prosa lirik

Sebentang Jalan yang Masih Kurawat dalam Ingatan

Mengapa kau biarkan hujan yang lincah itu mengobrak-abrik sunyi. Merapatkan pintu kayu menyerap dingin yang meninggalkan kemarau. Di ujung kampung becek tanah basah dimainkan bocah. Tertawa saling melumeri melempari lumpur tanpa resah. Sebentang jalan yang masih kurawat dalam ingatan. Prenjak yang nyinyir di depan rumah, tak mau kalah mengabarkan akan kedatangan. Kata orang-orang tua, entah […]

Suara di Depan Rumah Hinggap di Tanaman Jati

Kau dengar gemericik di depan rumah itu? Itu bukan hujan bukan pula sungai, tak ada basah yang kita temukan. Selokan hanya berisi daun-daun kering yang lepas dari ranting. Menumpuk kapan-kapan kita bakar. Halaman rumah tetap berdebu, mudah tersibak oleh telapak kaki yang berlalu. Suara yang tak pernah kita temukan saat masih penuh rumpun bambu. Musim […]

dari Mulut ke Mulut

Dari mulut ke mulut. Lanjut terus dilanjut. Konon ceritanya katanya telah diceritakan. Sambung menyambung dari lidah ke telinga, menyebar ke banyak telinga tentang yang telah diceritakan bersama-sama. Kisah yang diulang-ulang, menggulung, tambal sulam seperti menanam, menggelinding ke sana ke mari seperti bola salju. Menggerus di setiap lekuk perjalanan. Selera pencerita turut menambah garam keindahan. Makin […]

Lapangan Rumput, Embun Mengedut

Lapangan rumput, embun mengedut susut. Sebelum dipangkas mesin pemotong yang meraung-raung menyentak telinga. Serangga menyelip mencari bunga mencari dasar bunga, menyesap manis bunga menjerat nektar sekenanya. Berpesta. Disela-sela rumput. Belalang memotong-motong rumput kekenyangan. Tanpa raungan. Juga melepaskan kotorannya. Lapangan rumput, matahari membuat terang. Embun makin susut makin hilang, mengawang menghadap langit menjadi awan. Serangga masih […]

Pentas yang Hanya Sepintas

Di panggung yang tak disaksikan siapa-siapa. Pentas yang hanya sepintas menguras persediaan ingatan yang tak seberapa. Lika-liku yang sulit ditemu menciptakan lorong waktu berkepanjangan. Tiap kelokan menemukan percabangan semakin memusingkan. Tak tahu langkah mana yang harus dituju. Semilir mengusap punggung keringat. Kepada siapa harapan muram bisa dititipkan. Gelombang tak pernah diam menggelontorkan kegaduhan. Kegaduhan pada […]

Basuhan Hujan Seperti Tak Berpengaruh

Datangmu tidak mudah luruh. Basuhan hujan sepanjang waktu seperti tak berpengaruh. Seperti angin tak pernah bisa mengendap. Menyelinap lewat para pelawat yang belum tentu tahu kau telah melekat. Mungkin kami yang terlambat menafsiri isyarat. Tiba-tiba terhenyak kenyataan yang tak diharapkan. Tanpa gelombang mengantarkan gamang. Dikiranya takkan menyapu menyeret serta. Perbedaan suhu lingkungan ternyata sama sekali […]

Lintasan Pikiran yang Menggiring Sepi

Sebuah lintasan pikiran yang menggiring sepi. Tak lagi ditemukan barisan capung meliuk berseling kupu-kupu menyesap cairan madu. Pohon mangga kehilangan serangga penyerbuk. Nektar berserakan tanpa lebah menikmatinya. Madu gagal menjadi cairan kental kecoklatan yang menggiurkan. Tak akan ada buah-buahan menjadi ranum di atas meja. Hanyalah sobekan-sobekan kertas berserakan tak jelas siapa pemiliknya. Sepi di ladang […]

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Quotes, Creative Writing, Copyright ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)