2 Komentar

Sindrom Restoran Cina?

Ini ada tiga data yang menyatakan bagaimana pengaruhnya MSG pada manusia. Data ini saya bersumber dari guru besar ilmu gizi di IPB.

Robert Ho Man Kwok (1969)
Disain: Dugaan pribadi
Jumlah subjek: 1 org (diri sendiri)
Cara Pemberian MSG: Dengan Makanan
Kesimpulan: MSG mungkin salah satu penyebab sindrom

Tarrasof & Kelly (1993)
Disain: Randomized DBCT
Jumlah subjek: 71 org sehat
Cara pemberian MSG: MSG Tanpa Makanan
Kesimpulan: MSG tdk menimbulkan reaksi pada sebagian besar org tapi dialami sebagain kecil orang dan tidak konsisten

Geha et all (2000)
Disain: Multi-centers Randomized DBCT
Jumlah subjek: 130 orang yang merasa sensitif terhadap MSG
Cara pemberian MSG: MSG Tanpa Makanan dan Dengan Makanan
Kesimpulan: 1) MSG tidak menimbulkan reaksi bila diberikan melalui makanan. 2) MSG tanpa makanan pada orang yang sensitif dapat menimbulkan reaksi yang tidak konsisten dan cepat hilang.

Nah, sekarang silakan disimpulkan sendiri terkait sindrom restoran cina itu.

Tinggalkan komentar

kukira

Kukira semakin mahal harganya semakin besar nilai zoom nya.
Kukira semakin besar peralatannya semakin besar zoom nya,
Dan aku sendiri awalnya tak tahu zoom yang dimaksud apa

Baru kemudian kutemukan di google ada optical zoom dan ada digital zoom
Zoom optical yang lebih riil ternyata
Maka
Aku tak jadi pilih karena harga
Juga tak pilih karena besarnya peralatan,
Tapi zoom optical yang kumau

2 Komentar

Kangen Sobat Lama

Kangen rasanya bercengkerama kembali dengan teman-teman bloger di masa awal ngeblog. Tidak begitu mempedulikan perbedaan usia, yang penting tetap ceria.

Meski lebih dari lima tahun rasanya belum ada satupun yang kopi darat denganku. Meski demikian, rasanya semuanya adalah saudara. Biasa bercengkerama, meski hanya lewat dunia maya. Jarak yang terentang tidaklah jadi halangan, meski beda pulau bahkan beda negara. Eh, malah ada yang beda benua.

Rindu akan candaan-candaan Pak De Cholik, Pak Mars, cerita-cerita Pak Sawali, banyolan Pak Wandi. Om Iyan. Ah sangat banyak ternyata yang telah lama tak saling berkunjung.

Terima kasih pada Bundo LJ, Bunda Lili, Bu Edratna yang telah banyak berbagai ilmu dan keceriaan.

Kenangan bersama mereka sebagian masih ada padaku. Bu Edratna terima kasih tetraloginya. Pak De dengan kaos dorengnya, alhamdulillah sampai sekarang masih bisa dipakai. Bundo, makasih buku filosofisnya, ternyata tidak bisa membaca cepat untuk buku yang satu ini.

Tak lupa pula Kyaine, terimakasih Opera Van Gontor-nya yang dititipkan lewat santri.

Dan semuanya yang tak sanggup kuse but satu persatu, karena begitu banyaknya. Kalau pun tidak semua, semoga sebagian masih bisa saling anjangsana.

2 Komentar

Ada yang bisa menjelaskan

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa MSG itu berbahaya, di antaranya mengatakan menyebabkan pusing-pusing (sindrom restoran cina), menyebabkan bodoh, menyebabkan kanker dan tentunya masih banyak lagi.

Adakah yang bisa menjelaskan secara ilmiah, sindrom restoran cina dan data berapa banyak penderitanya. Komponen apa saja yang ada dalam makanan selain MSG? Kenapa hanya MSG yang diduga sebagai penyebabnya?

Yang katanya menyebabkan bodoh mohon perbandingan data dengan negara lain, apakah ada korelasinya?

Jika kita alergi makan udang, apakah udangnya dianggap sebagai penyebabnya, ataukah seperti apa sebaiknya?

Mohon jika ada yang bisa menjelaskan, mohon meninggalkan komen ya.

 

 

 

Tinggalkan komentar

Tak Jadi Meminta

malu aku pada pohon mangga
tuk meminta angin menggiring awan
biarlah pintalannya membesar di angkasa
entah kapan kan bercanda dengan tanah
meski tak jarang menggelayut ingin tumpah

debu-debu menebal di jalanan
bukan pertanda kehabisan air tanah
apalagi padi masih hijau di sawah
gagah mencengkeram tanah

tuk apalagi meski kupinta
angin membujuk awan
bila bunga mangga sedang indah
memberikan bukti baktinya
gembira menerima titah
memproses pembentukan buah

2 Komentar

Kali Kesekian

kali kesekian aku jadi juara
pertandingan yang tak pernah kudaftarkan
pemenangnya dapat mobil mewah katanya
sudahlah untukmu saja

Tinggalkan komentar

Jika Teori Itu Benar

Pertama kali yang muncul dalam benak ini adalah keraguan ketika menghadapi teori yang satu ini. Ditambah lagi persepsi yang banyak dibicarakan adalah adanya keterkaitan garis keturunan antara manusia dengan kera. Pastilah ego kita sebagai manusia tidak akan mau menerimanya begitu saja. Terlepas teori itu benar atau tidak, ataukah bahkan teori itu benar-benar membicarakan hal yang demikian ataupun bukan Continue Reading »