Archive | Mei 2020

You are browsing the site archives by date.

Kata-Kata Berderai Dipisahkan Angin

rintik kata yang kutampung pelan-pelan kualirkan lewat saluran dawai. kuharap sampai meski sayup-sayup desau angin turut prihatin terisak tak tega pada jarak yang lama tak bersua. kucoba bicara ternyata sama saja, kata-kata itu berderai dipisahkan angin tak menyampaikan. kita tak saling dengar. kata-kata itu buyar di perjalanan. dawai yang kuminta merangkum segala kabar dan gambar, […]

Ketika Kita Belum di Perantauan

Anak-anak bermain riuh menawarkan gaduh. Senja yang akan menelan matahari di pelataran saling berkejaran. Menata pecahan genting adu cepat dengan lemparan bola kasti. Saling berebut aba-aba membaca tanda. Usaha menyelesaikan permainan atau menghalanginya. Saling beradu siasat cepat. Menemukan kemenangan atau kekelahan, permainan kembali diulang sampai bosan menelan magrib. Tak hirau angin kemarau menjangkau. Mengendap jelaga […]

Kunikmati Saja Kopi Pahitku

Seperti menemukan musim Ingin kutuliskan puisi tentang kita Lewat jendela lindap meraih kata-kata Sehirupan kopi pahit menghangatkan Pembicaraan di beranda Tak ada bosan-bosannya Seperti saling mengerti Menafsir dingin senja Kabut biasa bermanja Menyapa daun beringin Bougenvile tumbuh Di depan rumah, tepi jalan Sesekali asap mesin-mesin Menyebalkan mengepul tak karuan Melenggang tak peduli raungan Memekakkan liang […]

Membelah Rembulan di Rembang Petang

Di tengah ladang penggembalaan, menggerombol dalam pelukan. Seperti ujung pedang lancip menjulang, membelah rembulan di rembang petang. Bergoyang pelan seirama angin berdendang. Tanpa tumbang. Tumbuh berdesakan di musim hujan. Tipis, lentur selentur benang, tajam menyayat setajam pedang. Aku hanya lengang menunggu petang. Entah janji apa yang menyayat penantian. Teriris iris pedih kupasan bawang menguarkan air […]

Kutengok Sesekali Ranting Kering dan Daun-daun

sesekali kutengok ranting yang melapuk lepas menunggu jemari angin menggamit berderak pelan, berkeping patah-patah gugur perlahan dalam dekapan musim tak lagi penting, dapur tak memintamu sumbu pemanas tungku tinggal masa lalu tangan-tangan mungil tak ada yang memungut ikatan-ikatan yang tak lagi diperlukan memanggul ranting kering dibawa pulang ah, itu hanyalah masa kanak-kanak dulu, sebelum nyala […]

Tak Kutuliskan Puisi Untukmu

maaf, tak ada puisi yang kutuliskan untukmu huruf-huruf berpendaran loncat tak karuan kata-kata rumit sulit dibariskan dalam kalimat cerita yang gagal kueja, entah tentang apa diksi-diksi berjejalan, berebutan minta jalan spasi spasi semakin menjauhkan arti semakin tak kumengerti kelindan gemuruh riuh gaduh tak bisa kutuliskan kecemasan berebutan kata-kata yang mungkin tak terbaca tidak bisa kau […]

Hingga Subuh Pergi

siapa itu yang mengetuk-ngetuk rindu mengantarkan kecupan bayang semu semilir pada kelopak ranum subuh tetes embun mempermainkan daun waru raung gigil di rona wajah pagi aku lupa belum menjangkau pintu menemukan ketukan beruntun memanggilku mengajak bertemu menyusun aroma pada sehampar pagi pada keluasan teduh matamu selalu mendaras kitab suci hingga subuh pergi kampungmanis, Mei 2020

Tanpa Puisi

hari ini aku tidak posting puisi saatnya merayakan idul fitri mohn maaf untuk semua sahabat jika ada kata-kata yang kurang berkenan selama ini

Kau Begitu Tahan

kau menyulam luka pada jarum waktu menenun benang-benang sepi dalam remang riuh selalu kau biarkan acuh, padahal menggemuruh kibaran luka itu menyeruak begitu saja menumbuhkan nanah yang memercik perih kau begitu tahan, seperti tidak terjadi apa-apa kesedihan sudah makanan keseharian menempa hingga kering air mata kampungmanis, mei 2020

Jalan Pulang Belum Ketemukan

antara gerimis dan matahari pagi sebaris percakapan di ruang makan begitu sabar menghirup aroma sepi yang kutanggalkan pada bangku kosong di sudut ruangan meninggalkan catatan rindu berpendaran goresan membekas kian dalam tak tahu kapan bisa dipertemukan sedang jalan pulang belum ketemukan kampungmanis, mei 2020

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

Blog1957

Blog1957

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Writing, Creativity, Awareness, Insight, Recovery, Identity, Message, Behavior, Relationships, Mental Health, Monsters, Christianity ©Tamara Yancosky - BBYCGN - Monikajeneva (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)