bisu

Tak Berjudul

kau bilang jangan terprovokasi tak ada kaitan dengan keyakinan hanyalah urusan internal mereka kubilang kamuflase basi retorika sana sini sembunyikan fakta asli sekedar upaya orasi Iklan

Ironi Sebuah Negeri

Benar-benar sebuah ironi. Pemilik tanah yang sah dianggap penyerobot. Dianggap sebagai pendatang haram yang disia-siakan, diintimidasi, dihinakan, dintai, bahkan jika perlu dienyahkan. Indentitas asli yang dianggap mengotori itulah sebab

Rindu Itu

Entah ini kerinduan yang keberapa. Dan kali keberapa pula aku tak sanggup menggoreskan menggenapi kata rindu. Aku tak tahu. Mungkin karena tak ada dalam kamusku hitung menghitung waktu. Telah lama jeda itu meraja. Tak sehuruf pun yang bisa kugoreskan menjadi kata agar ladang itu tetap

kukira

Kukira semakin mahal harganya semakin besar nilai zoom nya. Kukira semakin besar peralatannya semakin besar zoom nya, Dan aku sendiri awalnya tak tahu zoom yang dimaksud apa Baru kemudian kutemukan di google ada optical zoom dan ada digital zoom Zoom optical yang lebih riil ternyata Maka Aku tak jadi pilih karena harga Juga tak pilih […]

Kali Kesekian

kali kesekian aku jadi juara pertandingan yang tak pernah kudaftarkan pemenangnya dapat mobil mewah katanya sudahlah untukmu saja

Bolehlah

bolehlah kuabaikan fatwa ahli peran memfatwakan ahli fatwa mungkin saja ia ngakak tertawa bila kubicara seolah ahli peran ahli peran kok diajari bersandiwara hanya oleh orang awam

Inginku

ingin kugoreskan kembali sederet rindu yang pernah kuimpikan, kuinginkan sejak masih kanak, saat belajar kata begitu menggebu, menggelorakan jiwa rasa itu entah masihkah ada di sela kebisingan kata di antara rumus-rumus kimia matematika, fisika, ah, kadang sayup-sayup terasa menggelitik sejumput rindu yang mungkin tersisa masihkah tersisa? : entahlah