Tinggalkan komentar

Senandung Mengingat Kelupaan

anak-anak itu tetap tegar
dalam senandung mengingat kelupaan
ribuan arus tak mampu menghapus
jejak-jejak yang pernah dipijakkan
meski permukaan telah diratakan
para pendendang yang membenamkan
dengan puji puja menggiurkan
demi meratakan bentangan jalan
berharap tak ada bayangan lubang
yang tak dapat dimampatkan
dengan kata-kata penuh pujian
narasi yang selalu dinyanyikan
ah, betapa tegar itu anak-anak
bersenandung mengingat kelupaan

kampungmanis, 29 juli 2021   
1 Komentar

Entah Siapa Itu

entah siapa itu menanyakan kata-kata
campur aduk dalam adonan mantra
di beranda pertemanan berseliweran
hujatan, makian, guyonan tak lagi jelas
siapa yang bercanda siapa yang tertawa
sama-sama menciptakan kebingungan
di beranda yang begitu luasnya
siapa pula bisa membantahnya 
juga siapa mempertanyakan apa
mungkin hanya lamunan atau igauan
orang-orang kurang kerjaan
bertengkar tak ada habisnya

kampungmanis, 28 juli 2021
1 Komentar

Buku Mungil

Tinggalkan komentar

Tak Ada Bekas Peluru

tak ada bekas peluru tak ada tembakan meriam
masih saja dentuman mematikan kabar duka berkepanjangan
kolom pesan bersahutan mengabarkan
dari pos jaga saling menautkan pertanyaan
apa kabar Jakarta bagaimana singapura
kita belum sempat singgah ke mekkah
setelah penutupan tak ada lagi visa
wuhan katanya mengawali semua kisah
seperti peluru lebih ganas dari mesiu
merambat menjalar ke segala penjuru
merobek pertahanan keraguan melangkah
apalagi berkilah kita tanah basah
juga panas yang melimpah
tak ada bekas peluru tak ada tembakan Meriam
kedukan begitu Panjang kapan melenggang
tak lagi menjamah tanah kita yang basah 

kampungmanis, 26 juli 2021 

Tinggalkan komentar

Menunggu Kedatangannya

Tinggalkan komentar

Sapaan Teredam

hanya kemudian 
sapaan teredam tenggelam 
sebelum sempat diterbitkan 
bersama sungging senyuman 
senyuman yang sendirian terhalang 
kelu tak ketahuan kenapa jadi demikian 
bulan tenggelam di tengah malam 
hilang oleh benderang lampu bolam 
banyak dipancarkan di tengah lapang

hanya kemudian
keterasingan menenggelamkan
segala canda tawa yang kita biarkan
kita tinggalkan saja di belakang
dengan angan yang tak karuan
masing-masing dengan pilihan
jalan berbeda yang kita tentukan
juga tak lama kemudian
kota telah kutinggalkan

kampungmanis, 24juli 2021 

Tinggalkan komentar

Menelan Ketakberdayaan

aku tak tahu lelucon atau gumaman 
atau igauan atau candaan 
atau kenyataan memeras perasaan 
bergantian mempermainkan permukaan 
dari perasan kekecewaan yang kemudian 
tetap saja menetaskan kekecewaan juga 
yang katanya pembelaan yang telah lewat 
cukup ditunaikan dengan obralan 
kata-kata di awal penentuan sebelum dijatuhkan 
pilihan meski dengan sedikit lambaian 
amplop diselipkan dipinggang 

kekecewaan berulang anehnya tak juga 
memberikan kesadaran bagaimana 
menampik lambaian yang dimaniskan 
penuh polesan para pengobral keinginan 
agar segera menggenggam keinginan 
menentukan mau dikemanakan 
kita semua arah pada tujuan secara 
berulang diperebutkan banyak imbuhan 
menekuk di tikungan menenggelamkan 
lawan meski agak mengabaikan kejujuran 
yang telah lama disampirkan lupa di jalan 
mana diletakkan hingga pembiaran yang 
lama-lama juga dibiarkan menjadi kenyataan 
yang seharusnya ditelan 

menelan ketakberdayaan pada kenyataan
memerihkan sebagian kesadaran

kampungmanis, 23 juli 2021
2 Komentar

Sekelumit Harapan

pada sepiring ingatan yang
kau hidangkan sekelumit harapan
lewat celoteh tak karuan
saat tak sengaja pada pertemuan

ada penghangat pembicaraan
atau  entah mungkin igauan
tagihan yang kupaksakan
meminta lunas pembayaran

atas harapan yang kau berikan
padahal, mungkin saja
begitu saja kau bilang
aku tak pernah mengucapkan

lagi-lagi mungkin igauan
karena aku bangun kesiangan
lupa membedakan mimpi dengan 
impian yang direncanakan

juga dijejalkan lewat
janji manismu yang dilupakan
lupa pernah dikatakan
lupa butuh pembuktian

kampungmanis, 22 juli 2021
2 Komentar

Kurasakan Degup

kurasakan degup itu setiap kubaca ulang
seseorang melarung ketakberdayaan
lecut keberanian tak bosan digelorakan
tinggalkan mitos keterpurukan
tidak mudah, sangatlah tidak mudah
tanah berulangkali dikangkangi serakah
tak terhitung darah yang tumpah
catatan-catatan tak sedikit diubah
demi kelanggengan yang serakah
dibalik topeng-topeng gagah
keropos yang disembunyikan
mitos-mitos dikabarkan kebenaran
tentu, tentu saja tak agar tak ada
langkah-langkah mempertanyakan
apalagi sampai meledak perlawanan 
kebenaran sejarah selalu menemukan
bagaimana sesempit langkah
para pendamba tak kehilangan celah

kampungmanis, 20 juli 2021
2 Komentar

Idul Adha

Sholat Idul Adha di masa pandemi terasa begitu sepi, berbeda dengan tahun lalu meski sama-sama pandemi. Tidak terdengar ada lantunan takbir sebagaimana biasanya Id

Mohon maaf untuk puisi libur dulu

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

The Wholly Integrated Self

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Awareness and insight into Relationships, Narcissistic Abuse, Everyday Heroes, God’s Great Love, Survival and Recovery, Mental Health and behavior, and various subject matters via analogies, poetry, memes, messages, quotes, music and creative writing - Copyright ©BBYCGN - All Rights Reserved

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)