prosa lirik

Ayat-ayat Memadat

Adakah yang kau rindu menunggui malam selepas menelusuri jejak senja yang tembaga. Di sepanjang tepi mimpi bercabang-cabang memilih keinginan. Tengadahkan tangan sepilihan doa di tengah arus air mata yang mengingatkan luka. Pemakaman puluhan tahun silam kembali terkenang. Ayat-ayat memadat dalam komat-kamit mulut mungil mengalir melandai. Lebah kalah bersamaan mengepakkan dengung. Jelang malam di kampungmanis, 26 […]

Aku Gagal Bertandang

Hujan yang tiba-tiba dicurahkan. Depan rumah penuhgenangan. Meluap melahap jalan aspal. Lalu lalangkendaraan, gelapan. Ada yang gagal melanjutkanperjalanan. Rupanya got kekenyangan. Terlena lama tak adakunjungan hujan. Keberatan menghantarkan serasah.Bukan hanya sampah dedaunan. Plastik berbagai macamwadah tumpah ruah. Masih juga sisa rumputan liar.Menghambat laju gelontoran. Jas hujan lupa dimana ditanggalkan. Aku gagalbertandang. Meskipun hari masih siang.

Sungguh Hanya Itu yang Kupinta

segala payung segala dayung telah disiapkan menadah hujan yang berkepanjangan menjejak setiap petak tanah agar guyurannya tak sampai menenggelamkan keinginan tetap berkembang tak menghayutkan segala pikiran yang ingin kemajuan sebab gelombang pasang tak memilih jalan yang kadang tak bisa kembali pulang tak bisa memilih mana kawan seperjalanan mana karang menghadang juga endapan-endapan tergerus terbawa arus […]

Mengunjungi Petilasanmu

lagi dan lagi aku kembali ke sini, petilasanmu yang tetap tanah. Tidak, aku juga kakak-kakak tak akan membangunnya juga ada kabar aturannya yang belum terlanjur janganlah mencoba menyiapkan batu bata yang telah lama biarkan saja diselimuti lumut yang nanti juga akan mengerak dilarang pemugaran begitu jauh rentang waktu untuk meraih kembali gambaran wajahmu. Sesamar kudapati […]

Bagaimana Aku Merapalkan

Bagaimana aku membayangkan merapalkan angka-angka di depan menara, tugu pelajar yang berkibar dipegang dua orang remaja melambai entah memanggil siapa, jalanan begitu ramai, anak-anak sedang pulang pada matahari telah tinggi beberapa hari lalu bergeser dari arah selatan, perubahan musim selalu terjadi kata bu guru yang mengajar geografi. Aku tak bisa berhenti di depan menara yang […]

Aku Takut Membuka Jendela

Biarkan dalam rapatnya. Mengatup daun-daunnya tanpa keriap gerendel dibuka. Musim telah mengikat erat, lama berpelukan dengan kusennya. Pada hujan yang telah diserap, makin mantap kembung seperti habis minum. Taka da yang menghitungnya zaman telah berubah, berganti yang memerintah berkali-kali. Entah siapa yang juga peduli.  Hidup yang masih saja begini. Kisah simbah, semasa penjajah sering menjarah, […]

Ayat-ayat Memadat

Adakah yang kau rindu menunggui malam selepas menelusuri jejak senja yang tembaga. Di sepanjang tepi mimpi bercabang-cabang memilih keinginan. Tengadahkan tangan sepilihan doa di tengah arus air mata yang mengingatkan luka. Pemakaman puluhan tahun silam kembali terkenang. Ayat-ayat memadat dalam komat-kamit mulut mungil mengalir melandai. Lebah kalah bersamaan mengepakkan dengung. Jelang malam di kampungmanis, 26 […]

Kepulangan Kali Ini

Sepagi ini setelah melewatkan stasiun kereta api. Hangat sambutan masih seperti dulu. Di beranda bersama-sama ceria. Mungkin akan ada tagihan yang tertunda. Cerita perjalanan atau cukuplah suguhan segelas kopi pahit mungkin juga sepiring cemilan sebelum dipersilahkan rebahan. Bertemu kembali diobrolan makan siang. Di rantau gerimis akrab menyapa, menerpa genting tanah, bahkan berisik pada spandek selingan […]

Untaian Irama Angin yang Berbisik

Pohon pinus yang menyembunyikan sunyi kerap memantulkan strobilus dalam untaian irama angin yang berbisik, memanggil-manggil merindukan jiwa yang lelah berharap pada langkah tanjakan. Menemukan percakapan pelan di depan perapian unggun yang dinyalakan para pekemah –meninggalkan remah-remah sisa kunyahan yang terlepas tanpa disadarinya menuntun sekumpulan semut mendengus aroma lezat yang dapat dijadikan bahan cadangan saat pacelik […]

Tanpa Derai Hujan

Musim yang tentram landai menunggu berlalunya awan tanpa menjatuhkan butiran-butiran di tepi malam juga penghujung siang. Seulas senyuman mengembang demi tanaman makin enak dipandang, gerimis mulai jarang-jarang bahkan semakin jarang sekedar numpang lewat sekejap bukti masih ada. Menguning hamparan luas dipergantian musim. Selalu ditunggu. Musim layang-layang sebentar lagi datang. Tarik ulur di atas ladang tanpa […]

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

The Wholly Integrated Self

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings - ©BBYCGN

Awareness and insight into Relationships including Abused Men and Women, Narcissistic Abuse, Modern Heroes, God’s Love, Survival and Recovery, Mental Health and Behavioral Issues via Creative Writing, Poetry, Original Quotes, Music, and more.

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)