8 Komentar

Tentang Merapi yang Kukenang

Telah kuterima kabar dari kampung halaman. Ada semburan enam ribu kilometer tingginya. Baru saja subuh beranjak di awal maret. Berlangsung empat ratus lima puluh detik mengalir menuju kali Gendol. Waspada tetap dijaga. Kabarnya aktivitas sebelah barat tetap biasa, pada kampung paling puncak. Abu meliuk ke utara sampai kota. Segera lenyap dibasuh hujan.

Lengan kenangan menarikku pada waktu di RSU Pandang Arang tempat pamanku di opname karena demam. Pagi baru saja bertandang, kabut secara tiba-tiba menyergap segenap lorong rumah sakit. Penjual koran sedikit tegang membawa cerita tentang letusan yang sangat lama tak pernah terdengar beritanya. Kita selama ini mengiranya telah mati, meski masih bernama seperti api, merapi. Puluhan tahun tak pernah kami dengar ceritanya. Kami, para keluarga pasien resah. Para petugas sigap memberi penjelasan menenangkan. Aneh juga keresahannya, padahal arah luncuran lava tak ada yang mengarah ke utara. Sedang kita tinggal di sebelah utara.

Masih bersama lengan kenangan yang menuntunku pada kisah pilu. Awan panas yang dijuluki wedus gembel melibas segala yang di depannya. Tentu tak sedikit nyawa lepas dari raga. Melepuh, seperti ditumpahkan air mendidik ke sekujur tubuh.
Masih lekat begitu kuat seperti di pelupuk mata. Letusan yang dahsyat, hujan deras, menghancurkan pepohonan menyeret apa saja material yang menghadang. Juga heroiknya mbah marijan menghimbau masyarakat mencari selamat. Ekologi yang berantakan, entah sampai kapan tumbuhan kembali nyaman. Tumpukan pasir menggunung menghilangkan sungai sumbe berkah tersendiri pasca tragedi.

Kampungmanis, 04 maret 2020

8 comments on “Tentang Merapi yang Kukenang

  1. Boyolali tadi katanya lumayan pekat abunya

  2. semoga musibah meletusnya Gunung Merapi ini tidak menimbulkan korban jiwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire - Survival Through Faith

Passion Inspires, So Set Your Words On Fire! ©Tamara Yancosky - BBYCGN (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: