2 Komentar

Mengunyah Kata-kata

mengunyah kata-kata tiada habisnya
lantang sepanjang jalan teriakkan ketimpangan
ketidakmerataan pendapatan bagi orang-orang
terngiang-ngiang di telinga kiri juga kanan
setiap kepulangan yang kulakukan
setiap keberangkatan yang kuikutkan
dari kota ke kota entah berapa kali sudah
berganti wajah-wajah yang diberi petuah
terminal pun ada yang telah pindah
menjauh dari pusat kota, pusat ketimpangan
yang lantang kau kunyah kata-katanya
tanpa bosan meneriakkan ketimpangan
sambil menunggu recehan yang diulurkan
kadang beberapa orang kau pilihkan
tak setiap uluran kau terimakan

kampungmanis, 16 Oktober 2020

2 comments on “Mengunyah Kata-kata

  1. Salam kenal kak, nice post ☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire - Survival Through Faith

Passion Inspires, So Set Your Words On Fire! ©Tamara Yancosky - BBYCGN (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: