Tinggalkan komentar

Membelah Rembulan di Rembang Petang

Di tengah ladang penggembalaan, menggerombol dalam pelukan. Seperti ujung pedang lancip menjulang, membelah rembulan di rembang petang. Bergoyang pelan seirama angin berdendang. Tanpa tumbang. Tumbuh berdesakan di musim hujan. Tipis, lentur selentur benang, tajam menyayat setajam pedang. Aku hanya lengang menunggu petang. Entah janji apa yang menyayat penantian. Teriris iris pedih kupasan bawang menguarkan air memerih.

Putih pada malai yang menjuntai. Tanpa ranting menopang badan, langsung menjuntai ke langit. Menyongsong musim kering menggelinding. Begitu bermanja bermain bersama angin. Terbang semaunya menjangkau sekenanya. Terhempas lepas, hilang rupa hilang jejak. Kadang terinjak. Aku terlena pada penantian fana. Mengapa harus bertemu dengan luka. Hanya berharap pada riak prasangka. Bahu sunyi tak mengabarkan apa-apa.

Kemarau lampau yang menyita perhatian. Menggosongkan rumpun ilalang, tanpa menghilangkan jejak kenangan. Pembakaran semena-mena menyisakan onggokan bonggol bahan pertumbuhan, sedikit terbenam bersama sekam sisa pembakaran. Jangan salahkan kemudian tumbuh menerkam tak mengijinkan peran selain yang serumpun. Alelopati mencengkeram dalam benam akar. Menyelusup menghalang selain yang senama. Tak ada pembicaraan, tak ada perjanjian.
Kita tak pernah menyepakati janji. Untuk apa aku menanti. Di sini, di stasiun kereta ini. Gerimis menepi.

Kampungmanis, mei 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

il Blog

il Blog

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

The Wholly Integrated Self

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Awareness, Insight, Creativity, Writing, Behavior, Identity, Power, Mental Health, Recovery, Message, Relationships, Monsters, Survival, Christianity, Copyright ©BBYCGN - Yancosky - (All Rights Reserved) Updating all posts and memes, while adding new content!

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: