Tinggalkan komentar

Biarkan Bagiannya

tak perlu ada yang dibuang
biarkan itu tetap dalam remang
di luar berjalan mengelilingi taman
sederhana saja pada yang disuka
nanti juga akan melewati senja
tertelan terbenam dalam kelam
secara sendirinya tanpa
kita upaya benamkan

potret yang kemaren
kita pesankan di pinggir jalan
pada paparazi menjajakan
karyanya di bawah rindang
sepuluhan ribu boleh dalam
penawaran atau cukup pajangan
keasyikan yang kadang lupa
tak ada yang mau membayarnya

langkah yang sesekali
menengok punggung
juga bercermin pada potret
usang mengenang
apa yang telah dilakukan
sekali lagi, tak perlu dibuang
biarkan bagiannya
yang akan menceritakan
memberikan kesan kesejarahan
bagi siapa saja yang kemudian
mengambilkan dalam ingatan

kampungmanis, 10 juli 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

la stanza di Agos

la stanza di Agos

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly integrated

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Writing, Creativity, Awareness, Insight, Recovery, Identity, Message, Behavior, Relationships, Mental Health, Monsters, Christianity ©Tamara Yancosky - BBYCGN - Monikajeneva (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: