1 Komentar

Satu Persatu Nama

   

kata-kata berdekapan menderetkan 
alinea menceritakan kisah di antara rak-
rak yang debu berlekatan bergantian 
berulang kesedihan tangan-tangan 

mengokang senapan memperebutkan 
kekuasaan hingga pembangunan 
jembatan yang kini bisa kita saksikan 
kekokohan tiada tandingan dalam 

bayangan kita berapa banyak nyawa 
ditumbalkan demi penghubung yang 
diupayakan melebarkan kolonial 
di samping terminal bisa dibaca sesiapa 

saja yang tenggelam sebagai pejuang 
mengharumkan aroma pertahanan 
bangsa menjaga tumpah darah berderet 
satu persatu nama-nama yang tetap saja 

aku tak bisa mengenalinya tak ada nama 
ayah atau ayahnya ayah 

kampungmanis, 14 juli 2022      

One comment on “Satu Persatu Nama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

True Love for Sale

by Peach Berman

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly Integrating the Spiral

Spirit, Mind, Body, and Soul Spiral Paths to Freedom

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

BBYCGN Writing

Art & Creative Writing Via Poems, Rhymes, Songs & Stories

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: