11 Komentar

Pentas yang Hanya Sepintas

Di panggung yang tak disaksikan siapa-siapa. Pentas yang hanya sepintas menguras persediaan ingatan yang tak seberapa. Lika-liku yang sulit ditemu menciptakan lorong waktu berkepanjangan. Tiap kelokan menemukan percabangan semakin memusingkan. Tak tahu langkah mana yang harus dituju.

Semilir mengusap punggung keringat. Kepada siapa harapan muram bisa dititipkan. Gelombang tak pernah diam menggelontorkan kegaduhan. Kegaduhan pada wabah yang menyerap segenap kepusingan. Ketidaktahuan bermula yakin tak kan datang melanda iklim tropis kita. Panas yang kadang menyengat, hujan membasuh sejak subuh, tak banyak menghambat apalagi melumat. Tambah pula kabar berseliweran tanpa jelas siapa menebarkan. Lupa pada pertimbangan rasional menahan diri tanpa mudah melanjutkan ketidakbenaran.

Pada kalimat-kalimat yang begitu mudah didapat. Masyarakat simpang siur dibuat. Yang tak mengerti kesusahan memilah, malah turut memperpanjang penyebaran. Dikiranya sangat membantu penyelesaian. Setengah mengerti meracik sendiri pengetahuan yang belum jadi. Kadang terlalu berani ambil kesimpulan serampangan kekurangan pandangan. Tak jarang baru setengah terang terlanjur disebarkan.

Begitu padat kalimat-kalimat yang kutuliskan. Gagal menjawab ketidaktahuan berulang dibisikkan. Bongkar pasang kata tak juga selamat. Belum temu pada pengertian sederhana yang mudah diingat.

Pentas yang belum selesai dimainkan. Naskah yang serampangan. Keringat bercucuran. Tak ada yang bisa dimainkan, tak cukup kuat mengingat peran. Pusat kehilangan kepercayaan.

22 Maret 2020

11 comments on “Pentas yang Hanya Sepintas

  1. Di tengah ketidakmenentuan musibah Corona ini, yg bs kita lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin melindungi diri, syukur2 bisa membantu atau berbuat sesuatu minimal di lingkungan kita. Setelah itu banyak2 berdoa agar kita diberi kekuatan untuk menghadapi musibah ini. Pasti ada hikmah di balik setiap kejadian.

    Prosa lirik yg bagus, Mas Narno.

  2. Banyak memang yang menyesalkan langkah yg telah diambil walaupun sebenarnya ada bagusnya juga untuk meredam kepanikan (karena tahu sendiri bagaimana sikap panik dan ketakutan itu bila sudah menguasai).

  3. saya teringat lagi pada syairnya ronggowarsito..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Quotes, Creative Writing, Copyright ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: