2 Komentar

Sebentang Jalan yang Masih Kurawat dalam Ingatan

Mengapa kau biarkan hujan yang lincah itu mengobrak-abrik sunyi. Merapatkan pintu kayu menyerap dingin yang meninggalkan kemarau. Di ujung kampung becek tanah basah dimainkan bocah. Tertawa saling melumeri melempari lumpur tanpa resah. Sebentang jalan yang masih kurawat dalam ingatan. Prenjak yang nyinyir di depan rumah, tak mau kalah mengabarkan akan kedatangan. Kata orang-orang tua, entah bercanda mungkin demikian adanya. Sisa gerimis yang diterima para blekok di tepi kali berhamburan mencari makanan. Sebelum kembali pulang di sarang bambu duri. Rebungnya enak sekali dijadikan gulai.

Mengapa kau biarkan jendela terbuka. Angin dingin leluasa bercanda. Menusuk-nusuk ngilu merapatkan mantra. Tak ada komat-kamit lebih perih dari gigil. Tak bisa ditahan termometer bilang kedinginan. Sebentang jalan yang masih kurawat dalam ingatan. Ini bukan pegunungan. Merapi saja tegak di kejauhan. Puncaknya tak ada tetumbuhan. Guek meratapi dinginnya malam di atas pohon duwet.

April 2020

2 comments on “Sebentang Jalan yang Masih Kurawat dalam Ingatan

  1. Syahdu sekali, Mas Sunarno. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

BBYCGN

Poetry, Creative Writing, Quotes, Analogies ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: