7 Komentar

Kabut yang Mengedut

kabut yang mengedut di sudut
timbul tenggelam menyulam kelam
pada malam menyingkirkan lamunan
cawan doa selalu dalam genggaman
menafsirkan permohonan panjang
di tengah resah gelombang wabah
sekelebatan merambah menyapu wilayah
kompromi hati dan ikhtiar manusiawi

22 Maret 2020

7 comments on “Kabut yang Mengedut

  1. Semoga puisi ini bermanfaat mas

  2. Kabute sangar… iso dadi ndut… Jadi ingat tebak tebakan kakek saya yang asli sumber kec. Simo.

    Yumaywrong – Lutmaendut.

  3. semoga wabah ini segera berakhir..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Quotes, Creative Writing, Copyright ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: