9 Komentar

Menunggu matahari

Sesekali jalan di pagi hari sebelum kesibukan belajar daring yang pekan sudah dimulai

2 Komentar

Sebab Pertemuan

mengemasi kata-kata
untuk bekal perjalanan
juga persiapan percakapan
apa saja yang diperlukan
sebelum oleh-oleh kutemukan
sebab pertemuan butuh pembicaraan
tak lupa sejumput rindu
dalam gendongan juga jinjingan
dirapikan jangan sampai ketinggalan
ditata ulang agar nanti
tak mengecewakan
saat rindu bertemu rindu
setelah lama dipisahkan
meski sesekali ruang pesan
diisi tentang perkabaran
kadang juga penggambaran
tetap tidak puas hanya
memandang dari kejauhan

kampungmanis, 5 Juli 2020

Tinggalkan komentar

Sendiri

pulih waktu merasa sendiri
berdamai dengan cerita-cerita
pada hampa yang melanda
seperti kereta berlalu begitu saja
kepergian kedatangan bergantian

2 Komentar

Pulang

Pada beranda yang kita percakapkan sambil mengupas kenangan yang kau hidangkan dalam stoples kerenyahan ditemani secangkir aroma robusta yang menyulam ingatan. Aku terdampar pada peron selatan mencari tumpangan, tiba-tiba saja gerimis menghadang. Di bangku panjang tanpa teman bicara, kulepaskan udara. Rasa kantuk yang masih tersisa. Semua menuruti langkahnya, bergegas menyeret ceritanya sendiri-sendiri. Secepatnya ingin melepas jejak-jejak kisah sepanjang perjalanan. Sepenggal yang lain tak lupa telah dikemas dalam tas jinjing, segera diterima sopir tumpangan dengan seulas senyum selamat datang di kota yang banyak cerita.

Kampungmanis, 3 Juli 2020

Tinggalkan komentar

Kehilangan

denyar-denyar itu jadi kembara
seperti kunang-kunang kehilangan arah
menemukan senja di pelupuk mata
bulir-bulir bening tak bisa ditahan
sesenggukan dibahuku yang kanan
kehilangan sedang bertandang
tak urung akupun goyang
meski telah juga kurasakan
puluhan tahun yang silam
bersama dua perempuan yang beda
yang tegar demi memandangku
bocah tabah kuat menahan air mata
lekat dibahu kananku
bulir bening pun tak bisa kutahan
memeluk sesenggukan di senja
kabar yang tiba-tiba merobek ketenangan
beginikah kehilangan itu

kampungmanis, 1 juni 2020

Tinggalkan komentar

Di Jalan Yang Dulu Kita Lewati

di jalan yang dulu kita lewati
ilalang melanglang seperti ladang gembalaan
tak ada ruang untuk kembali berjalan
setapak yang telah kehilangan jejak
bagaimana menyibak helaian tajam
merapat saling menyilang menghalang
tak tahu kapan bisa sampai kampung halaman

kampungmanis, 30 Juni 2020

Tinggalkan komentar

Kata-Kata Tak Mau Meninggalkanku

di sela pagi pada pertemuan tanpa janji
membawakanku sekotak mimpi sisa harapan
berbungkus keinginan yang belum tersampaikan
beraroma bulir-bulir sepi hasil seduhan
bersama secangkir robusta pekat tanpa endapan
begitu kental, sekental rasa yang menggumpal

maka senyum itu serasa bunga-bunga bermekaran
membalutmu pelan-pelan mengurai pembicaraan
seperti musim panjang yang teramat dinantikan
“kau masih tetap setia mencintainya” bisikmu
lagi-lagi senyum itu bermekaran di depanku
“begitulah, kata-kata tak mau meninggalkanku”
bisikan kubalas bisikan disela hembusan angin

kembali aku tenggelam menyelami syair lama
pembicaraan singkat tidaklah begitu mengikat
senyap memisahkan jarak pembicaraan kita
sesap robusta menciptakan irama siul angin
menghangatkan seperti balsem yang digosokkan
dipunggung waktu yang selalu kutemukan

diujung pertemuan kembali kupahatkan
guratan ingatan tanpa prasasti disematkan
“aku akan tetap bersamanya” kembali kugumamkan
“sebagaimana ia tak mau meninggalkanku”
lalu diammu sambil beranjak meninggalkanku

Kampungmanis, 29 Juni 2020

Tinggalkan komentar

Antara Pinta Terbaca dan Catatan

di antara kata-kata seringkali disulam
puluhan pertemuan yang sengaja diadakan
setumpuk bahan tak lupa dikirimkan
pada meja kerjaku yang acak-acakan
pada sisipan puisi-puisi tanpa kejelasan
sulaman kata-kata selalu ditagihkan
sebelum benar-benar berjalan pulang
membawa hasil dalam segepok lembaran
rekeningku selalu bertambah saja
hasil menyiangi kata-kata alakadarnya
memindahkan huruf mengikuti pemesan
kadang aku kehilangan pandangan
tentang catatan yang kuragukan
pada corat coret kertas buram
mungkin aku gagal menafsirkan
antara pinta terbaca dan catatan
mengguratkan teka-teki ejaan
pasti ini salahku juga, tak paham
tentang kata-kata yang meragukan
atau coretan yang disalahtafsirkan

kampungmanis, 28 juni 2020

4 Komentar

Seperti Angin Lalu Saja

serupa batu yang dianggap tanpa kata
mungkin angin setiap desis amarah
tumpah menggugat laku tak tepat
seperti angin lalu saja yang segera
berlalu tak perlu dihalang dihadang
apalagi diperhatikan adanya arahnya
batu beku dihembas gelombang
akan juga berlubang dalam perkembangan
mungkin waktu belum bersahabat
pada laku yang semestinya ditaat

kampungmanis, 26 Juni 2020

2 Komentar

Hanyalah Menunggu Waktu

pertanyaan-pertanyaan berulang
sementara kita tak pernah beranjak
meski sejenak meninggalkan kopi
yang telah kehilangan aroma
panasnya, uar aroma ditelan
letupan berbagai pertanyaan
pertanyaan tentang kebimbangan
pertanyaan tentang keresahan
pertanyaan tentang ketidakpastian
juga tak ditemukan jawaban kepastian
kita hanyalah menunggu waktu
memberikan jawaban tanpa kata
teka-teki silih berganti
berseliweran mengundang tanya
yang ditanya belum juga bertanya
apa yang mesti dijawab
jawaban apa yang musti dikatakan

kampungmanis, 26 Juni 2020

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Creative Writing, Quotes, Analogies ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)