Tag Archive | dari teman

Jangan Renggut Aku

Aku bukanlah penikmatnya apalagi pecandunya. Jangankan seperti itu sekedar niat untuk mencicip saja tak terbersit sama sekali. Mulanya aku tak peduli. Tak ikut nimbrung komentar apapun, tapi lama kelamaan gatal juga. Banyak wacana berseliweran.

Balada Seorang Lengger

Ini sesuatu yang luar biasa. Sembilan belas orang yang belum tentu pernah saling bertemu bersepakat untuk menyumbangkan masing-masing satu karya untuk antologi yang juga sangat istimewa. Betapa tidak, tema yang diusung tak tanggung-tanggung. Kalau saya dulu ikut di Antologi Kata Orang Aku Mirip Yusuf, perekatnya hanyalah daerah asal penulis yang dari jawa, namun kali ini […]

Terlewatkan

sayangnya saya tak bisa hadir dalam kesempatan ini, sekaligus mohon maaf kepada rekan-rekan Penamas atas ketidakhadirannya Antologi yang berisi 19 cerpen ini semuanya mewakili latar belakang Banyumas Raya, baik dalam arti wilayah maupun budayanya. Dan cukup berhasil. Baik citarasa, pengaruh tata nilai, maupun nuansa kebanyumasannya sangat terasa. Ciri khas kelokalan Banyumas sekaligus menjadi salah satu […]

Komunitas

Belum lama ini saya mendapatkan email dari gg. Tadinya saya tak begitu hirau. Namun setelah saya klik dan lihat isinya lebih mencengangkan lagi. Disana tertera, saldo anda Rp 0,00. Barulah kemudian saya teringat pernah mendaftarkan diri ke komunitas tersebut namun tidak tahu kalau ada nilai rupiahnya meskipun itu angkal nol. Tentang komunitas tentu kita tidak […]

Cermin dan Malam Ganjil

Kisah ini masih ada sambungannya dengan kado cinta. Kalau Merah di Jenin saya beli langsung waktu Bazar Milad FLP, maka Cermin dan Malam Ganjil saya dapatkan sehari setelah milad selesai. Inipun sesuatu yang tak terduga. Waktu itu sebagai anggota rombongan yang paling tua dari Jawa Tengah maka saya didaulat sebagai pimpinan rombongan (meskipun berangkatnya sendiri-sendiri). […]

Hari Istimewa

Sabtu ahad pekan yang lalu adalah hari yang sangat bersejarah bagi saya. Ada beberapa hal istimewa yang

Dapat Hadiah Buku

Kali ini lagi-lagi saya tidak berpuisi. Perlu mengabadikan kejadian langka yang seumur-umur tak pernah terbayangkan. Saya tiba-tiba ikut persaingan ketat untuk mendapatkan gelarĀ  Top Komentator, padahal saya sudah jelas-jelas tak ada tampang juara. Tak pernah bermimpi atau berkeinginan kuat untuk menjadi nomor satu dalam hal apapun. Ini