Tinggalkan komentar

Pergi Pulang yang Tak Karuan.

Desir samar-samarnya kian samar-samar seperti desir gerimis di teritisan yang kehilangan awan. Angin nakal mempermainkan dedaunan tak mau menyerap tetesan gerimis. Meliuk-liuk menjatuhkan buliran air melesat lenyap terisap debu yang ditinggalkan roda kendaraan. Kelebat mimpi sekejap tak meninggalkan bekas. Sepi semakin membentur lengang. Di kejauhan awan mengiringi matahari menuju titik persembunyian. Petang tak lama lagi pasti melenggang.

Gerimis yang kemaren banyak menuangkan genangan. Kapal kaleng bekas minuman timbul tenggelam menggelinding tak karuan. Seperti kenangan yang tak pernah mau tenang. Bebayang timbul tenggelam seperti wayang di tangan ki dalang. Lampu penerang sengaja di temaramkan. Pahitnya kenangan menggumpalkan pil yang mau tak mau tetap juga harus ditelan. Kering. Kerongkongan butuh semprotan yang mendinginkan. Tak perlu sederas guyuran hujan.

Pergi pulang yang tak karuan. Demi keamaman, untuk kenyamanan juga kesehatan semua orang katanya jangan. Jaman yang selalu mengembang. Kadang mengkerut. Jalanan kembali lengang, tak seperti tahun kemaren perjalanan ke kampung halaman berjejalan. Jalan tol jadi rebutan adu kecepatan. Mengejar rindu yang diperam hampir setahunan di perantauan. Ingin segera bertemu peluk bahagia, sungkem bakti pada orang tua.

Pergi pulang yang tertahan. Lihatlah. Kendaraan dicegat untuk kembali ke asal. Aturan untuk kesembuhan bukan pajangan. Petugas tegas menindak para pelintas. Payung pelindung telah dikembangkan, mengapa ada saja memilih terik tak karuan. Terpapar melegam, iya itu tak seberapa selama tak kena galaknya ultra violet. Payung aturan tak sekedar menghalangi paparan ultra violet menyilet kulit tipis.

Ketidaktahuan atau kenekatan. Terabas jalan demi bisa pulang. Katanya di kota besar tak punya apa-apa. Menuju pulang ada setitik harapan. Perihnya pil pahit kehidupan.

Kampungmanis, 27 Maret 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire - Survival Through Faith

Passion Inspires, So Set Your Words On Fire! ©Tamara Yancosky - BBYCGN (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: