4 Komentar

Kita Hanyalah Tumpukan Masa Silam

kerap kutemukan lambaian membasah
berisik pada cerita yang kembali
dituturkan bergantian, saling berkelindan
padang yang sama-sama ditinggalkan
semestinya jamur juga ilalang
bertumbuhan melebatkan

tidak sedikit
langkah yang berubah
semestinya juga kita ceritakan
pada senyuman malu-malu
bocah salah tingkah
berlarian meminta berkah
tengadah tangan
pada simbah

aku
bersama juga dengan kalian
menerima pagi bergegas
kaki-kaki telanjang
menuju madrasah
yang kini makin megah
termasuk bingkisan perbaikan
yang kita bicarakan waktu lebaran

kampungmanis, 13 juli 2020

4 comments on “Kita Hanyalah Tumpukan Masa Silam

  1. Kampung manis itu nama daerah kah, Pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

la stanza di Agos

la stanza di Agos

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly integrated

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Writing, Creativity, Awareness, Insight, Recovery, Identity, Message, Behavior, Relationships, Mental Health, Monsters, Christianity ©Tamara Yancosky - BBYCGN - Monikajeneva (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: