Tinggalkan komentar

Di Pinggiran Kemarau

barangkali, seperti di pinggiran kemarau
mungkin pinta kita jauh menjangkau
tarik ulur benang layang-layang memukau
jerat kanak-kanak sambil bergurau
teriak selepasnya hingga parau
di pematang berlarian, tanah bertelau
 
kita nikmati bersama layang layang yang koyak
setiap kali lepas kendali benang meregang
yang tak kembali meski senja semakin hilang
hilang bersama hilangnya senja
kita segera pulang
jangan sampai magrib raib
 
Tinggalkan komentar

Rindu Itu

aku rindu itu
goresan bernama puisi
kata-kata padat
kadang singkat
teramat singkat
2 Komentar

Bersamamu Entah Begini

gelombang di dadaku serasa kencang
memutar buih-buih menyeret gugup
seputaran yang sekilas seperti kehilangan
pantaimu hening di seulas senyuman
pada embun pecah di ladang kemarau
 
bersama jerat sekian dingin
sebelum kita temukan dari gerimis
serasa menggarami dinding kulit ari
menyisakan pori-pori menangkap genang
tipis, menyapu pelan ujung dahi
 
bersamamu, entah begini
seucap yang sulit menempatkan diri
sedang gelombang tak henti
menendang karang membuih
Tinggalkan komentar

Sepenggal Narasi

sepenggal narasi yang kau diskripsikan
tentang jualan mimpi-mimpi masa depan
gaungnya bertubi-tubi berkepanjangan
membangun peradaban di antara pertentangan
 
silang sengketa yang tak pernah usai
jualan narasi tak pernah dianggap basi
siapa berani memulai seperti berlari
meneriakkan mimpi-mimpi
menarasikan diksi-diksi
jualan kata tiap hari, tiada henti
2 Komentar

Di Bawah Bayang Perpisahan

di tepian sesapan torabika
di bawah bayang perpisahan
masih saja kita perpanjang
percakapan, pura-pura saja
tak ada tepian cemas
pelan-pelan merampas
hanyalah menunda saja
 
bagaimana menerima
kita segera berjauhan
saling meniadakan jangkauan
tebing kecemasan
tetap saja merayap
pelan meminta perhatian
bahwa kenyataan
mengharuskan perpisahan
saling melepaskan
 
biar, biarlah punggung kenangan
menjadi benaman
sesekali dijemput pulang
mengingatkan akan kebersamaan

Kampungmanis, 5: 30 4/9/2020
2 Komentar

Butiran Debu

butiran debu di agustus
di tengah geliat kabut
 
karnaval selepas upacara
aneka hiasan jadi arakan
sepanjang jalan mengepul
juga melekat pada tubuh kita
meninggalkan siluet mengangkasa
 
tengah ladang
penghubung antar kampung
harapan semoga tanpa embun upas
yang porandakan impian
3 Komentar

Rasa Lembut

rasa lembut mengalir pelan
mengisi kehangatan pembicaraan
sesekali dinantikan
pada debar tak karuan
3 Komentar

Sepi yang Kita Ikuti

pada sepi yang sengaja kita ikuti
melupakan keramaian di perempatan
hanya kita berdua, berdiang sambil makan
semacam engkau menculikku
dari tengah perayaan
melewatkan sekian penampilan
 
seperti engkau paham
tak ada yang bisa kulakukan
di tengah gemuruh nyanyian
kabarnya selalu dipertandingkan
tiap perayaan tujuhbelasan
inikah khas pegunungan?
 
mungkin
selepas lelah mengaduk ladang
musim kering yang mendebarkan
tanpa embun upas yang diharapkan
umbi kentang sangat menjanjikan
keuntungan paling menggembirakan
atau nelangsa paling telengas
jika embun upas mengganas
 
di depan tungku yang kau siapkan
makanan ringan kita santap bersama
perkenalan yang tiada bandingan
begitu akrab meski hanya sekejap
 
Tinggalkan komentar

Terima Kasih Sobat

Di tahun 2020 yang baru sampai akhir Agustus tidak kuduga, ternyata puisiku dengan judul Simo yang Sunyi mendapatkan banyak kunjungan, benar-benar di luar dugaan. Kunjungan mencapai 190.
Tak Usah Malu Disebut Bangsa Tempe merupakan posting ulang yang sukses menarik minat para sahabat untuk mengunjunginya
Untuk pekan ini, meskipun sempat tanpa posting. Terima kasih masih banyak yang bersedia berkunjung
Tinggalkan komentar

Melepaskan

di penghujung tahun yang basah
kuputuskan menjauh segera
melepaskan beberapa ikatan
mungkin tak pernah kau duga
 
kutemukan awal tahun kian basah
rerintik tiap pagi kadang berhari-hari
entah bagaimana cucian kian menggenang
dalam tumpukan rendaman seharian
 
telah kulepaskan
percakapan kita di akhir pekan
tanpa harus ada ikatan
baru kumulai perjalanan
selamat tinggal
tidak juga kuucapkan 
DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Survival Through Faith - Good vs Evil

Christianity, Truth, Narcissistic Abuse, Toxic Relationships, Frontline Heroes, ©BBYCGN All Rights Reserved

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)