4 Komentar

Kutengok Sesekali Ranting Kering dan Daun-daun

sesekali kutengok ranting yang melapuk
lepas menunggu jemari angin menggamit
berderak pelan, berkeping patah-patah
gugur perlahan dalam dekapan musim
tak lagi penting, dapur tak memintamu
sumbu pemanas tungku tinggal masa lalu
tangan-tangan mungil tak ada yang memungut
ikatan-ikatan yang tak lagi diperlukan
memanggul ranting kering dibawa pulang
ah, itu hanyalah masa kanak-kanak
dulu, sebelum nyala biru ditungku
tanpa meninggalkan setumpuk abu
tanpa jelaga menyelinap di lubang hidung

sesekali kutengok daun-daun yang melayang
di kebun belakang, ketika pulang dari perantauan
bersama angin bercanda membelai daun kuning
juga kecoklatan dirayu meninggalkan ranting
selesai memberikan arti pada batang
yang berkembang semakin menjulang
digantikan tunas daun baru setiap kali
musim semi mengajak menjebol kulit batang
pelan-pelan mengembang hijau dedaunan
semak belukar tak karuan, merayap pelan-pelan
lama lama menguasai keadaan
kemana mereka para penggarap lahan
yang rajin membabat gulma di kebun belakang
tanaman singkong yang semakin jarang
tak ada yang membabat ilalang
dibawa pulang ke kandang
rupanya kerbau dan sapi
telah diuangkan,
gampang dalam penyimpanan

kampungmanis, Mei 2020

Iklan

4 comments on “Kutengok Sesekali Ranting Kering dan Daun-daun

  1. Rungkut tanaman
    Dan riuh binatang
    Kian hari
    Semakin menghilang 🙂

  2. Such an intelligent poem. I love the details of the leaves and nature. It’s a beautiful poem even after I read it translated.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

True Love for Sale

by Peach Berman

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly Integrating the Spiral

Spirit, Mind, Body, and Soul Spiral Paths to Freedom

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

BBYCGN Writing

Spiritual And Mental Health Via Creative Writing, Short Stories, Poetry, Quotes, Art

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: