Tag Archive | merenung

Ironi Sebuah Negeri

Benar-benar sebuah ironi. Pemilik tanah yang sah dianggap penyerobot. Dianggap sebagai pendatang haram yang disia-siakan, diintimidasi, dihinakan, dintai, bahkan jika perlu dienyahkan. Indentitas asli yang dianggap mengotori itulah sebab Iklan

Setengah tiang

setengah abad baru juga lewat kisah kemanusian yang menyayat dalam ikatan siksa sekarat tubuh-tubuh menjadi mayat di lubang dalam nan pengap benturan ideologi penuh darah intrik-intrik sengaja memicu marah tak peduli sebenarnya lawan tak salah di akhir tragedi tak mau dianggap salah prasasti ditetapkan setengah tiang penghormatan sekaligus perkabungan terhadap nyawa melayang tak berbilang menghadang […]

Masihkah Kau Simpan

masihkah kau simpan sebait rindu yang kutitipkan lewat bisik angin sepoi saat mengurai mimpi merajut jeda yang makin lebar masihkah kau simpan setangkai puisi yang kulipat dalam gelap tanpa catatan alamat masihkah kau simpan sebait puisi rindu yang kugoreskan di taman belakang sambil memandang bulan tanpa teman