Tag Archive | santai

Setengah tiang

setengah abad baru juga lewat kisah kemanusian yang menyayat dalam ikatan siksa sekarat tubuh-tubuh menjadi mayat di lubang dalam nan pengap benturan ideologi penuh darah intrik-intrik sengaja memicu marah tak peduli sebenarnya lawan tak salah di akhir tragedi tak mau dianggap salah prasasti ditetapkan setengah tiang penghormatan sekaligus perkabungan terhadap nyawa melayang tak berbilang menghadang […]

Asli atau palsu

katanya aku dapat dua lima juta entah darimana asalnya tetiba saja sms datang mengabarkan kegembiraan triple cek katanya aku tak paham maknanya maka kulacak blognya saja aneh tapi nyata perusahaan besar blognya tidak besar ecek-ecek malah kontaknya bukan perusahaan yang makin tak paham darimana ia punya data aku nasabah sebuah bank plus nomor kontak yang […]

Bolehlah

bolehlah kuabaikan fatwa ahli peran memfatwakan ahli fatwa mungkin saja ia ngakak tertawa bila kubicara seolah ahli peran ahli peran kok diajari bersandiwara hanya oleh orang awam

Golput

nggaklah aku memilih untuk tetap memilih tak usah kau bujuk untuk tidak memilih syukur-syukur kau ikut memilih aku tak butuh janji apalagi bujuk rayu semacam kembali ke masa lalu aku tak amnesia kiprah yang yang lewat tercatat kuat dalam benak meski iklan kini berbeda (hanyalah igauan anak bawang yang sok sibuk, sehingga lama tak sempat […]

Ketika Rindu Puisi

Meskipun aku suka menulis puisi bukan berarti setiap saat bisa berpuisi. Bukan pula setiap bersitan bayang mewujud puisi. Bahkan tak jarang pula hasrat begitu menggebu untuk menarikan jemari menata huruf-huruf menjadi jalinan puisi, tapi mampat tak dapat ide. Mungkin ini juga terjadi pada penulis yang lain. Anehnya pula ketika suntuk

kenangan prasekawan

ing prasakawan niki kita sedaya lek-lekan ngantos dalu ginemaken menapa kamawon ingkang kasebut bokmenawi, setunggal kalih kita mboten ndherek kajengipun, ngejing mestinipun ndherek ing prasakawan niki kita sedaya nikmati sak plastik kacang goreng lesehan gelaran klasa ing sainggiling kerikil dipun seling kopi tubruk malem minggu, benjing mboten sekolah ing prasakawan niki, kita sedaya lek-lekan ngantos […]

Masihkah Kau Simpan

masihkah kau simpan sebait rindu yang kutitipkan lewat bisik angin sepoi saat mengurai mimpi merajut jeda yang makin lebar masihkah kau simpan setangkai puisi yang kulipat dalam gelap tanpa catatan alamat masihkah kau simpan sebait puisi rindu yang kugoreskan di taman belakang sambil memandang bulan tanpa teman