2 Komentar

Rindu Itu

Entah ini kerinduan yang keberapa. Dan kali keberapa pula aku tak sanggup menggoreskan menggenapi kata rindu. Aku tak tahu. Mungkin karena tak ada dalam kamusku hitung menghitung waktu. Telah lama jeda itu meraja. Tak sehuruf pun yang bisa kugoreskan menjadi kata agar ladang itu tetap Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Jangan Renggut Aku

Aku bukanlah penikmatnya apalagi pecandunya. Jangankan seperti itu sekedar niat untuk mencicip saja tak terbersit sama sekali.

Mulanya aku tak peduli. Tak ikut nimbrung komentar apapun, tapi lama kelamaan gatal juga. Banyak wacana berseliweran. Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Asli atau palsu

katanya aku dapat dua lima juta
entah darimana asalnya
tetiba saja sms datang
mengabarkan kegembiraan

triple cek katanya
aku tak paham maknanya
maka kulacak blognya saja

aneh tapi nyata
perusahaan besar
blognya tidak besar
ecek-ecek malah
kontaknya bukan perusahaan

yang makin tak paham
darimana ia punya data
aku nasabah sebuah bank
plus nomor kontak yang kupunya

2 Komentar

Tanamanpun Berpasangan

Fenomena alam yang terbentang luas ini fitrahnya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an: “… dan menjadikan padanya semua buah-buahan (pepohonan) berpasang-pasangan. Allah menutupkan malam kepada siang..” (QS Ar Ra’d: 3). Fitrah ini merupakan anugerah langsung dari Allah yang menciptakan keteraturan di muka bumi ini. Continue Reading »

7 Komentar

Apa Salahnya MSG

MSG merupakan salah satu jenis zat penambah rasa pada makanan, meningkatkan cita rasa. Tak sedikit pula yang menganggap penggunaan MSG pada makanan berbahaya bagi manusia. Kenyataannya, sebagian besar makanan khas bangsa kita tidak terlepas dari penggunaan MSG sebagai salah satu komponen bumbunya. Baik makanan yang segar maupun yang diawetkan.

Kondisi yang demikian kontras antara dugaan sementara pihak dengan banyaknya makanan yang memang mengandung MSG, maka wajarlah jika kemudian timbul pertanyaan: benarkah MSG berbahaya? Apa bahayanya? Seberapa besar bahayanya bagi manusia? Jika berbahaya mengapa masih mudah ditemukan di pasaran?

Masih ditambah lagi berbagai omongan: “jangan suka makan jajanan yang mengandung MSG nanti kamu bodo, atau “iya nih saya malah suka ngerasa pusing dan mual-mual gitu kalo habis makan snack yang mengandung MSG”.

Baiklah, dari dua pernyataan tersebut dapat kita buat dugaan sementara. Pertama, mengkonsumsi MSG membuat orang jadi bodoh. Kedua, dengan mengkonsumsi MSG menyebabkan pusing-pusing atau bahasa kerennya sindrom restoran china.

Untuk menjawab dua asumsi tersebut tepat atau tidak, perlu kita pahami dulu komponen-komponen penyusun MSG, kita bandingkan dengan komponen pada makanan yang kita konsumsi sehari-hari. MSG atau monosodium glutamat adalah senyawa garam yang tidak beda jauh dengan garam dapur. MSG terdiri dari unsur sodium (Na) dan glutamat, sedangkan garam dapur komponen penyusunnya berupa sodium klorida, terdiri dari Na (sodium) dan Cl (klorida). Sama-sama memiliki gugus sodium.

MSG mengandung natrium sekitar 12% dari berat MSG, dan 78% glutamat, sedangkan sisanya adalah air sebanyak 10%. Bila kita bandingkan dengan NaCl, maka kandungan sodiumnya mencapai 40%, yang 60% berupa klorida.

Sodium mempunyai peran penting untuk penyerapan glukosa di dalam ginjal dan usus. Selain itu juga berperan dalam pengangkutan zat-zat gizi lain melewati membran sel. Melalui asosiasinya dengan klorida (Cl) dan bikarbonat, Na terlibat dalam pengaturan keseimbangan asam-basa, sehingga cairan tubuh berada pada kisaran pH netral untuk mendukung metabolisme tubuh.

Fendy Susanto dari Nutrifood Research Center mengatakan bahwa makanan yang tergolong rendah natrium memiliki kandungan sodium kurang dari 140 mg. Sementara itu jika dalam kemasan tertulis very low sodium, biasanya kandungan garamnya kurang dari 35 mg. Makanan yang less sodium mengandung sodium 25 persen lebih sedikit daripada produk reguler dan makanan yang bebas garam (salt free) masih mengandung sodium kurang dari 5 mg.

Adapun glutamat berperan sebagai building block dari protein atau bisa dibilang bahan baku pembentukan protein. Protein berfungsi sebagai bahan pembangun tubuh, membentuk sel baru, mengganti sel-sel yang rusak.

Glutamat terdapat secara alami di hampir seluruh makanan yang kita makan, mulai dari ikan, daging, susu, sayur, hingga buah-buahan.
Lalu dimana letak bahayanya penambahan MSG dalam makanan?

Dugaan pertama adalah mengkonsumsi MSG membuat orang bodoh. Kita lihat seberapa besar tingkat konsumsi MSG tiap-tiap negara, apakah perbandingan tingkat konsumsi tersebut berkorelasi dengan tingkat kecerdasan masyarakatnya.

4 Komentar

Sindrom Restoran Cina?

Ini ada tiga data yang menyatakan bagaimana pengaruhnya MSG pada manusia. Data ini saya bersumber dari guru besar ilmu gizi di IPB.

Robert Ho Man Kwok (1969)
Disain: Dugaan pribadi
Jumlah subjek: 1 org (diri sendiri)
Cara Pemberian MSG: Dengan Makanan
Kesimpulan: MSG mungkin salah satu penyebab sindrom

Tarrasof & Kelly (1993)
Disain: Randomized DBCT
Jumlah subjek: 71 org sehat
Cara pemberian MSG: MSG Tanpa Makanan
Kesimpulan: MSG tdk menimbulkan reaksi pada sebagian besar org tapi dialami sebagain kecil orang dan tidak konsisten

Geha et all (2000)
Disain: Multi-centers Randomized DBCT
Jumlah subjek: 130 orang yang merasa sensitif terhadap MSG
Cara pemberian MSG: MSG Tanpa Makanan dan Dengan Makanan
Kesimpulan: 1) MSG tidak menimbulkan reaksi bila diberikan melalui makanan. 2) MSG tanpa makanan pada orang yang sensitif dapat menimbulkan reaksi yang tidak konsisten dan cepat hilang.

Nah, sekarang silakan disimpulkan sendiri terkait sindrom restoran cina itu.

Tinggalkan komentar

kukira

Kukira semakin mahal harganya semakin besar nilai zoom nya.
Kukira semakin besar peralatannya semakin besar zoom nya,
Dan aku sendiri awalnya tak tahu zoom yang dimaksud apa

Baru kemudian kutemukan di google ada optical zoom dan ada digital zoom
Zoom optical yang lebih riil ternyata
Maka
Aku tak jadi pilih karena harga
Juga tak pilih karena besarnya peralatan,
Tapi zoom optical yang kumau