Tinggalkan komentar

Lingkar Tanah Lingkar Air

kampungmanisku

Oleh: Sunarno

cover lingkar tanah lingkar airLingkar Tanah Lingkar Air adalah sebuah buku catatan sejarah menurut seorang sastrawan. Sebuah novel yang tidak merekam secara hitam putih siapa sebenarnya yang disebut dengan pemberontak. Ada alasan-alasan yang sangat kuat yang menyebabkan para tokohnya terseret dalam pertikaian sejarah. Bukan keinginannya sendiri untuk menjadi pemberontak, tetapi ada pihak-pihak yang justru mendorong para pelakunya untuk menyingkir yang kemudian bisa disematkan label pemberontak.

Novel ini bukanlah novel baru. Karya Ahmad Tohari setebal 114 halaman ini pertama kali diterbitkan oleh sebuah penerbitan di Purwokerto, yang kemudian diterbitkan ulang oleh LKiS Yogyakarta pada tahun 1999. Sebagaimana ciri khas tulisan Ahmad Tohari yang sangat kuat bertutur tentang suasana pedesaan, yang kali ini diramu dengan suasana belantara hutan jati yang terpencil dan asing.

Novel ini berkisah tentang sekelompok orang yang dipaksa untuk menjadi pemberontak terhadap republic. Padahal mereka itu para pejuang yang menamakan diri Hizbullah yang senantiasa membela tanah air dari penjajahan Belanda, bahu…

Lihat pos aslinya 468 kata lagi

Iklan
Tinggalkan komentar

Atlantis Benua yang Hilang (The Escaped Finish)

kampungmanisku

Masih terispirasi dari The Escaped. Atas alasan apa jika benar Hitler memilih nusantara sebagai tempat persinggahan terakhirnya? Salah satu asumsi (yang coba disembunyikan oleh Columbus, mungkin) adalah nusantara dianggap sebagai benua yang hilang, yang seringkali disebut sebagai

Lihat pos aslinya 319 kata lagi

Tinggalkan komentar

Misteri Kuburan Adolf Hitler di Surabaya (The Escaped)

kampungmanisku

Pernahkah kita berfikir atau membayangkan jika karena sebuah buku maka banyak nyawa melayang? The Escaped mengulas konspirasi internasional bahkan banyak hal yang berbeda sama sekali dengan versi resminya sebenarnya berpangkal pada persoalan sebuah

Lihat pos aslinya 467 kata lagi

2 Komentar

The Escaped

kampungmanisku

Gambar mengambil dari sini

Percayakah anda kalau Hitler itu mati bunuh diri? Bagaimana pendapat anda jika ada yang mengatakan bahwa tengkorak yang dinyatakan sebagai Hitler dan disimpan di Rusia itu adalah palsu? Mungkin yang lebih menggemparkan lagi adalah percayakah anda kalau Hitler sempat tinggal di Indonesia? Bahkan dikuburkan di sebuah kota di pulau jawa ini?

Saya yakin banyak yang akan tercengang jika mendapati kabar yang berbeda dengan kelaziman yang selama ini dipahami bahwa Hitler mati bunuh diri.

Kita runut sejenak apa nama jalan Medan Merdeka Barat sebelum nama itu disematkan. Ternyata sobat nama yang digunakan adalah Blavatsky disebut-sebut sebagai guru okultisnya Hitler, nah lo apakah artinya sang guru pernah tinggal di Jakarta?

Sebuah makam misterius di Surabaya diyakini sebagai makam Adolf Hitler. Berbagai petunjuk memang mengarah ke sana. Terlebih Brandenburgers Codex, sebuah manuskrip berbahasa Jerman Kuno, ditemukan dan mengindikasikan jika Hitler memang melarikan diri ke Indonesia. Benarkah semua ini?

Silahkan…

Lihat pos aslinya 25 kata lagi

2 Komentar

Jenuh Meluruh

tinggal jenuh meluruh peluh
tanpa erangan mengaduh
tetap saja bersama keluh
yang kemaren jatuh

bosan, membaca berita
dalam dunia yang itu saja
tentang kata pertentangan
yang tak perlu dipertentangkan
hanyalah sebuah tikungan belaka

menelikung kawan yang tak sejalan
apalah bukan pengkianatan
meski tak pernah dikatakan
tanpa sumbang saran

hanyalah beda pendapat
kenapa meski dijerat
dengan serapah yang pekat
kian kencang mengikat

jenuh yang kian meluruh
kini berasa  sejuta keluh
makin jatuh

10032018, senantiasa di kampungmanis yang dingin

Tinggalkan komentar

KOPI

Akhir-akhir ini aku sibuk. (Halah, sibuk apaan). Sudah lupa berapa banyak group dumay yang kuikuti dan hampir sebanyak itu pula aku tak begitu bisa mengikuti. Ada yang memang sudah tidak bisa diikuti karena mati suri. Ada yang kuikuti sambil lalu saja, klik klik saja tanpa banyak baca.

Namun yang satu ini beda. Aku benar-benar terjerat dengannya. Namanya KOPI. Kopi bukan sembarang kopi. Tak bisa disedu, tak bisa diminum. Tapi tetap bisa dinikmati disembarang waktu.

Lho kok, apa maksudnya.

Sebentar. Bikin kopi yang bisa diminum dulu.

Ok, kopi asli sudah siap minum, lanjut kopi yang tak bisa diminum.
Kopi ini kukenal belumlah begitu lama. Mungkin baru bilangan pekan. Uniknya group dumay yang satu ini aktifnya luar biasanya meski belum sebanding dengan jumlah anggotanya yang tembus angka 2000. Dijamin belum ada satupun yang pernah bertemu langsung. Tentunya dengan diriku.

Keaktifannya tak kenal waktu. Saling like adalah yang paling sering terjadi. Saling menghargai saling menyemangati. Tulisannya ada yang hanya dua tiga baris ada juga yang memanjang, harus sabar membacanya.

Membacanya kadang kening ini spontan berkerut. Banyak kata-kata yang tak bisa nyangkut. Kadang serasa geli, ada kata-kata memiliki makna ambigu, satire. Kata-kata satire pun kadang bikin geli sekligus berkerut, haru, kagum pada kelihaian mengolah kata.

Ah, memang kopi yang satu ini nikmat bisa sambil nyuput kopi yang sebenarnya.
Emangnya kopi apaan sih sampai segitunya. Itu tuh kopi, komunitas puisi Indonesia.

Continue Reading »

2 Komentar

Membaca Tanda

membaca gerimis yang membawa tangis
menderas puisipuisi yang kian sepi
membanjir melahap lahanlahan padi
di sana, rumahrumah terendam banjir

 gerimis beradu tangis
yang tak lagi gerimis
menggemuruh perih

entah ini hidup menuju penat
membaca pertanda yang tersirat