4 Komentar

Kepulangan Kali Ini

Sepagi ini setelah melewatkan stasiun kereta api. Hangat sambutan masih seperti dulu. Di beranda bersama-sama ceria. Mungkin akan ada tagihan yang tertunda. Cerita perjalanan atau cukuplah suguhan segelas kopi pahit mungkin juga sepiring cemilan sebelum dipersilahkan rebahan. Bertemu kembali diobrolan makan siang.

Di rantau gerimis akrab menyapa, menerpa genting tanah, bahkan berisik pada spandek selingan dengan angin yang sering bertanding. Orkestrasi sepanjang musim. Tiba-tiba saja atap seng melayang menghadang jalan setelah angin berisik mengganggunya. Atau listrik padam sebagian, mungkin cukup beberapa petak hunian saja. Seperti pernah kualami dulu. Hujan sebagian, hanya berjarak puluhan meter benderang. Berkali-kali kunikmati batas hujan begitu nyata. Kadang juga di depan rumah.

Telah lama kusimpan kisah-kisah di pegunungan. Tanah berdebu melebihi kampung halaman kita. Matahari hanya sekejap berjaga, sebelum lelap didekap kabut yang berkedut. Ah, sedihnya saat kumat alergiku tak tahan dingin juga debu yang selalu mengganggu. Tiada henti menyambangi. Apalagi saat pesta agustusan. Pawai karnaval menebalkan larikan debu yang sedang puncak musimnya. Masih ada juga konon bencana asap bertuba, telah banyak menghilangkan banyak nyawa. Atau juga embun upas yang teramat ditakuti. Kedatangannya adalah merugian besar bagi petani, ketiadaan jadi panen raya. Mudah untuk beli kendaraan baru.  

Kisah belajar yang tak banyak untuk diceritakan. Ah, biasa-biasa saja.     

4 comments on “Kepulangan Kali Ini

  1. What a lovely story and you write so well 🙂

  2. Menyaksikan batas hujan adalah hal yang terasa ganjil, menakjubkan, sekaligus menimbulkan hasrat untuk menemukannya lagi

Tinggalkan Balasan ke sunarno Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

Blog1957

Blog1957

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Writing, Creativity, Awareness, Insight, Recovery, Identity, Message, Behavior, Relationships, Mental Health, Monsters, Christianity ©Tamara Yancosky - BBYCGN - Monikajeneva (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: