prosa lirik

Untaian Irama Angin yang Berbisik

Pohon pinus yang menyembunyikan sunyi kerap memantulkan strobilus dalam untaian irama angin yang berbisik, memanggil-manggil merindukan jiwa yang lelah berharap pada langkah tanjakan. Menemukan percakapan pelan di depan perapian unggun yang dinyalakan para pekemah –meninggalkan remah-remah sisa kunyahan yang terlepas tanpa disadarinya menuntun sekumpulan semut mendengus aroma lezat yang dapat dijadikan bahan cadangan saat pacelik […]

Tanpa Derai Hujan

Musim yang tentram landai menunggu berlalunya awan tanpa menjatuhkan butiran-butiran di tepi malam juga penghujung siang. Seulas senyuman mengembang demi tanaman makin enak dipandang, gerimis mulai jarang-jarang bahkan semakin jarang sekedar numpang lewat sekejap bukti masih ada. Menguning hamparan luas dipergantian musim. Selalu ditunggu. Musim layang-layang sebentar lagi datang. Tarik ulur di atas ladang tanpa […]

Berbagi Cerita Masa Silam

Berbagi cerita tentang kunang-kunang kelap kelip sebelum tiang listrik dipancangkan tepi desa banyak berenang di udara selang seling dengan rasi bintang menyambangi kembang padi menuju ranum sebelum diterbangkan angin Rasanya ingin ikut terbang mengendarai seribu kunang-kunang, keliling menyambangi kampung sebelah menengok apakah mereka juga akan segera panen bisa pesan jerami yang tebal-tebal segar dibawa ke […]

Ketika Kita Belum di Perantauan

Anak-anak bermain riuh menawarkan gaduh. Senja yang akan menelan matahari di pelataran saling berkejaran. Menata pecahan genting adu cepat dengan lemparan bola kasti. Saling berebut aba-aba membaca tanda. Usaha menyelesaikan permainan atau menghalanginya. Saling beradu siasat cepat. Menemukan kemenangan atau kekelahan, permainan kembali diulang sampai bosan menelan magrib. Tak hirau angin kemarau menjangkau. Mengendap jelaga […]

Membelah Rembulan di Rembang Petang

Di tengah ladang penggembalaan, menggerombol dalam pelukan. Seperti ujung pedang lancip menjulang, membelah rembulan di rembang petang. Bergoyang pelan seirama angin berdendang. Tanpa tumbang. Tumbuh berdesakan di musim hujan. Tipis, lentur selentur benang, tajam menyayat setajam pedang. Aku hanya lengang menunggu petang. Entah janji apa yang menyayat penantian. Teriris iris pedih kupasan bawang menguarkan air […]

Hujan dan Petir

Lecut di angkasa senja menggelegar menyambar dari satu gumpalan ke gumpalan lain. Gumpalan hitam yang semakin menebal bergerak perlahan-lahan. Seperti mengisi tangis baratayuda di kurusetra. Perang tanding saudara sedarah. Gumpalan seperti saling serang, hujan anak panah berseliweran, memenggal mangsa kurusetra yang nelangsa. Bisma menunggu ajal menyerahkan dada pada anak panah Srikandi. Arjuna harus tega melepaskan […]

Gerimis Tak Beranjak

Masihkah kau temukan gerimis, tak beranjak dari dahan-dahan samping rumah. Kapal kertas yang aku larungkan terlindas roda tak bermata. Sayangnya kenapa kapal kertas melintas menyeberang jalan, menguntit selokan yang sedikit meluap, kelebihan beban yang menumpang. Rumput ilalang menghalang lupa belum dicabutkan, terlalu lama menunggu giliran pembersihan saluran. Kaleng rombeng oleng terisi setengahnya ditendang kaki mungil […]

Jangan Menyimpan Ketakutan

Apalah yang ditakutkan selain benalu yang melenakan, semacam candu dihisap pelan-pelan. Rasanya rimbun menyegarkan, naungan teduh tempat menumbuhkan sarang, burung tumbuh beranak pinak. Cabang ranting saling membelit menguatkan dalam genggaman. Pelan-pelan tanpa terasakan, sangat meninabobokkan hisap-hisapan semacam candu menggerogoti perasaan, tetap saja terlewatkan. Serasa obat yang menyegarkan. Sambil bercengkerama, menerima celoteh angin membelai daun-daun. Pelan-pelan […]

Sebatas Kerongkongan Menggenapkan Pita Suara Menggetarkan Nada

Hanya sepi yang kutemui, tak sampai sajak membicarakan dan rima menggantung tak karuan pada larik-larik yang tumpang tindih. Sepi di luar, lalu lalang yang dihentikan. Anginpun, tak lagi berseloroh bersama daun-daun. Sisa gerimis tadi pagi yang masih basah. Ilalang kaku tak beranjak. Keningkir diam tak bergerak. Tak ada burung-burung singgah ke celah-celah beringin di depan […]

Jam Malam Diperpanjang Kabarnya

Rebahkan penat sejenak, lupakan hiruk pikuk siang yang padat, seharian dicambuk kebutuhan yang tak ada habisnya, padahal jalanan lengang tersandera korona, angkutan kehilangan sebagian besar pendapatan. entah sampai batas mana. Menepilah jiwaku yang sudah sepi. Biarlah jalanan berkepul debu, terbahak-bahak mereka yang tetap tergelak. Di pos penjagaan tepi perumahan berkumpul beberapa orang. Menyeleksi yang lalu […]

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Creative Writing, Quotes, Analogies ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)