kampung halaman

Pergi Pulang yang Tak Karuan.

Desir samar-samarnya kian samar-samar seperti desir gerimis di teritisan yang kehilangan awan. Angin nakal mempermainkan dedaunan tak mau menyerap tetesan gerimis. Meliuk-liuk menjatuhkan buliran air melesat lenyap terisap debu yang ditinggalkan roda kendaraan. Kelebat mimpi sekejap tak meninggalkan bekas. Sepi semakin membentur lengang. Di kejauhan awan mengiringi matahari menuju titik persembunyian. Petang tak lama lagi […]

Suara di Depan Rumah Hinggap di Tanaman Jati

Kau dengar gemericik di depan rumah itu? Itu bukan hujan bukan pula sungai, tak ada basah yang kita temukan. Selokan hanya berisi daun-daun kering yang lepas dari ranting. Menumpuk kapan-kapan kita bakar. Halaman rumah tetap berdebu, mudah tersibak oleh telapak kaki yang berlalu. Suara yang tak pernah kita temukan saat masih penuh rumpun bambu. Musim […]

Pulang Lewat Stasiun Balapan

Pulang Lewat Stasiun Balapan Menyesap ingatan setelah berjalan melingkar-lingkar turun dari kereta saat keluar dari stasiun balapan para sopir taksi dengan senyuman mengembang menawarkan antaran menerabas hujan mobil di parkiran nyaris tanpa menyisakan ruang apalagi gerimis menyambutku datang lupa aku tidak membawa payung lebar kenangan dari koran bertahun silam saat berombongan belanja buku di senayan […]

Di Tegalan Ini

di tegalan ini daun jati berkali kali pergi melepaskan diri oleh pukau kemarau menghisap yang basah. Tandas sudah kering adalah musim yang sering meninggalkan serasah menutupi tanah kadang dipermainkan angin melenting jatuh ke tebing-tebing, mengisi relung di tegalan ini daun jati berkali-kali bersemi menyambut datangnya pergantian musim rerintik yang mengabut sampai mengguyur pelan-pelan kuncup melebar […]

Tinggal Tulang Daun Memucat

seperti suara desau seperti rerintik jatuh menerpa daun hijau tak sampai ke tanah ritmik yang indah terdengar sepanjang malam ternyata tak ada gerimis begitu jelas saat jelang subuh tidak juga membentuk embun tidak ada mendung menggelantung butiran-butiran kecil jatuh hitam tak melebihi besarnya klenteng biji kapuk randu di belakang rumah teranggok di tanah, di sela […]

Rindu Tanah Basah

aku rindu aroma tanah basah. menghela sepasang kerbau menarik bajak. melumerkan tanah berbongkah-bongkah menjadi bubur. kecipak air menerpa wajah. menikmati lenguhan istirahat berkubang dalam lumpur. suap demi suap nasi putih yang lezat. sedikit kuah buah kluwih aku rindu menghirup aroma tanah. tanah berlumpur subur, kaki yang membenam melangkah menancapkan benih padi. laku mundur teratur bersama […]

Dari Bingkai Jendela Kereta

tanpa asap rokok serasa hari tak beranjak aku duduk di kursi lewat bingkai jendela kulihat pohon-pohon bambu, jati, semak-semak bergantian berseliweran sawah yang berbeda-beda petak-petak rapi sebentar bergeser menjadi bebukitan takjubku tak hilang ada yang siap panen ada yang sedang tanam juga ada yang baru persiapan tak ketinggalan pula masih ada yang belum diapa-apakan serasa […]

TERSAMARNYA INGATAN

Ingatanku padamu tersamar Makin ramai saja lalu lalang di jalan aspal Roda dua yang tak lagi hanya satu dua Derunya bersahutan serasa semakin asing Gedung sekolah berganti wajah Hidung mencium berbagai aroma rasa Memanjakan selera Ingatanku padamu tersamar Beringin itu tak lagi berdiri gagah Lenyap dari tempat mencengkeram tanah Atas nama pelebaran jalan Tuntutan kendaraan […]

ZIARAH

Di sela kemarau, batu nisan Aku sengaja bertandang Menggali kembali kenang Melayang saat silam Dituntun tangan kanan Ziarah ke bawah kamboja Disebutkan itulah paman Cukup kujawab anggukan Belum pernah kutemukan Meski gambar wajahnya Maklum belum jaman digital Tak seorang pun selfian Lebaran kemaren, batu nisan Aku tak sempat bertandang Doa tetap kupanjatkan Wajah kurus kumis […]

ZIARAH

Di sela kemarau, batu nisan Aku sengaja bertandang Menggali kembali kenang Melayang saat silam Dituntun tangan kanan Ziarah ke bawah kamboja Disebutkan itulah paman Cukup kujawab anggukan Belum pernah kutemukan Meski gambar wajahnya Maklum belum jaman digital Tak seorang pun selfian Lebaran kemaren, batu nisan Aku tak sempat bertandang Doa tetap kupanjatkan Wajah kurus kumis […]

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Creative Writing, Quotes, Analogies ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)