Tinggalkan komentar

Terjaga di Batas Kata-kata

seperti biasanya terjaga 
di batas kata-kata 
membariskan dalam 
deretan makna aku suka 

senyuman di antara mereka 
sedikit mengurai penat yang 
tak jarang lupa kipas 
angin dinyalakan gerah 

wajar saja dekat lapangan 
terbuka sorot matahari siang 
bebas melenggang 
menerobos jendela percuma 

dihalang kain korden kaca 
tetap saja melanjutkan 
panas udara membariskan 
angka-angka banyak 

sekali perpangkatan yang 
katanya pening kepala 
padahal sudah kujaga dengan 
kesantaian yang menceriakan 

tak mengapa sambil mengunyah 
barang  candaan asalkan tak ada 
yang memanjakan kantuk yang 

melenakan nempel di meja 
sesekali juga kuselipkan 
sajak-sajak yang meringankan
beban pikiran

kampungmanis, 15 oktober 2021
Tinggalkan komentar

Lupakan

Tak pernah kuantarkan
 Secuil janji tentang sebuah ikatan
 Tiba-tiba engkau tagihkan
 Lewat pesan singkat kau lesatkan
 Lupakan saja
  
 Kampungmanis, 17 Januari 2021
Tinggalkan komentar

Dulu Banyak Kita

dulu banyak kita perbincangkan
tentang gemah ripah tanah tumpah darah
begitu mudah tumbuh sembarang tanaman
kemakmuran yang banyak diharapkan
juga seringkali digaungkan
tentang swasembada pangan
sekaligus tantangan masa depan
 
dulu banyak kita diskusikan
sembari menunggu perkuliahan
ketimpangan yang mulai kelihatan
mungkin otak kita semakin berkembang
mungkin jiwa kita sedang berjuang
mengenal apa itu sejatinya kehidupan
tak sekedar tengadahkan tangan
 
dulu banyak kita perdebatkan
compang campingnya pendapatan
saling tuding pekerja dan pengelola
mana lebih berjaya, toh sama saja
sejatinya saling membutuhkan
kenapa saling meributkan
 
dulu banyak kita selipkan
di jalanan, serasa begitu gagah
memperjuangkan masa depan
padahal swasembada telah tenggelam
sepertinya pemegang negeri berganti haluan
mungkin lupa pertanian penopang utama
kehidupan, swasembada kian tenggelam
 
kini, kawan-kawan kembali ke jalan
mengurusi buruh yang kian terampas
hak-hak dasar yang kian terbakar
begitu mudah dihanguskan
harapan sejahtera demi
kemudahan investasi besar-besaran
untuk siapa gerangan
gemah ripah yang dulu digaungkan
 
 
kampungmanis, 7 oct 2020
Tinggalkan komentar

Jangan Tanyakan Apa-apa

benarkah ada kisah-kisah 
janggal telah kita lewatkan 
hingga segala kemungkinan 
bisa saja menghadang 

atau melempangkan 
semakin mengembang 
beranak pinak menjadikan 
beraneka cerita di luaran 

yang mungkin tak enak 
di pendengaran tapi lumayan 
kenyal mengenyangkan 
jadi santapan para pengenyam 

kabar serabutan tanpa timbang 
menimbang arti kata kebenaran 
semakin liar jangan tanyakan apa-apa 
yang jelas tak ada yang aku paham 

mengapa bisa mengembang demikian 
akupun terbelit ketidakmengertian 
penjelasan kurasa semakin menambah 
kesesatan serta keliaran yang 

semakin menjalar maka kubiarkan 
saja kisah-kisah janggal menggelandang 
pelan-pelan bersama lalu lalang 
angin yang tak begitu kencang 

begitulah adanya keyakinan 
pastilah akan segera menghilang

kampungmanis, 12 oktober 2021
Tinggalkan komentar

Apa yang Perlu Kuurai

apa yang perlu kuurai tentang 
jarak yang telah lama 
membentangkan perpisahan 
betapa jantungku tetap dalam 

detaknya memilin keteraturan 
pemompaan yang kadang 
sedikit menaikkan 
ritme ketegersaan 

diseling ketermanguan 
tak ada yang perlu dilupakan 
juga ditinggalkan sebagaimana 
tak ada janji yang kita ucapkan 

apalagi sebentuk ikatan dalam 
kebersamaan meski hanya 
sebatas dalam angan 
jelas di luar jangkauan   
     
kampungmanis, 11 oktober 2021
Tinggalkan komentar

Penantian

Di sudut ruangan dalam penantian. Pada belasan tahun silam. Jarum jam serasa berdetak begitu pelan. Di luar hanya kesiur angin kemarau menerpa pohon bambu. Mengingatkan September tahun enam lima yang sering diceritakan simbok. Saat kakakku dilahirkan.

Mondar mandir tak karuan. Hanya mengitari ruangan tak seberapa di ruang tunggu sebuah klinik. Dulu ibuku belum kenal yang semacam ini saat menantikan kelahiranku, juga bersama kesiur kemarau di Agustus tahun tujuh puluhan.

Tak ada kawan berbincang, tak ada tempat berbagi pengalaman. Tak memungkinkan juga memanggil seorang kawan. Waktu telah terlalu malam. Tak sopan melakukan panggilan. Jelang jam sembilan malam serasa sudah begitu larut. Tak seperti sekarang, banyak tempat-tempat dijadikan tongkrongan. Lewat jam sebelas malam masih banyak kendaraan lalu lalang.

Ibu bidan tadi sore bilang, kemungkinan besok subuh menjelang. Doa lamat-lamat kumantrakan, sebagai satu-satunya teman penantian. Kenapa juga lupa tak kubawa Alquran. Repot juga bagaimana melewatkan malam.

Bagaimana bisa terpejam. Di dalam sana sedang berjuang dibantu seorang bidan. Sudah lebih dua jam, rasanya telah semalaman. Aku di sini juga berjuang melawan hawa dingin juga sesekali nyamuk menyerang.  

1 Komentar

Tidak Seharusnya Aku Menyerah

mengapa aku harus 
memperturutkan mimpi buruk 
yang serta merta menggelandang 
menyeret tanpa peta jalan 
tergambarkan lewat kawat 
pertautan perasaan memangnya 
siapa harus memegang perasaan 
tidak seharusnya aku menyerah 
begitu pasrah aku sudah biasa 
dengan kata-kata yang tumpah 
bahkan rebahan dalam tumpukan 
ketidakpastian juga ketidakpedulian 
siapa pula yang sengaja meninggalkan 
jerat-jerat menelikung segenap penat 
sebelum ada rekapan kata-kata selamat 
ah tak usahlah mencari peta yang tak 
pernah dibutuhkan mencari jejak 
rerimbun perasaan yang masih juga 
mengambang di atas gelombang 
pasang di tengah gemerlap 
lampu kota yang katanya tak 
pernah mengenal kata 
pemadaman  

kampungmanis, 8 oktober 2021
Tinggalkan komentar

Persembunyian

aku tetap saja 
sembunyi dari ketinggian
debaran tak ada jalan yang 
kudapatkan kemana 

harus memperturutkan 
mempertemukan kata-kata 
saja telah meninggikan paragraf 
semakin asing mendapatkan 

kenyataan persembunyian 
yang tak juga kutemukan 
kesunyian betapa tidak 
gemuruh yang kucoba 

kubunuh tak pernah juga 
mau luruh peluh yang 
hanya meningkatkan 
keluh biarkan saja kereta 

dengan lengkingan terompetnya 
menyasar genderang telinga 
kian mengelandang telingaku yang 
kanan masih ada remang-remang 

mendengar degubku yang sedikit lancing
biarkan aku tetap saja dalam
persembunyian awang-awang
jauh dari jangkauan kejaran

kampungmanis, 8 oktober 2021
2 Komentar

Menanti Kedatangan Matahari

pada sebuah jamuan pagi
menikmati sajian sajak-sajak usang
saat sunyi menanti kedatangan matahari
yang pelan mengangsurkan pecah embun
selaput cahaya menelusuri celah genting
membelai amben, menghangatkan pikiran
secobek sambal belum tuntas digilas
sebagai teman memeriahkan sajak usang
jelaga hitam mengumpul di atas para-para
menemani segepok jagung dalam gantungan
perapian mengabarkan kematangan pembicaraan
dalam seruput hangat kopi pahit tanpa ampas
celoteh singkong renyah dalam kunyahan
merengkuh persiapan menuju ladang

kampungmanis, 26 Juni 2020 (17:00)
pernah dimuat diblog ikatan kata
Tinggalkan komentar

Lelaki dalam Puisi

Mengapakah engkau tanyakan 
lelaki dalam puisi yang tak 
selesai mengemasi kata-kata 
tak tuntas menjelaskan gumpalan 
rasa semakin terjerat pada untaian 
kalimatnya sendiri entah gamang 
ragu tak sampai dalam membicarakan 

sesuatu entah menunggu 
mugkin ditunggu 
kemudian begitu 

saja menghilang tanpa pijakan 
yang bisa ditafsirkan bisa saja lelah   
setelah perjalanan panjang
merasakan kesunyian di kereta

melupakan sebentuk perkenalan
seperti saat diam-diam
sendirian dalam perpustakaan
setelah suntuk rumus matematika

mengunyah renyah cerita
semasa sekolah menengah
memperturutkan denyar
denyar dalam debar

kampungmanis, 7 oktober 2021
trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

The Wholly Integrated Self

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings - ©BBYCGN

Awareness and insight into Relationships including Abused Men and Women, Narcissistic Abuse, Modern Heroes, God’s Love, Survival and Recovery, Mental Health and Behavioral Issues via Creative Writing, Poetry, Original Quotes, Music, and more.

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)