Tinggalkan komentar

Samar Bayang

pada samar bayang melambai
menggapai punggung masa berladang
di kebun belakang menebar persiapan
menghadapi kemarau yang kering
membawa linggis mencongkel
bongkahan tanah sekepala manusia
mengambil umbi singkong
dihadapkan pada terik sepanjang hari
tabungan pelepas lapar musim kering
bongkahan tanah tabungan kesuburan
persiapan menerima gogo rancah

sesekali aku pulang dari perantauan
menelusuri jejak masa berladang
menumbuk singkong kering
di teras belakang
kadang sengaja menghadangkan
singkong setengah kering di atap hujan
ditumbuhi semacam jamur menghitam
disiapkan jadi hidangan waktu senggang
bersama teh sepeminuman
hanyalah makanan kampungan

kampungmanis, 24 Juni 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Creative Writing, Quotes, Analogies ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: