purwokerto

Oleh Sepotong Koran

Entah tahun berapa tak lagi kutemukan dalam memoriku. Darimana pula kudapatkan juga tak ada ingatan yang bisa dilacak. Hanya saja selembar pun tak utuh telah membuatku bermimpi jauh mengawang. Bahkan namanyapun tak ingat persis apakah yang terbit pagi ataukah siang, yang jelas asalnya dari Semarang. Kuulang dan ulang lagi membacanya.

Tinggal selarik doa

Awal, Agustus 97 Meski berselimutkan gigil kupaksakan juga ke rumah Pak Kades. Jalanan sepi, maklum mana ada yang mau kedinginan di luar rumah. Televisi filmnya bagus lagi. Mungkin pula sedang bermain bulu tangkis di balai desa. Anak-anak kalong ke mana ya? Nonton kungfu sambil ngopi dan ngerumpi atau main corat coret sembarang kertas. Bisa jadi. […]

Balada Seorang Lengger

Ini sesuatu yang luar biasa. Sembilan belas orang yang belum tentu pernah saling bertemu bersepakat untuk menyumbangkan masing-masing satu karya untuk antologi yang juga sangat istimewa. Betapa tidak, tema yang diusung tak tanggung-tanggung. Kalau saya dulu ikut di Antologi Kata Orang Aku Mirip Yusuf, perekatnya hanyalah daerah asal penulis yang dari jawa, namun kali ini […]

Terlewatkan

sayangnya saya tak bisa hadir dalam kesempatan ini, sekaligus mohon maaf kepada rekan-rekan Penamas atas ketidakhadirannya Antologi yang berisi 19 cerpen ini semuanya mewakili latar belakang Banyumas Raya, baik dalam arti wilayah maupun budayanya. Dan cukup berhasil. Baik citarasa, pengaruh tata nilai, maupun nuansa kebanyumasannya sangat terasa. Ciri khas kelokalan Banyumas sekaligus menjadi salah satu […]

Masih Tiga Kota

Menelusuri kembali jejak-jejak kehidupanku, ternyata telah banyak daerah yang aku lewatkan. Dalam artian singgah, numpang hidup. Mulai dari yang hanya benar-benar lewat hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Dari yang banyak itu ketika kucoba untuk memilah ternyata ada tiga tempat yang lebih daminan dari yang lainnya. Pertama, adalah tanah kelahiranku. Hingga kinilah yang paling sering kukunjungi meski […]