6 Komentar

Ingatanku Gagal Menggambar Seraut Wajah

Menjawab waktu pada tunggu musim berlalu. Padi menguning pelan merunduk bertasbih sebut-sebut asma-Mu. Cericit pipit bersahutan mencicip bulir-bulir bernas. Dihalau sesekali dengan keloneng kaleng bekas di pagi menyibak sunyi. Memecah tetes embun. Memecah kesunyian hati. Gundah oleh entah. Pipit menyebar mencari selamat. Cepat-cepat mengepakkan sayap mengintai lena pemilik sawah.

Menyambangi bulir matang di pagi hari. Tinggal menghitung hari saat tepat sabit beraksi. Menunggu kawan, bareng memainkan sabit dan perontok bulir. Menghalau pipit bertengger dipucuk tangkai. Menghalau resah yang entah kenapa ada resah. Menghamburkan udara sekuatnya , menghela nafas.

Belumlah hilang. Ingatan-ingatan itu selalu saja kembali bertandang. Lengan-lengan bergelayutan menyampaikan kisah yang telah lama benam. Berpuluh musim tanam melenggang. Di seling kemarau panjang tanpa ada sebiji apapun bisa ditanam. Dan sesekali ditambah bediding, dinginnya tak karuan. Tak cukup bermodalkan panji sarung dalam balutan. Tetap saja telanjang kaki merambah kemana-mana. Mungkin inilah gaya kampungan.

Lelaki tua bercaping slumpring miring, wajah legam seringkali mencuri sebagian besar ingatan. Tetap saja gagal menggambarkan wajah seperti apa. Mungkin seperti diriku sekarang yang tidak segemuk ini. Sepertinya jarang mengistirahkan lahan, tak seperti sekarang. Selalu mengolah tanah, tempatku bermain lumpur semasa sering cukur gundul.

Aku tak tahu. Itukah yang kuresahkan. Tangan-tangan masa lalu yang selalu menjangkauku. Ingatanku gagal menggambar seraut wajah.

Kampungmanis, 28 April 2020

6 comments on “Ingatanku Gagal Menggambar Seraut Wajah

  1. After translation, your prose is still beautiful. Good read!

  2. Sedang rindu ayah ya, mas Narno?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire - Survival Through Faith

Passion Inspires, So Set Your Words On Fire! ©Tamara Yancosky - BBYCGN (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: