5 Komentar

Lintasan Pikiran yang Menggiring Sepi

Sebuah lintasan pikiran yang menggiring sepi. Tak lagi ditemukan barisan capung meliuk berseling kupu-kupu menyesap cairan madu. Pohon mangga kehilangan serangga penyerbuk. Nektar berserakan tanpa lebah menikmatinya. Madu gagal menjadi cairan kental kecoklatan yang menggiurkan. Tak akan ada buah-buahan menjadi ranum di atas meja. Hanyalah sobekan-sobekan kertas berserakan tak jelas siapa pemiliknya.

Sepi di ladang sunyi. Tak ada lagi irama pelatuk mengetuk-ngetuk pohon kapuk mematuk serangga yang ngumpet diceruk. Perburuan digantikan manusia dengan bedil dikatakan senapan angin. Sekali meletup merenggut burung-burung meski telah sembunyi di balik ranting. Mata jeli selalu mencari mengokang senapan mengarah bajing yang melubangi buah kelapa. Yang pura-pura mati menggigit ranting bambu lima meter dipucuknya. Bergoyang-goyang menahan beban.

Lalu, apakah harus kembali bertanya. Kemana angin saat memburu dingin. Lembah yang tak lagi berpenghuni. Pengerukan batu bertumpuk-tumpuk. Bongkahan dipecah dengan palu dan linggis. Sebesar punggung kerbau dibelah diangkut bertruk-truk entah dikirim untuk mengurug ceruk yang mana lagi. Meninggikan gedung yang tak kan bisa dikenali lagi dari mana isian batu dikirimkan. Rumputpun tak sanggup menyelusup menitipkan akarnya menumbuhkan serabut. Tercipta lembah yang tak hanya curam menantang. Tegak lurus memijak dasar menunjuk langit.

Apa mungkin terus bercerita seperti dalang sepanjang malam. Membius pemirsa tak beranjak barang sejenak. Kisah apalagi yang membuat betah sedang kebosanan telah lama menyelinap sampai kamar-kamar. Merenggut permainan anak-anak berkejaran di ladang. Menyembunyikan keceriaan kebersamaan nyemplung kedung di sudut kampung. Benda kotak segenggaman telah lama menciptakan dunia yang makin sepi dalam pemahaman. Kehilangan tegur sapa di sampingnya dalam perjalanan sekereta.

Sebuah lintasan pikiran yang kumanjakan. Di jalan-jalan yang belum tentu kutelusuri telah mengilhamkan tulisan. Puisi-puisi sunyi terus kutuliskan mewakilkan pikiran-pikiran yang terus mencari penyelesaian. Pada titik pada koma yang belum kutentukan.

19 maret 2020

5 comments on “Lintasan Pikiran yang Menggiring Sepi

  1. Benda sekotak segenggaman yang sama juga telah merasukiku … 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Quotes, Creative Writing, Copyright ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: