Tinggalkan komentar

Bagaimana Aku Merapalkan

Bagaimana aku membayangkan merapalkan angka-angka di depan menara, tugu pelajar yang berkibar dipegang dua orang remaja melambai entah memanggil siapa, jalanan begitu ramai, anak-anak sedang pulang pada matahari telah tinggi beberapa hari lalu bergeser dari arah selatan, perubahan musim selalu terjadi kata bu guru yang mengajar geografi.
Aku tak bisa berhenti di depan menara yang tugu pelajar itu. Tak merasa yang dilambai dipanggil. Tetap kuayunkan langkah ke arah matahari terbenam, kau tahu kenapa. Ya, ke sanalah orang tuaku tinggal. Jalan kaki dua puluh menit cukup dua kilometer. Tak peduli kondektur menawarkan tumpangan, tentu berbayar, meski seratus rupiah. Seratus rupiah? Ya, tepat untuk saat itu. Aku lebih memilih meniti jalan setapak yang sebenarnya terasering sawah. Asalkan tidak sedang ditambal, diperbaiki agar tidak pecah-pecah, tidak patah, tidak terbawa arus air yang kadang bisa juga deras. Ada sungai kecil menjadi sabuk kampung. Aku biasa menitinya sendirian atau kadang dengan satu, mungkin dua teman.       
Bagaimana aku merapal huruf-huruf arab di depan teman-teman melingkar di dekat kentongan juga bedug di serambi depan milik masjid kampung kami. Sebelum lampu petromak kehabisan angin untuk kembali dipompa, atau kehabisan bensin, maka pulanglah semua atau cukup telentang sampai tidur sungguhan. Jika malam minggu datang, saatnya nonton akhir pekan di layar hitam putih milik pak lurah di tepi jalan raya. Semoga tidak ada hujan.
Kampungmanis, 21 Pebruari 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

il Blog

il Blog

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

The Wholly Integrated Self

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Awareness, Insight, Creativity, Writing, Behavior, Identity, Power, Mental Health, Recovery, Message, Relationships, Monsters, Survival, Christianity, Copyright ©BBYCGN - Yancosky - (All Rights Reserved) Updating all posts and memes, while adding new content!

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

<span>%d</span> blogger menyukai ini: