalakan perapian
Dari kayu-kayu potongan
Mengalungkan sarung menghangatkan
Sesekali malam-malam bertandang
Tak lupa film kungfu jadi tontonan
Di akhir tahun sembilan puluhan

Masih kuingat kau terbahak-bahak
Aku tersedak gara-gara klembak
Di depanku kau hisap kuat-kuat
Kemudian kau hembuskan pelan-pelan
Tepat di depan organ pernafasan
Bagaimana aku tidak tersedak
Aku bukanlah salah satu penggemarnya
Kain sarungku tak bisa menolak
Bekas asap klembak menempel kuat

Aku lupa menuliskannya
Kami serombongan siap pulang
Kalian datang menghadang
Melarang kami pulang
Dan bak terbuka kalian persiapkan
Siklon menurut yang kalian namakan
Tak boleh pulang sebelum keliling dataran
Tak ada negosiasi, tak ada pembicaraan
Keliling wisata seharian
Selalu pasti kuingat
Tak boleh ada pembicaraan
Setiap mendekati pintu masuk wisata
Kami paham logat sangat menentukan

Biarlah kucatat dalam ingatan
Pagi gerimis kita tetap ke ladang
Berkalungkan sarung juga jaketan
Aku tak mau kehilangan data penelitian
Meskipun harus di bawah hujan
Tetap menghitung si phthoromaea
Dalam petak-petak yang dipersiapkan
Yang suka mencicipi kentang di ladang
Juga di gudang

Di bawah delapan belas derajat
Kata pak camat memberikan bantuan
Data tambahan dalam penelitian

Nopember 2019 di jelang malam
si phthoromaea adalah si Phthoromaea operculella jenis ulat yang banyak merugikan petani kentang karena menyerang umbi dan tanaman kentang, baik di ladang maupun di gudang penyimpanan

25 comments on “Biarlah Kucatat dalam Ingatan

  1. […] 2. Kampung Manisku//Biarlah Kucatat dalam Ingatan […]

  2. […] pagi baginya. Salut kepada orang yang bisa konsisten begitu. Aku mampir dalam sebuah puisi berjudul Biarlah Kucatat Dalam Ingatan dan memberi komentar, “Penerimaan yang alami tanpa rekayasa, karena mereka masih polos apa […]

  3. Penerimaan yang alami tanpa rekayasa, karena mereka masih polos apa adanya. Keren puisinya Pak.

  4. Puisi Mas Narno selalu bagus-bagus!😸

  5. Suhu 18 derajat sama seperti udara subuh di rumah saya di bandung, Mas Narno.

    Pengalaman merantau, apalagi yang berkesan memang sulit untuk dilupakan.

    Kalau skripsi saya lebih banyak dihabiskan di depan komputer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

True Love for Sale

by Peach Berman

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly Integrating the Spiral

Spirit, Mind, Body, and Soul Spiral Paths to Freedom

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

BBYCGN Writing

Creative writing, bizarre stories, original quotes, raw poetry and authentic artwork as a pathway for powerful feelings, emotions, thoughts and experiences.

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: