kenangan

Berbagi Cerita Masa Silam

Berbagi cerita tentang kunang-kunang kelap kelip sebelum tiang listrik dipancangkan tepi desa banyak berenang di udara selang seling dengan rasi bintang menyambangi kembang padi menuju ranum sebelum diterbangkan angin Rasanya ingin ikut terbang mengendarai seribu kunang-kunang, keliling menyambangi kampung sebelah menengok apakah mereka juga akan segera panen bisa pesan jerami yang tebal-tebal segar dibawa ke […]

Dalam Hujan yang Tak Seberapa

dalam hujan yang tak seberapa lebat kutemukan papan catur di perempatan kisah anak sekolah yang pongah merasa juara menantang permainan di pos ronda padahal tak dikenalnya si bapak yang ternyata lebih juara maka terjungkallah kesombongannya sambil menerabas gerimis yang miris melihatnya meringis tak tahan malu tiba-tiba dikalahkan aku lupa di buku bahasa indonesia kelas berapa […]

Ingatanku Gagal Menggambar Seraut Wajah

Menjawab waktu pada tunggu musim berlalu. Padi menguning pelan merunduk bertasbih sebut-sebut asma-Mu. Cericit pipit bersahutan mencicip bulir-bulir bernas. Dihalau sesekali dengan keloneng kaleng bekas di pagi menyibak sunyi. Memecah tetes embun. Memecah kesunyian hati. Gundah oleh entah. Pipit menyebar mencari selamat. Cepat-cepat mengepakkan sayap mengintai lena pemilik sawah. Menyambangi bulir matang di pagi hari. […]

Pergi Pulang yang Tak Karuan.

Desir samar-samarnya kian samar-samar seperti desir gerimis di teritisan yang kehilangan awan. Angin nakal mempermainkan dedaunan tak mau menyerap tetesan gerimis. Meliuk-liuk menjatuhkan buliran air melesat lenyap terisap debu yang ditinggalkan roda kendaraan. Kelebat mimpi sekejap tak meninggalkan bekas. Sepi semakin membentur lengang. Di kejauhan awan mengiringi matahari menuju titik persembunyian. Petang tak lama lagi […]

Tentang Merapi yang Kukenang

Telah kuterima kabar dari kampung halaman. Ada semburan enam ribu kilometer tingginya. Baru saja subuh beranjak di awal maret. Berlangsung empat ratus lima puluh detik mengalir menuju kali Gendol. Waspada tetap dijaga. Kabarnya aktivitas sebelah barat tetap biasa, pada kampung paling puncak. Abu meliuk ke utara sampai kota. Segera lenyap dibasuh hujan. Lengan kenangan menarikku […]

Sepagi ini Hujan pun Bernyanyi

Sepagi ini hujan pun bernyanyi. Tempias merembes mengusap dinding kayu. Dingin tak terhindarkan segera merasuki. Pintu rumah, jendela dan juga kusen-kusennya lembab semakin rapat. Kehilangan celah setelah kemarau jauh-jauh meninggalkannya. Tanpa teman derit ketika membuka. Tak kusangka tangan kenangan menggapai-gapai sampai pada punggung masa kecil. Setelah takut terlalu senja maka kuyup dijalani. Was-was jika ibu […]

Pulang Lewat Stasiun Balapan

Pulang Lewat Stasiun Balapan Menyesap ingatan setelah berjalan melingkar-lingkar turun dari kereta saat keluar dari stasiun balapan para sopir taksi dengan senyuman mengembang menawarkan antaran menerabas hujan mobil di parkiran nyaris tanpa menyisakan ruang apalagi gerimis menyambutku datang lupa aku tidak membawa payung lebar kenangan dari koran bertahun silam saat berombongan belanja buku di senayan […]

Di Tegalan Ini

di tegalan ini daun jati berkali kali pergi melepaskan diri oleh pukau kemarau menghisap yang basah. Tandas sudah kering adalah musim yang sering meninggalkan serasah menutupi tanah kadang dipermainkan angin melenting jatuh ke tebing-tebing, mengisi relung di tegalan ini daun jati berkali-kali bersemi menyambut datangnya pergantian musim rerintik yang mengabut sampai mengguyur pelan-pelan kuncup melebar […]

Suatu Pagi di Pare Kediri

apa yang bisa kutuliskan pagi yang lengang di penginapan begitu mewah, bukan karena bangunan halaman luas penuh pohon buah-buahan berseling kamboja dan jenis rerumputan kolam renang tak begitu dalam pas untuk anak-anak ah, tak seorangpun di kolam renang juga tak kutemukan lalu lalang orang hanya satpam dan resepsionis di depan saat jam sarapan akan kelihatan […]

Di dalam Kereta

dua puluh tahun lalu lalu lalang asongan melebihi keramaian pasar apa yang dibutuhkan tinggal pesan bahkan yang tak dibutuhkan ditawarkan pengamen seperti saling janjian tak pernah saling temu tapi selalu digantikan tukang sapu, semir sepatu menawarkan jasa asap rokok bersaing dengan bau keringat campur aduk aroma makanan penumpang susah selonjoran riuh oleh berbagai obrolan pagi […]

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Creative Writing, Quotes, Analogies ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)