Tinggalkan komentar

Entah Tentang Rasa Itu

akupun tak tahu siapa 
yang mengijinkan 
bermain seenaknya 
menelusup pelan-pelan 
menjalar tak karuan 
mencipta demam 
berkepanjangan 
membelit resah tak 
karuan juntrungan 
menggema-gema berulang 
semakin nendang 
menyandarkan resah juga 
gelisah tanpa jelas arah

seperti remaja malu-malu 
atau terlambat mengenal 
rasa yang tak biasa yang 
sebelumnya tak pernah ada 
tiba-tiba saja telah bertandang 
tanpa ancang-ancang 
pengumuman 
atau sebentuk tanpa perkenalan 
semuanya serba begitu saja

bagaimana mempersilahkan 
membiarkan atau malah 
melakukan pengingkaran 
sama-sama susah ditemukan 
padanan untuk sekedar 
mengungkapkan apakah 
itu kebenaran atau kebetulan 
mungkin juga kepalsuan yang 
gagal ditangkap sebagai kenyataan 
yang mengawang-awang 
karena semakin tak karuan 
bingung untuk dijadikan kepastian

kampungmanis, 28 september 2021   
Tinggalkan komentar

Jangan Menoleh ke Belakang

Berangkatlah 
meninggalkan luka 
meninggalkan sepucuk kenangan 
berguguran bersamaan 
daun-daun yang meranggas 
di tepian musim kerontang 
yang panjang lupakan ya lupakan 
saja kalau pernah dikenalkan 
pada rasa yang juga tak bisa 
dipahamkan apalagi anak-anak 
yang biasa telanjang mengais 
rumputan juga di musim kerontang 
pastilah banyak kesulitan

Sudah kubilang 
jangan menoleh ke belakang, 
kenangan yang menempel 
dipunggungnu biarkan saja 
melenggang ada tangan-tangan 
yang akan mengurusnya 
kemudian tanpa harus kita 
pedulikan tanpa perlu peta kita 
siapkan toh tetap tidak ada 
menemukan titik kesesatan 
biarkan angin tetap mengarahkan 
tak perlu ada perbantahan

Lupakan kemaren yang 
mengajak perdebatan 
di batas penantian mereka 
hanyalah nyinyiran tanpa 
peduli pada kenyataan 
omongan-omongan 
mampir tak karuan 
seperti omelan bergelantungan 
tak jelas juntrungan 
maka biarkan 
juga lupakan

kampungmanis, 27 september 2021
2 Komentar

Perasaan yang Tertinggal

secarik catatan usang
hilang dari genggaman
sekitar peron selatan
perasaan itu tertinggal
anyaman lepas dari ikatan

kampungmanis, 27 september 2021
Tinggalkan komentar

Perjalanan Cinta

mengenang yang katanya ini sesuatu yang nyaris mustahil dari seorang Sunarno

kampungmanisku

catatan perjalanan terserak dalam
lembaran-lembaran usang
daun-daun kering melambai
menanti turunnya hujan
mengumpul setia
membusuk
membentuk bunga tanah

potongan-potongan perjalanan
terserak di sembarang tempat
juga sembarang waktu
terekam dalam memori sebagian

membaca lembaran perjalanan
helai demi helai yang terlewati
menelisik kembali ayunan langkah
perjalanan kehidupan
demi satu kata
cinta
ya, hanya karena cinta
perjalanan diayunkan
catatan dibentangkan

menelaah kembali
catatancatatan perjalanan
nilai waktu dan jarak terlewati
ya, hanya satu kata
cinta
cinta tak berbatas hanyalah
milik sang pemberi cinta

Kuningan, 8/12 2009

(Akhirnya bisa juga membuat puisi dengan melibatkan kata cinta, meski ini tak begitu lazim demi memenuhi undangan sesepuh kita Pak De Abdul Chalik)

Lihat pos aslinya

Tinggalkan komentar

Ayat-ayat Memadat

Adakah yang kau rindu menunggui malam selepas menelusuri jejak senja yang tembaga. Di sepanjang tepi mimpi bercabang-cabang memilih keinginan. Tengadahkan tangan sepilihan doa di tengah arus air mata yang mengingatkan luka. Pemakaman puluhan tahun silam kembali terkenang. Ayat-ayat memadat dalam komat-kamit mulut mungil mengalir melandai. Lebah kalah bersamaan mengepakkan dengung.

Jelang malam di kampungmanis, 26 Maret 2020

Tinggalkan komentar

Tertinggal

apakah yang tertinggal
di depan anglo penghangatan
seulas kata-kata yang irit saja
menghantarkan seulas senyuman

kampungmanis, 24 september 2021
3 Komentar

Puisi Lama yang Kurindukan

Hari ini aku tidak menuliskan puisi di sini. Kucoba memuaskan diri hanya dengan melihat-lihat kembali puisi-puisi lama. Ada beberapa yang justru membuatku berfikir kembali tentang dibalik puisi itu. Ada rasa kerut dijidatku. Mencoba menelisik kembali kesan apa yang dulu menuliskan puisi tersebut. Juga ada beberapa komentar teman-teman narablog yang entah sekarang masih aktif atau tidak. Banyak teman yang tak lagi ada kabarnya

Berpuisi ini memang asik. Ada lega ketika sebuah puisi selesai diguratkan. Ada kenyamanan di sana,

Tinggalkan komentar

Mengurai Seberapa Jauh Jarak

setiap kepulangan membicarakan perjalanan
tak akan usai mengurai seberapa jauh jarak
hanyalah memisahkan waktu yang itu-itu
mengunggah peluang baru yang belum temu

bagaimana clingak clinguk di peron selatan
hujan begitu ramah menyambut kedatangan
wajah-wajah bergegas mencari tumpangan
mungkin khawatir sampai rumah kemalaman

tak ada lagi bus perempat yang mengantarkan
jadi ini bukan kemajuan, mungkin ditelan karatan
mungkin lenyap oleh para leasing dengan kemudahan
cukup bekal katepe begitu mudah bawa pulang kendaraan

aku yang pulang rantau kelimpungan
di peron selatan celingukan cari tumpangan
menimbang mengurai kecocokan juga peluang
yakin tak terperosok rayuan menggiurkan

mengurai seberapa jauh jarak setiap kepulangan
setelah dzikir di masjid selepas jamaah isya
rasa yang selalu ada bersama kerinduan
berjabat erat masih akrab seperti kanak-kanak

di kampung manis menunggu senja,11 Maret 2020

clingak-clinguk, celingukan: mencari-cari kesegala arah 
Tinggalkan komentar

Belum Sempat Kutuliskan Puisi

aku tak punya puisi untukmu
di senja waktu seperti bergerak ragu
berulang kucoba mereka-reka
ketika percakapan kita begitu saja
tanpa ada kesepakatan apa-apa
di meja tua mendaur ulang cerita
kecuali hidup ini entah mengapa
tak mau lupa engkau tertawa
renyah begitu renyah
tentu saja aku sangat suka
tapi, cukuplah untukku saja
bersama kita menapaki Bahagia
maaf, kumohonkan maaf 
puisi untukmu belum sempat
aku tuliskan

kampungmanis, 21 september 2021
Tinggalkan komentar

Semakin Jauh Melepaskan

tikaman sepi menghunjam
kampung halaman kita tinggalkan
adalah satu persatu di antara kita
membuang jejak-jejak kehidupan
semakin jauh melepaskan masa silam

kampungmanis, 20 september 2021 

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

The Wholly Integrated Self

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings - ©BBYCGN

Awareness and insight into Relationships including Abused Men and Women, Narcissistic Abuse, Modern Heroes, God’s Love, Survival and Recovery, Mental Health and Behavioral Issues via Creative Writing, Poetry, Original Quotes, Music, and more.

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)