resensi

Negeri Senja

Pernahkah para sahabat mendapati sebuah negeri yang senantiasa senja. Tak pernah siang tak pernah malam? Karena negeri senja adalah negeri dimana matahari tak pernah terbit dan tak pernah tenggelam. Yang ada matahari senantiasa Iklan

Hamukti Palapa (plus)

Kangen dengan novel bersetting sejarah, namun apa daya belum ada yang baru. Belum sempat beli, juga belum mengaduk kembali kumpulan literasi yang di almari. Maka cukuplah kuaduk kembali postingan usang tentang intrik-intrik di masyarakat. Tak pernah bosan kubaca kembali. Dan mungkin

Atlantis Benua yang Hilang (The Escaped Finish)

Masih terispirasi dari The Escaped. Atas alasan apa jika benar Hitler memilih nusantara sebagai tempat persinggahan terakhirnya? Salah satu asumsi (yang coba disembunyikan oleh Columbus, mungkin) adalah nusantara dianggap sebagai benua yang hilang, yang seringkali disebut sebagai

Misteri Kuburan Adolf Hitler di Surabaya (The Escaped)

Pernahkah kita berfikir atau membayangkan jika karena sebuah buku maka banyak nyawa melayang? The Escaped mengulas konspirasi internasional bahkan banyak hal yang berbeda sama sekali dengan versi resminya sebenarnya berpangkal pada persoalan sebuah

Peluru ini Untuk Siapa

Sebuah judul yang retoris. Dari judul ini pula pikiran kita tentu melanglang ke daerah konflik. Tidak salah memang. Penulis yang memilih judul ini sekaligus kemudian oleh penerbit dijadikan judul kumpulan cerpen memang tinggal di wilayah konflik. Konflik terlama dan paling keji sepanjang sejarah. Jihad Rajbi penulis kumpulan cerpen ini. Bahasa aslinya pun saya tak sanggup […]

Cermin dan Malam Ganjil

Kisah ini masih ada sambungannya dengan kado cinta. Kalau Merah di Jenin saya beli langsung waktu Bazar Milad FLP, maka Cermin dan Malam Ganjil saya dapatkan sehari setelah milad selesai. Inipun sesuatu yang tak terduga. Waktu itu sebagai anggota rombongan yang paling tua dari Jawa Tengah maka saya didaulat sebagai pimpinan rombongan (meskipun berangkatnya sendiri-sendiri). […]

Kado Cinta untuk Sebuah Negeri

Kado istimewa ini sebenarnya sudah sangat lama. Saya peroleh di Kuningan Jakarta Selatan. Saat itu pula saya bertemu untuk yang kedua kalinya dengan Pak Taufiq Ismail dan Mbak Helvy Tiana Rosa. Pertama kali bertemu dan sekaligus satu kamar dengan penulis beken novel