Tinggalkan komentar

Lupa Menyapa

lemparan yang kesekian
kata-kata di tata bergantian
dari ruang pesan kadang tertunda
abai teman-teman di muka
seperti tak saling kenal
tak juga membutuhkan
sekedar sapa

di barisan kursi kereta
siapa sangka tanpa bicara
berdampingan perjalanan
stasiun berulang bergantian
senyuman menuju ruang pesan
lupa di sampingnya butuh perhatian

kampungmanis, 14 Juli 2020

7 Komentar

Pinta Maaf Terperangkap

mengering pinta maaf terperangkap
dikelu yang lalu terhempas laiknya
kapas melayang dibekap angin
merambah selang perbincangan
menuju mata sayu, tersandera
di dadamu waktu itu

terlanjur sudah
aku tak lagi berbenah
pada langkah lengah kerap
kulafalkan lamat-lamat
tarikan ikhlas tersendat
begitu dalam pada hempasan
berat, semoga tanpa sia-sia

melanjutkan pinta yang tertunda
lewat kedipan sekejap
pintu yang semakin rapat
tak juga kutangkap
aku penat

kampungmanis, 14 Juli 2020

2 Komentar

Kita Hanyalah Tumpukan Masa Silam

kerap kutemukan lambaian membasah
berisik pada cerita yang kembali
dituturkan bergantian, saling berkelindan
padang yang sama-sama ditinggalkan
semestinya jamur juga ilalang
bertumbuhan melebatkan

tidak sedikit
langkah yang berubah
semestinya juga kita ceritakan
pada senyuman malu-malu
bocah salah tingkah
berlarian meminta berkah
tengadah tangan
pada simbah

aku
bersama juga dengan kalian
menerima pagi bergegas
kaki-kaki telanjang
menuju madrasah
yang kini makin megah
termasuk bingkisan perbaikan
yang kita bicarakan waktu lebaran

kampungmanis, 13 juli 2020

Tinggalkan komentar

Suatu Waktu

Suatu waktu
ada yang memburu
di dalam kalbu
terengah-engah
berlarian kian kemari
degup tak tentu. pun,
oleh entah yang dituju
usia belum sepenuhnya
memahami yang terjadi
sesekali maunya menepi
merehatkan hati

mimpi-mimpi mengawang
dentum-dentum merejam
berkelana tak karuan
ujung kurang terjangkau
sejauh gejolak bergolak
mengharap sambutan
sang pemilik senyum
seulas mempesona
menyisakan
genggaman misteri

kampungmanis, 11 Juli 2020

1 Komentar

Untaian Irama Angin yang Berbisik

Pohon pinus yang menyembunyikan sunyi kerap memantulkan strobilus dalam untaian irama angin yang berbisik, memanggil-manggil merindukan jiwa yang lelah berharap pada langkah tanjakan. Menemukan percakapan pelan di depan perapian unggun yang dinyalakan para pekemah –meninggalkan remah-remah sisa kunyahan yang terlepas tanpa disadarinya menuntun sekumpulan semut mendengus aroma lezat yang dapat dijadikan bahan cadangan saat pacelik datang. Cukup diangkut ke dalam sarang secara pelan-pelan, nyaris tanpa gangguan. Melupakan sisa pembakaran, terlepas ke udara dihisap segenap pemilik kehidupan, juga abu berserak menyatu dengan rerumputan. Terselip pada setiap celah sempit tanpa suara jerit.

Kadang, ada saja terbit pertanyaan orang-orang, mungkin hanyalah potongan cerita yang ada saja menceritakan dalam pengulangan. Bukan semacam sejarah yang perlu diajarkan di bangku sekolah. Hanyalah seonggok perjalanan, potongan yang terpisah dari kisah yang dicoba sesekali merebahkan lelah. Melepaskan penat sejenak dari rutukan rutinitas, agar segar kembali dapat dihirup kuat-kuat, kebetulan saja pohon pinus menemukan peminatnya. Pada usia renta jadi kenangan yang membanggakan. Kisah pengelanaan yang bisa diceritakan tak hirau pada bab pengulangan.

Menuju desember yang basah, di antara pinus-pinus yang retak, melepaskan strobilus ke tanah. Ada saja langkah menelusup menyibak gerimis. Berbalut baju tebal dengan berat menghalau dingin. Sepertinya sedang merajut simpul-simpul cerita yang bisa dinyanyikan esok kemudian dalam tembang kenangan. Sedikit catatan-catatan coba diguratkan, di sela irama angin yang pelan berbisik.

Kampungmanis, 10 Juli 2020

Tinggalkan komentar

Biarkan Bagiannya

tak perlu ada yang dibuang
biarkan itu tetap dalam remang
di luar berjalan mengelilingi taman
sederhana saja pada yang disuka
nanti juga akan melewati senja
tertelan terbenam dalam kelam
secara sendirinya tanpa
kita upaya benamkan

potret yang kemaren
kita pesankan di pinggir jalan
pada paparazi menjajakan
karyanya di bawah rindang
sepuluhan ribu boleh dalam
penawaran atau cukup pajangan
keasyikan yang kadang lupa
tak ada yang mau membayarnya

langkah yang sesekali
menengok punggung
juga bercermin pada potret
usang mengenang
apa yang telah dilakukan
sekali lagi, tak perlu dibuang
biarkan bagiannya
yang akan menceritakan
memberikan kesan kesejarahan
bagi siapa saja yang kemudian
mengambilkan dalam ingatan

kampungmanis, 10 juli 2020

5 Komentar

Musim Kering Mulai Mengerling

aku dan senja bercengkerama
di beranda mempertukarkan
canda tawa pada rumpun bambu
yang semakin menua
jati kian meninggi
daun-daun menguning
kabarnya musim kering
mulai mengerling
menggiring angin dingin

boyolali, 8 Juli 2020

Tinggalkan komentar

Nalar Tak Juga Kutemukan

akhirnya kata-kata itu muntah juga
di tengah ketidakseimbangan
tampilan orkestrasi yang bertubi
saat dunia merasa terhimpitkan
disiram kenyataan
angka-angka kematian
bertambah saban hari
pandemi yang tak kunjung
sampai pada ujung

entah berita apa kemudian
aku semakin tidak paham
simpang siur saja berkelebatan
nalar tak juga kutemukan
rangkaian
yang membenarkan

boyolali, 8 Juli 2020

6 Komentar

Kata-kata Muntah

beberapa kali
kulihat di televisi
kata-kata muntah
berulangkali
gegara pandemi
tak mau menepi
apalagi pergi
meninggalkan negeri

Tinggalkan komentar

Daun Gugur

daun gugur itu

mengabarkan kisah-kisah

tanah yang pecah

dibelah

perbukitan meradang

kehilangan rerantingan

dipanggang berulang

ilalang kehausan

Kampungmanis, 4 Juli 2020

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Take It Upon Yourself

Wholly Vibrant Living: Mind, Body, Spirit, and Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Blog Site of Gabriele R.

Post, news, diary... All the world around me, ALL THE WORDS AROUND YOU

Katherine's Blog

In Kate's World

Trial By Fire

Poetry, Creative Writing, Quotes, Analogies ©BBYCGN

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)