prosa lirik

Aku Takut Membuka Jendela

Biarkan dalam rapatnya. Mengatup daun-daunnya tanpa keriap gerendel dibuka. Musim telah mengikat erat, lama berpelukan dengan kusennya. Pada hujan yang telah diserap, makin mantap kembung seperti habis minum. Taka da yang menghitungnya zaman telah berubah, berganti yang memerintah berkali-kali. Entah siapa yang juga peduli.  Hidup yang masih saja begini. Kisah simbah, semasa penjajah sering menjarah, […]

Ayat-ayat Memadat

Adakah yang kau rindu menunggui malam selepas menelusuri jejak senja yang tembaga. Di sepanjang tepi mimpi bercabang-cabang memilih keinginan. Tengadahkan tangan sepilihan doa di tengah arus air mata yang mengingatkan luka. Pemakaman puluhan tahun silam kembali terkenang. Ayat-ayat memadat dalam komat-kamit mulut mungil mengalir melandai. Lebah kalah bersamaan mengepakkan dengung. Jelang malam di kampungmanis, 26 […]

Kepulangan Kali Ini

Sepagi ini setelah melewatkan stasiun kereta api. Hangat sambutan masih seperti dulu. Di beranda bersama-sama ceria. Mungkin akan ada tagihan yang tertunda. Cerita perjalanan atau cukuplah suguhan segelas kopi pahit mungkin juga sepiring cemilan sebelum dipersilahkan rebahan. Bertemu kembali diobrolan makan siang. Di rantau gerimis akrab menyapa, menerpa genting tanah, bahkan berisik pada spandek selingan […]

Untaian Irama Angin yang Berbisik

Pohon pinus yang menyembunyikan sunyi kerap memantulkan strobilus dalam untaian irama angin yang berbisik, memanggil-manggil merindukan jiwa yang lelah berharap pada langkah tanjakan. Menemukan percakapan pelan di depan perapian unggun yang dinyalakan para pekemah –meninggalkan remah-remah sisa kunyahan yang terlepas tanpa disadarinya menuntun sekumpulan semut mendengus aroma lezat yang dapat dijadikan bahan cadangan saat pacelik […]

Tanpa Derai Hujan

Musim yang tentram landai menunggu berlalunya awan tanpa menjatuhkan butiran-butiran di tepi malam juga penghujung siang. Seulas senyuman mengembang demi tanaman makin enak dipandang, gerimis mulai jarang-jarang bahkan semakin jarang sekedar numpang lewat sekejap bukti masih ada. Menguning hamparan luas dipergantian musim. Selalu ditunggu. Musim layang-layang sebentar lagi datang. Tarik ulur di atas ladang tanpa […]

Berbagi Cerita Masa Silam

Berbagi cerita tentang kunang-kunang kelap kelip sebelum tiang listrik dipancangkan tepi desa banyak berenang di udara selang seling dengan rasi bintang menyambangi kembang padi menuju ranum sebelum diterbangkan angin Rasanya ingin ikut terbang mengendarai seribu kunang-kunang, keliling menyambangi kampung sebelah menengok apakah mereka juga akan segera panen bisa pesan jerami yang tebal-tebal segar dibawa ke […]

Ketika Kita Belum di Perantauan

Anak-anak bermain riuh menawarkan gaduh. Senja yang akan menelan matahari di pelataran saling berkejaran. Menata pecahan genting adu cepat dengan lemparan bola kasti. Saling berebut aba-aba membaca tanda. Usaha menyelesaikan permainan atau menghalanginya. Saling beradu siasat cepat. Menemukan kemenangan atau kekelahan, permainan kembali diulang sampai bosan menelan magrib. Tak hirau angin kemarau menjangkau. Mengendap jelaga […]

Membelah Rembulan di Rembang Petang

Di tengah ladang penggembalaan, menggerombol dalam pelukan. Seperti ujung pedang lancip menjulang, membelah rembulan di rembang petang. Bergoyang pelan seirama angin berdendang. Tanpa tumbang. Tumbuh berdesakan di musim hujan. Tipis, lentur selentur benang, tajam menyayat setajam pedang. Aku hanya lengang menunggu petang. Entah janji apa yang menyayat penantian. Teriris iris pedih kupasan bawang menguarkan air […]

Hujan dan Petir

Lecut di angkasa senja menggelegar menyambar dari satu gumpalan ke gumpalan lain. Gumpalan hitam yang semakin menebal bergerak perlahan-lahan. Seperti mengisi tangis baratayuda di kurusetra. Perang tanding saudara sedarah. Gumpalan seperti saling serang, hujan anak panah berseliweran, memenggal mangsa kurusetra yang nelangsa. Bisma menunggu ajal menyerahkan dada pada anak panah Srikandi. Arjuna harus tega melepaskan […]

Gerimis Tak Beranjak

Masihkah kau temukan gerimis, tak beranjak dari dahan-dahan samping rumah. Kapal kertas yang aku larungkan terlindas roda tak bermata. Sayangnya kenapa kapal kertas melintas menyeberang jalan, menguntit selokan yang sedikit meluap, kelebihan beban yang menumpang. Rumput ilalang menghalang lupa belum dicabutkan, terlalu lama menunggu giliran pembersihan saluran. Kaleng rombeng oleng terisi setengahnya ditendang kaki mungil […]

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

la stanza di Agos

la stanza di Agos

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly integrated

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Writing, Creativity, Awareness, Insight, Recovery, Identity, Message, Behavior, Relationships, Mental Health, Monsters, Christianity ©Tamara Yancosky - BBYCGN - Monikajeneva (All Rights Reserved)

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)