1 Komentar

Bersama Membangun Desa

Membangun desa sebagaimana konteksnya di dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 setidaknya mencakup berbagai upaya untuk mengembangkan keberdayaan dan pembangunan masyarakat desa di bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan. Implementasinya pelaksanaan program ini tdak cukup hanya menyediakan basis dukungan finansial terhadap rakyat miskin, tapi juga diperlukan untuk mendorong usaha ekonomi desa dalam artian yang lebih luas.

Desa merupakan satuan wilayah administrasi dengan kepadatan penduduk yang cenderung rendah. Kecuali beberapa tempat di Jawa Barat (karena penduduk Jawa Barat seperlima penduduk nasional). Desa pada umumnya memiliki potensi ekonomi yang khas, yang tidak dimiliki oleh perkotaan. Pada umumnya potensi utama desa adalah bidang pertanian dan peternakan, sebagian di antaranya juga memiliki potensi perikanan. Potensi ini secara langsung berkaitan dengan sumber daya alam. Lingkungannya tergantung bagaimana bahan pangan dan bahan mentah dihasilkan.

Kondisi kemasyarakatan desa sangat mendukung untuk berkembang bersama, maju bersama. Suasana harmonis, saling tolong menolong, gotong royong masih melekat dalam budaya masyarakat desa. Secara geografis, desa berkaitan langsung dengan potensi alam yang ada, sehingga desa memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih baik dari segi ekonomi yang sekaligus akan berpengaruh pada taraf hidup masyarakatnya. Potensi desa masih banyak yang belum termanfaatkan secara optimal karena penduduk desa sedikit banyak mengalami krisis penduduk usia produktif. Tidak jarang desa hanya dihuni oleh orang-orang tua dan anak-anak. Orang tua tingkat inovasi dan produksinya sudah menurun, sedang anak-anak belum mencapai taraf produktif. Para pemuda yang sedang matangnya usia produktif, tidak sedikit yang memilih melakukan urbanisasi, baik untuk tujuan pendidikan maupun mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih layak. Akibatnya potensi desa menjadi terbengkalai.

Beberapa desa telah mengalami pergeseran terhadap pemanfaatan lahan pertanian. Lahan perkebunan semakin banyak yang tidak terawat dengan baik. Tumbuh semak belukar dengan beberapa tanaman yang tidak membutuhkan perawatan serius. Akibatnya tanah kurang menghasilkan sesuatu yang produktif. Hanya mengandalkan kemurahan alam saja.

Tidak bisa dipungkiri, generasi muda pelan-pelan kehilangan ketertarikannya pada bidang pertanian dan peternakan. Kebiasaan yang seadanya dalam memanfaatkan potensi desa ditambah lagi tingginya biaya produksi, masih juga industri semakin menjanjikan kemudahan pendapatan, merangsang para pemuda melepaskan warisan pertanian ke industri yang lebih memberikan jaminan kepastian tiap bulannya.

Akibatnya desa semakin hari tidak memiliki harapan penghidupan yang layak dan lebih baik. Padahal tidak sedikit potensi yang bisa dikembangkan dalam rangka mencapai desa yang sejahtera dan mandiri baik secara pangan maupun ekonomi.

Perlu disadari bahwa kebutuhan pokok masyarakat dipenuhi dari desa. Kebutuhan paling hakiki berupa ketersediaan pangan sebagian besarnya berasal dari desa. Meskipun sebagian pengolahan ada di kota, tetap saja bahan baku dan bahan mentah berasal dari desa. Potensi ini perlu mendaptakn porsi perhatian yang lebih besar agar desa dengan tegak mampu memandirikan masyarakatnya, mengikat para warganya agar tidak lagi tertarik meninggalkan desa. Tumbuh bersama mengelola potensi yang ada. Berkembang bersama membangun desa, terutama sektor pertanian dan peternakan. Era saat ini potensi pariwisata dapat digabungkan menjadi agrowisata. Pertanian sekaligus sebagai obyek wisata. Istilahnya tempat-tempat yang instragramable pedesaan saat ini justru semakin menarik untuk dikunjungi. Suasana alamnya yang masih minim polusi tidak salah kemudian bisa berkembang menjadi area wisata yang menjanjikan kemajuan ekonomi masyarakatnya.    

One comment on “Bersama Membangun Desa

  1. We live on one acre corner of a 100 acre farm. The farmer has 3 sons. They are all grown up now and although one of them did a university degree in agriculture none of them are going to work on this farm. They grow soybeans , winter wheat and corn crops.
    I do not know what will happen to the farm when the farmer is older.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

True Love for Sale

by Peach Berman

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly Integrating the Spiral

Spirit, Mind, Body, and Soul Spiral Paths to Freedom

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

BBYCGN Writing

Creative writing, bizarre stories, original quotes, raw poetry and authentic artwork as a pathway for powerful feelings, emotions, thoughts and experiences.

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: