Tag Archive | uneg-uneg

Tentang Istisqo (Hanyalah gumaman sesaat)

Entah berapa banyak telah kutuliskan puisi tentang kemarau. Ide yang takkan pernah kering di musim kerontang nan dingin. Ada dua puisi yang kutuliskan ternyata memiliki rasa yang berkebalikan. Satunya meminta dengan sangat satunya lagi malu untuk meminta yang akhir tak jadi meminta. Sebagai anak yang dilahirkan dari keluarga petani kemarau itu sangat terasa. Meski masyarakat […]

ISTISQO

Kubisikkan pada gigil malam yang menetaskan embun Di bulan agustus dalam pergumulan kemarau Kupinta merayu ranting kering, daun coklat kekuningan Yang hampir tanggal meninggalkan batas kehidupan Pada daun jati, daun waru, daun mahoni, daun jarak daun apapun yang masih setia di setiap ketiak sebelum sebenarnya meninggalkan yang fana selirih gumamam angin yang mengumpulkan resah kukisikkan […]

SAAT GIGIL

aku di kaki gunung yang terserang gigil apalagi saat bermalam di dieng ketika itu dieng, apa kabarmu saat ini adakah embun upas memenjarakanmu menyisakan isak tertahan pemilik ladang kehilangan sebagian besar pengharapan terserap embun upas yang mengganas dieng, ah kenangan panjang seperti saat ini kemarau panjang indahnya jika tanpa embun upas datang penuh kesyukuran sambut […]

Menangkap di sebalik puisi

Tak sedikit kita setelah membaca puisi malah bingung sendiri. Sebenarnya apa yang diingini si penulis puisi. Hal demikian tentu tidak akan terjadi jika puisinya model narasi. Puisi yang banyak bercerita. Puisi narasi biasanya bloko suto. Menyampaikan apa adanya, tidak bersembunyi disebalik kata. Lain halnya dengan puisi yang banyak bukan narasi. Untuk dibaca saja kadang lumayan […]

MENUJU-MU

kunang kunang berenang dalam kebimbangan mencari titik yang lebih benderang tengah malam meniti sepi di atas padi yang mulai membentuk buliran hanyalah petani sepi yang menunggui aliran sunyi di antara bunyi gemericik sungai itulah nyatanya hidup menghidupi tanpa transaksi kehilangan nurani menuju-Mu menuju kesyukuran malam meniti pematang menunggu giliran para petani penuh kesyukuran tak pernah […]

PESTA NEKTAR

kubisikkkan tentang kupu yang melayang di taman bunga penuh kesegaran berpesta nektar aneka rasa hinggap terbang hinggap terbang tanpa bergumul persaingan beginikah rasa bahagia datang

TERSESAT KU DISINI

Ini jalan benarkah untuk pulang Sedang akhir belum kutemukan kiri kanan beton ditanamkan menghilangkan persimpangan inikah atas nama kemajuan harus merogok kocek makin dalam mencari jalan menuju pulang benarkah dengan imbalan kecepatan kpmanis, 29/06/19