Tinggalkan komentar

Tak Jadi Meminta

malu aku pada pohon mangga
tuk meminta angin menggiring awan
biarlah pintalannya membesar di angkasa
entah kapan kan bercanda dengan tanah
meski tak jarang menggelayut ingin tumpah

debu-debu menebal di jalanan
bukan pertanda kehabisan air tanah
apalagi padi masih hijau di sawah
gagah mencengkeram tanah

tuk apalagi meski kupinta
angin membujuk awan
bila bunga mangga sedang indah
memberikan bukti baktinya
gembira menerima titah
memproses pembentukan buah

2 Komentar

Kali Kesekian

kali kesekian aku jadi juara
pertandingan yang tak pernah kudaftarkan
pemenangnya dapat mobil mewah katanya
sudahlah untukmu saja

Tinggalkan komentar

Jika Teori Itu Benar

Pertama kali yang muncul dalam benak ini adalah keraguan ketika menghadapi teori yang satu ini. Ditambah lagi persepsi yang banyak dibicarakan adalah adanya keterkaitan garis keturunan antara manusia dengan kera. Pastilah ego kita sebagai manusia tidak akan mau menerimanya begitu saja. Terlepas teori itu benar atau tidak, ataukah bahkan teori itu benar-benar membicarakan hal yang demikian ataupun bukan Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Bolehlah

bolehlah kuabaikan
fatwa ahli peran
memfatwakan ahli fatwa
mungkin saja ia ngakak tertawa
bila kubicara seolah ahli peran
ahli peran kok diajari bersandiwara
hanya oleh orang awam

2 Komentar

Lebah antara Teori Darwin dan Realitasnya

Di dalam The Origin of Species pada bagian Difficulties on Theory Darwin mengemukakan salah satu kesulitannya dalam menjabarkan teorinya tentang insting pada lebah:

Dapatkah insting diperoleh melalui seleksi alam? Apa dapat kita katakan mengenai insting yang telah mendorong lebah untuk membuat sarang, dan yang secara praktis telah mengantisipasi penemuan para ahli matematika yang berbobot? Continue Reading »

3 Komentar

Inginku

ingin kugoreskan kembali
sederet rindu yang pernah kuimpikan,
kuinginkan sejak masih kanak,
saat belajar kata begitu menggebu,
menggelorakan jiwa

rasa itu entah masihkah ada
di sela kebisingan kata
di antara rumus-rumus kimia matematika, fisika,
ah,
kadang sayup-sayup terasa menggelitik
sejumput rindu yang mungkin tersisa
masihkah tersisa?
: entahlah

2 Komentar

Memaknai Rutinitas

Hidup ini merupakan sekumpulan rutinitas. Enam puluh detik berlalu menjadi satu menit akan berulang kembali hingga genap menjadi satu jam, yang kemudian menjadi duapuluh empat jam lazim kita sebut dengan satu hari. Angka tersebut akan kembali dimulai dari satu, dua, tiga, dan seterusnya sampai ke angka duapuluh empat lagi. Hari berganti hari dari ahad, senin, sampai sabtu kemudian kembali lagi ke hari ahad. Penanggalanpun demikian juga, tanggal satu, dua, tiga hingga tigapuluh atau tigapuluh satu kemudian kembali lagi ke penanggalan hari pertama, dan seterusnya hanya diseling beda ketika bulan Pebruari yang duapuluh delapan atau empat tahun sekali menjadi duapuluh sembilan sebagai tahun kabisat. Bermula dari bulan Januari berganti Pebruari, Maret hingga berakhir pada bulan Desember Continue Reading »