2 Komentar

DI SANALAH KAWAN

di sanalah kawan
tumbuhnya ilalang sepinggang
pohon mahoni juga dandelion berpencaran
berselingan dengan jati makin menjulang
biji-bijian berjatuhan mencari lahan
cara bertahan untuk kemudian

ilalang sepinggang yang menggembirakan
tumbuh lebat di samping pemakaman
mari marilah bersama kita babat
jangan lupa bawa pulang ke kandang
agar gemuklah sapi-sapi kesayangan

mahoni juga jati yang dibeli kemaren pagi
dipetik dari tangkai yang masih murni
kita tanam kembali jadi investasi
agar anak cucu kita turut menikmati

dandelion juga kamboja
serta randu alas
biarlah memencar
dengan sendirinya
alam sigap menjaganya
tanpa harus
campur tangan
kita

kampungmanis, sept 19

Iklan
Tinggalkan komentar

BIARKANLAH

biarkanlah ruang itu kosong
mengingatkanku akan waktu
pagi subuh meniti pematang
di remang sisa rembulan
menyibak rerumputan
pagi di kesunyian

bawalah kembali selembar ingatan
menyusuri saluran hingga ke bendungan
sabit dan cangkul dalam genggaman
malam-malam di terang rembulan
tak ditemukan lagi sisa hujan
sedang sawah butuh pengairan

masih lekat dalam ingatan
padi menguning tanah mengering
banyak berdatangan orang asing
katanya kampung mereka jauh lebih kering
lebih ngerinya tak ada padi yang menguning
aku hanya bisa berkerut pada kening

biarlah ruang itu kosong
mengingatkan pada rerumputan
dibiarkan tumbuh sepinggang
untuk dibabat masuk keranjang
dijadikan pakan penggemukan

kampungmanis, sept 19

Tinggalkan komentar

GUNUNG TUGEL

sudut kampung paling ujung
anak tangga tak pernah kuhitung
satu-satunya jalan naik melengkung
meski bukit, orang menyebut gunung
biar sajalah, tak usah bingung

para peziarah
banyak berkunjung
dari tak tentu arah
membawa kembang
napa tilas
berdoa
di depan makam
satu-satunya makam

kampungmanis, sept 19

3 Komentar

UJUNG KISAH

menelaah jejak pada ujung kisah
kisah yang kita ulas tak tuntas
di temaram malam hingga kopi tandas
tak sepakat kisah yang di sekolah
paparan mata pelajaran sejarah

ujung kisah bercabang
ujung kisah tak karuan
ujung kisah bertentangan
ujung kisah tersamarkan
ujung kisah tak lagi berkisah

ujung kisah
milik pembuat kisah
tapi…
jangan pasrah

kampungmanis, sept 19

Tinggalkan komentar

PUSO

puso adalah alamat
hari-hari semakin panjang
ikat pinggang makin kencang
tak ada pesta keramaian
mungkin juga tanpa nasi
dalam perjamuan

puso adalah alamat
bongkar ladang
segala umbian
yang merambat
yang lama ditinggalkan
yang lama tak dihiraukan
yang lama dilupakan

puso adalah alamat
uwi, gembili,talas
suweg juga gadung
jadi santapan utama
campur parutan kelapa
semoga tidak keracunan

puso adalah alamat
bersama dalam tirakat
kuat-kuat menahan penat
pada musim yang menjerat

kampungmanis, sept 19

Tinggalkan komentar

MILIK KITA

sejauh hamparan
bulir mulai menguning
sesekali pipit menjumput
berkeloneng pengusiran
bertebaran

semoga tak sampai puso
meski didera kemarau
masih bulir padat pepat
akhir bulan dibawa pulang

sejauh hamparan
menunggu
di bawa pulang
di tanah kering
milik kita

kpmanis, sept ’19

Tinggalkan komentar

MENGUKUR INGATAN

seberapa kuat kita mengukur ingatan
skala jarak yang makin ditempuh rentang
tentang apa yang dulu jadi mainan
tentang apa yang dulu jadi candaan

tak tahu harus ke mana kutuangkan
segerbong ingatan tentang kenangan
tak punya kanvas untuk merentangkan
tak punya kuas untuk menggoreskan

slide itu tak mau berhenti berputar
biarlah tanpa kanvas tetap kubentangkan
tanpa tinta tanpa kuas tetap menggores dalam
dalam angan yang paling palung berseliweran
yang kini teringkas dalam sepotong kenangan

saat kemarau panjang bersama purnama
dulu kita mainkan pertarungan bak jagoan
saling kejaran sambil menunggu saatnya pulang
atau mengulik jeruk tanggung kita sebut bola
untuk memadatkan tanah tetangga
akan dibangun rumah

kampungmanis, Agust 2019