Tag Archive | merenung

Mungkinkah

mungkinkah kita bicarakan lagi bait bait yang telah lama terpatri dalam tumpukan lembaran suci karena telah diingkari mungkinkah ini sedang kita tak lagi sehati jangan salah arti, ini bukan kitab suci malam tanpa gerimis dikampungmanis, 20:38 10/04/2018 Iklan

Membaca Tanda

membaca gerimis yang membawa tangis menderas puisipuisi yang kian sepi membanjir melahap lahanlahan padi di sana, rumahrumah terendam banjir  gerimis beradu tangis yang tak lagi gerimis menggemuruh perih entah ini hidup menuju penat membaca pertanda yang tersirat

Sebuah Kenangan Perjuangan

Kukira dulu sesuatu yang sangat menyeramkan sebagaimana yang diperankan dalam film-film. Jauh dari pergaulan, banyak yang ketakutan. Sedikit berduit diasingkan dalam ruangan khusus, hanya para medis yang bebas keluar masuk. Para kerabat, sahabat hanya boleh melihat dari kejauhan. Bagi yang tak berpunya

Tentang Mendung (Kompilasi asal comot)

Mendung tak berarti hujan.  Gelap, mungkin sekejap lewat. Terhalau angin.  Mendung  adalah suatu cobaan. Yakinlah itu. Lain waktu akan cerah. Masih ada waktu dan kesempatan bagi kita. Kesempatan yang jangan disiakan. Waktu berlalu kita isi sebaik-baiknya untuk meraih cita. Apalagi Apalagi tentu kita ingin hidup ini berarti. Bukan sekedar mimpi. Yang hanya lewat sekejap, kemudian […]

Bayi Tabung

Geger salah satu artis yang membeli sel sperma dari luar negeri untuk keperluan pembuatan bayi tabung sebenarnya bukan sebuah hal yang baru tentang bayi tabung. Yang baru adalah nekadnya artis tersebut

Dalam Pengepungan

musim kering berkepanjangan menggali parit tuk perlindungan model baru dalam peperangan bahkan asing dalam pandangan ahzab datang menyerang dari sekumpulan para pendendam tak rela kehilangan kedudukan ingin memadamkan api terang musim kering melilit sampai batu pengganjal perut mengganjal rasa lapar yang menuntut khandaq pertahanan baru laju ahzab jadi termangu gagap melangkah makin tak tahu bertahan […]

Ingin Kugoreskan (Posting Ulang)

Ini waktu ingin kugoreskan kata. Sekedar menderet huruf memenuhi hasrat yang tertunda. Bilangan hari lewat tak sepenggal kata tersurat. Sayangnya tak ada juga selintas ide tuk menarikan tut-tut keyboard. Gatal rasanya, namun seolah