Tinggalkan komentar

Malam ini Semakin Dingin

malam ini semakin dingin
gerimis tak bosan mempermainkan perasaan
seperti mengaduk kopi tandas
tanpa meninggalkan ampas
sebentar coklat mengental kehitaman
kau terpaku dalam sunyi yang membelenggu
menatap puisi-puisi yang kebingungan arti
menjumput sepotong singkong yang keriput
masih panas, uap mengantarkan siluet kebingungan
merenggang merapat dikedutkan angin
seperti wayang dibalik lampu berkedipan
terantuk pada cerita yang telah usang
layang-layang putus jelang malam
meninggalkan kemarau yang memecah tanah
kebingungan ditinggal mengejar bayangan
menyelinap rasa gentar was-was kehilangan
bersama siapa langkah ini menuju pulang
terduduk lunglai di pinggir tegalan

maret 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

BBYCGN

Poetry, Creative Writing, Quotes, Analogies ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: