8 Komentar

Hari Ini

Hari ini hanya membaca kembali postingan lama. Beberapa puisi kubaca ulang. Kadang mendapatkan diri harus berkerut juga untuk mengingatnya, kenapa saat itu menuliskan puisi begini. Apa yang kemasudkan saat itu. Kadang juga merasa banyak hal tak terduga yang bisa kutuliskan.

Menulis puisi memang mengasyikkan. Kadang dapat mengurangi rasa penat, juga suntuk. kadamg pula bagian rekreasi dalam mengatasi kejenuhan.

Cukup sekian dulu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

la stanza di Agos

la stanza di Agos

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly integrated

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Writing, Creativity, Awareness, Insight, Recovery, Identity, Message, Behavior, Relationships, Mental Health, Monsters, Christianity ©Tamara Yancosky - BBYCGN - Monikajeneva (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: