Tinggalkan komentar

Aku Takut Membuka Jendela

Biarkan dalam rapatnya. Mengatup daun-daunnya tanpa keriap gerendel dibuka. Musim telah mengikat erat, lama berpelukan dengan kusennya. Pada hujan yang telah diserap, makin mantap kembung seperti habis minum. Taka da yang menghitungnya zaman telah berubah, berganti yang memerintah berkali-kali. Entah siapa yang juga peduli.  Hidup yang masih saja begini.

Kisah simbah, semasa penjajah sering menjarah, pura-puranya latihan menghadapi keadaan darurat, semua harus merayap ke rumah tua beratapkan tanah keras, tanpa jendela yang bisa dibuka, ruang-ruang sekat seadanya tak peduli pengap, asal masih bisa merayap latihan keamanan, saat perang asia raya tak lagi kagetan menghadapi kenyataan perang pun menjarah sampai perkampungan.

Sebelum datang perang asia raya yang dikatakan besar-besaran, perintah tentang rumah dalam tanah yang harus terus dibuat bersama-sama tak bisa dibantah. Bukit terjal keras berbatu cadas dilibas dengan perintah ganas, harus tuntas sebelum perang melibas perkampungan, siap merangkak meringkuk bersama-sama mencari perlindungan dari tembakan menggasak dari udara, entah dari tantara mana, sesekali diperintahkan sebagai bentuk latihan.

Akal busuk yang disembunyikan sebagaimana menyusun rapi rumah-rumah di bawah tanah perbukitan, disuruh masuk ketika ada tetatabuhan tanda ada perang ternyata siasat akal-akalan menghabiskan isi ladang diangkut seenaknya yang sebenarnya melakukan penjarahan dengan dalih persiapan dan latihan perang. Simbah marah tak karuan sayangnya tak berani hanya sekedar membuka jendela. Maka biarkan tetap dalam gelap, penjarahan berulang, gua di perbukitan saat banyak orang latihan upaya penyelamatan.

Sumpah serapah simbah tumpah, tetap saja hanyalah berseliweran dalam kepala tak berani menentang kehendak penjarah, maka biarlah jendela rumah kita tetap tak dibuka, meski musim dan penguasa telah berpindah.

Kampungmanis, 21 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

Blog1957

Blog1957

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly integrated

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Awareness, Insight, Creativity, Writing, Behavior, Identity, Power, Mental Health, Recovery, Message, Relationships, Monsters, Survival, Christianity, Copyright ©BBYCGN - Monikajeneva (All Rights Reserved) Updating all posts and memes, while adding new content!

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: