Tinggalkan komentar

DI BATAS URUNG

kampungmanisku

“Benarkah kau akan…?”

Pertanyaan yang tak pernah usai. Seribu tanya tak beranjak. Menyangsikan tekad yang memuncak. Meragukan langkah yang telah kuputuskan. Salahkah aku hendak membentangkan layar menata masa depanku sendiri. Haruskah aku

Lihat pos aslinya 1.320 kata lagi

1 Komentar

Ronda

mengikuti catatan
yang disematkan di sudut pertigaan
pada dinding kusam samping monitor
tiap malam jumat yang dijadwalkan
serentengan kopi hitam
siap seduh kapan diinginkan
penghangat pembicaraan
sebelum melanglang sebagian
menandai malam berlalu dengan aman
2 Komentar

Kehilangan Lagi

pada kali kesekian
kehilangan itu datang
jelang petang
di samping jendela
kita sedang mempersiapkan
catatan juga bawaan
rekam medis
dawai tak lepas
saling menopang
kesiapan pemeriksaan
 
tuhan telah mencukupkan
perjalanan yang kita siapkan
seketika dihentikan
cukup sekali tarikan nafas
meski kita belum percaya
hati telah ikhlas
inilah kehendak-Nya
 
kampungmanis, sept 2020
4 Komentar

Kepulangan Kali Ini

Sepagi ini setelah melewatkan stasiun kereta api. Hangat sambutan masih seperti dulu. Di beranda bersama-sama ceria. Mungkin akan ada tagihan yang tertunda. Cerita perjalanan atau cukuplah suguhan segelas kopi pahit mungkin juga sepiring cemilan sebelum dipersilahkan rebahan. Bertemu kembali diobrolan makan siang.

Di rantau gerimis akrab menyapa, menerpa genting tanah, bahkan berisik pada spandek selingan dengan angin yang sering bertanding. Orkestrasi sepanjang musim. Tiba-tiba saja atap seng melayang menghadang jalan setelah angin berisik mengganggunya. Atau listrik padam sebagian, mungkin cukup beberapa petak hunian saja. Seperti pernah kualami dulu. Hujan sebagian, hanya berjarak puluhan meter benderang. Berkali-kali kunikmati batas hujan begitu nyata. Kadang juga di depan rumah.

Telah lama kusimpan kisah-kisah di pegunungan. Tanah berdebu melebihi kampung halaman kita. Matahari hanya sekejap berjaga, sebelum lelap didekap kabut yang berkedut. Ah, sedihnya saat kumat alergiku tak tahan dingin juga debu yang selalu mengganggu. Tiada henti menyambangi. Apalagi saat pesta agustusan. Pawai karnaval menebalkan larikan debu yang sedang puncak musimnya. Masih ada juga konon bencana asap bertuba, telah banyak menghilangkan banyak nyawa. Atau juga embun upas yang teramat ditakuti. Kedatangannya adalah merugian besar bagi petani, ketiadaan jadi panen raya. Mudah untuk beli kendaraan baru.  

Kisah belajar yang tak banyak untuk diceritakan. Ah, biasa-biasa saja.     

Tinggalkan komentar

Hidroponik Tanaman Tanpa Tanah

Bagi kita yang ingin mengkonsumsi sayuran segar tanpa pestisida saat ini adalah sesuatu yang tidak gampang. Umumnya sayuran yang dijual di pasar sebelumnya telah disemprot dengan pestisida. Senyawa kimia yang digunakan untuk membasmi hama tanaman. Salah satu alternatif yang bisa kita lakukan, apalagi  tidak memiliki lahan maka bercocok tanam secara hidroponik adalah pilihan. Sekaligus bisa digunakan sebagai sarana pengisi waktu luang atau bahkan sarana menghilangkan penat setelah rutinitas pekerjaan harian.

Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang menghemat lahan. Dapat diterapkan di ruang yang sempit, bahkan bisa sangat dekat dengan tempat tinggal. Sesuai dengan namanya maka hidroponik merupakan cara bercocok tanam yang  tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Salah satu cara mengatasi lahan yang semakin sempit karena bertambahnya kebutuhan perumahan dan industri.

Pada prinsipnya tanaman bisa tumbuh dengan baik adalah memerlukan unsur hara. Secara konvensional pemenuhan unsur hara tanaman diperoleh dari dalam tanah. Tingkat kesuburan tanah berbeda-beda, tergantung jenis tanahnya. Ada yang sangat subur ada pula yang harus ditambahkan oleh manusia kesuburannya sehingga diperlukan pemupukan.

Hidroponik meniadakan peran tanah dalam pertumbuhannya. Peran unsur hara cukup dilarutkan dalam air dan harus diberikan oleh manusia. Dijaga ketercukupan unsur hara dalam air. Media yang digunakan juga bisa memanfaatkan limbah, bisa pula secara sengaja dirancang dari bahan pvc/paralon. Penggunaan air untuk hidroponik lebih hemat bila dibandingkan dengan cara konvensional. Jadi sangat cocok untuk diterapkan di daerah yang minim air. Efektivitas air dapat terjadi karena tempat menampung air menggunakan bahan yang mampu menahan air agar tidak merembes kemana-mana. Sangat berbeda dengan cara konvensional, air menyebar kemana-mana sesuai dengan kondisi pori-pori tanahnya,hanya sebagain kecil saja yang diserap oleh tanaman.

Saat ini tanaman yang bisa dikembangkan melalui teknik hidroponik adalah jenis tanaman sayuran. Tanaman sayuran rata-rata merupakan tanaman semusim, sekali tanam sekali panen dalam jangka waktu yang tidak begitu lama.

Penanaman hidroponik disamping turut membantu meningkatkan ketersediaan tanaman sayuran juga memberikan kontribusi pada keindahan lingkungan. Tidak sedikit penggemar hidroponik yang lebih mementingkan nilai estetika dari nilai ekonominya. Hidroponik jika ditempatkan di pekarangan rumah menambah keindahan, sebagaimana hal taman. 

Dalam skala kecil penanaman hidroponik dapat memanfaatkan limbah berupa botol bekas air minum, bekas wadah cat. Wadah yang bening dapat dimodifikasi dengan dilapisi plastik hitam atau dicat agar gelap sehingga tidak mudah ditumbuhi lumut.

Agar larutan nutrisi dapat bersirkulasi secara merata maka perlu ditambahkan alat berupa aerator atau pompa air yang biasa digunakan pada akuarium guna mensuplai oksigen. Jika tanpa menggunakan aerator maka akan menghambat suplai oksigen sekaligus beresiko beberapa nutrisi akan mengendap dan kurang optimal dimanfaatkan oleh tanaman karena posisi akar kurang bisa menjangkau posisi nutrisi yang berada di bagian dasar.

Tanaman hidroponik memiliki laju pertumbuhan 2 kali lebih cepat bila dibandingkan dengan kondisi yang sama ditanam di tanah. Hal ini terjadi karena tanaman hidroponik menyerap langsung nutrisi dari air yang sudah disediakan. Kondisi demikian juga tidak memerlukan sistem perakaran yang besar untuk mencari nutrisi. Ketersediaan nutrisi yang cukup, perkembangan akar yang tidak terlalu besar dapat merangsang pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat.

Tanaman hidroponik aman dari pestisida, karena umumnya memang tanpa menggunakan pestisida sehingga tidak akan menimbulkan polusi, bahkan mampu mensuplai oksigen yang turut menjaga suhu lingkungan tidak terlalu panas.     

Tanaman dari hidroponik kondisinya senantiasa terjaga kebersihannya, pemeliharaan lebih mudah, tempatnya terjangkau. tanpa ada gangguan gulma, pemanenan yang bersih dan mudah, media tanam dapat digunakan berulang kali.

12 Komentar

Aneka Ragam Bambu

Bambu merupakan jenis tanaman yang mudah ditemukan di sekitar pemukiman, terutama di perkampungan. Meskipun sampai saat ini belum banyak dikenal cara menanamnya, namun perkembangannya cukup bagus. Tanaman bambu mudah tumbuh dengan membentuk tunas, biasanya banyak berrmunculan di musim penghujan.

Spesies (jenis) tanaman bambu sangat beraneka ragam bahkan lebih dari 1.000 spesies. Hampir semua spesies ada di negara kita. Keanekaragaman tersebut sekaligus juga berkaitan dengan pemanfaatannya oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ada keperluan untuk sumber pangan, ada yang dimanfaatkan untuk kebutuhan papan, apa pula yang menggunakan sebagai bahan estetika (musik, tanaman hias) dan juga ada beberapa masyarakat yang memanfaatkan untuk konservasi lahan.

Satu jenis bambu tidak mutlak hanya digunakan untuk satu keperluan bagi manusia.

Bambu petung, ukurannya yang besar tentu akan menghasilkan rebung yang besar pula. Rebungnya banyak digemari karena teksturnya yang lembut dan enak dikonsumsi. Bambu ini bisa juga dimanfaatkan untuk keperluan dinding rumah ataupun tiang-tiang penyangga.

Bambu wulung yang memiliki warna biru kehitaman, warnanya ini sangat menarik untuk dijadikan kerajinan sebagai kursi, meja ataupun anyaman hiasan dinding dengan dibentuk pola tertentu. Rebungnya juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan sayuran.

Bambu ampel mempunyai kulit berwarna hijau mengkilat dan jika disimpan dalam waktu lama warnanya perlahan-lahan berubah menjadi kekuningan.  Bambu ini dapat digunakan untuk penahan erosi dengan cara membuat patok-patok yang ditancapkan pada saluran air. Bambu ampel lebih awet karena tidak akan cepat mengering bahkan sangat memungkinkan akan tumbuh daun, sehingga menjadi tanaman baru yang semakin kuat menahan terjadinya erosi. Secara tradisional telah banyak dimanfaatkan di pedesaan. Masyarakat jawa tengah banyak pula yang memanfaatkan rebungnya sebagai sayuran.

Bambu tali atau sering disebut bambu apus merupakan jenis bambu yang paling mudah ditemukan di Indonesia. Kegunaannya yang paling dikenal adalah digunakan sebagai tali, sehingga tidak aneh jika dinamakan juga bambu tali. Sifat seratnya yang agak lentur mudah dibentuk namun kuat itulah maka sering digunakan sebagai bahan pembuatan tali. Secara tradisional tali yang digunakan untuk keperluan rumah tangga banyak menggunakan bamu tali. Berbagai jenis makanan tradisional pun banyak yang talinya menggunakan bambu apus. Jenis bambu apus juga banyak digunakan untuk anyaman berbagai keperluan seperti kipas, berbagai perabotan dapur untuk menampi beras, menyimpan beras, mengukus nasi dan berbagai keperluan lainnya. Namun bambu tali rebungnya tidak enak untuk dikonsumsi. Pada jaman perang kemerdekaan jenis bambu tali juga digunakan sebagai senjata yang dikenal dengan nama bambu runcing. Banyak juga digunakan untuk rangka atap rumah.

Bambu kuning, sebagaimana namanya memiliki kulit berwarna kuning. Secara luas pemanfaatannya untuk tanaman hias. Mudah tumbuh dan mudah pula untuk dikembangbiakkan dengan cara stek. Dikabarkan bahwa jenis bambu kuning banyak dimanfaatkan untuk bahan obat-obatan sebagai pencegah infeksi dan untuk pengobatan hepatitis.

Bambu tulup mirip dengan bambu tali, hanya saja ukurannya kecil-kecil dengan jarak antar ruas yang lumayan panjang. Banyak dimanfaatkan sebagai senjata tulup. Bisa sebagai senjata tradisional atau jenis mainan tradisional. Juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan seruling dan terompet.

Bambu duri ditandai dengan adanya duri pada ruas-ruasnya atau pada tangkai ruasnya. Jenis bambu duri atau disebut juga bambu ori rebungnya dimanfaatkan untuk sayuran.

Berbagai jenis bambu memiliki sistem perakaran serabut. Umumnya hidup mengelompok dalam rumpun, sehingga akar antar pohon bisa saling berimpitan. Akar yang demikian sangat bagus untuk menahan laju tanah longsor. Maka tanaman bambu sangat bagus digunakan sebagai penahan erosi, baik karena sistem perakarannya atau dengan sengaja digunakan untuk membuat tanggul-tanggul di sepanjang aliran sungai.

2 Komentar

Seperti Wiridan

pagi hari meninggalkan sepi
ini puisi tempatku bersembunyi
dari hiruk pikuk sepanjang hari
meski tak kumengerti
mengapa tetap saja kuberpuisi
sebelum hujan datang kembali
tetap saja kuguratkan puisi
 
seperti wiridan sepanjang hari
menggoreskan tiada henti
kata-kata meluncur sendiri
menuntun jari jemari
menata huruf-huruf
bentuk refleksi renungan diri
 
seperti lebah pasrah
dalam dengung mengelilingi rumah
berjaga jarak aman dari penyerang
aku selalu merindukan keamanan
kawan-kawan tak ada yang kena serangan
kabarnya pandemik begitu menyeramkan
 
tetap saja kuguratkan puisi
tanpa harus kumengerti
sepanjang hari hanyalah begini
kukabarkan yang sejati
tak ada satupun dari sini
untukmu kubuatkan puisi
 
kampungmanis, 15 sep 2020
Tinggalkan komentar

Di Pagi Hari

di pagi hari
ujung genting yang kering
menyimpan kerinduan pada hujan
menangkap siluet debu-debu
yang selalu diterbangkan kendaraan
jalan aspal tak pernah mau menyimpan
seperti kenangan dibiarkan
melenggang tanpa pijakan
mengering kemudian
hilang
 
3 Komentar

Mengejar Sunyi

tiada yang berhenti
mengejar sunyi
 
seperti anai-anai
sehabis gerimis
di tepian kolam
juga tengah ladang
berlomba meninggalkan liang
 
rayap berisik
menyesap kayu
menggerogoti tiang
makan meja tempatku kerja
menyisakan butiran hitam
teronggok pelan di lantai
 
di pasar
segala omongan
bisa jadi dagangan
kesunyian yang melayang
 
diri yang selalu mencari
sunyi ada di dalam hati
Tinggalkan komentar

Fotosintesis

ujung melambai
pelan mengangguk
menjerat cahaya pagi
bersama sesapan karbondioksida
lewat mulut-mulut mungil
celah tiap lembarnya
mengelola dan mengolah
semacam pemasakan
atau pembakaran
di ruang tak kasat mata
tapi begitu nyata
tumbuh dan terus tumbuh
DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Survival Through Faith - Good vs Evil

Christianity, Truth, Narcissistic Abuse, Toxic Relationships, Frontline Heroes, ©BBYCGN All Rights Reserved

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)