4 Komentar

PESTA NEKTAR

kubisikkkan tentang kupu yang melayang
di taman bunga penuh kesegaran
berpesta nektar aneka rasa
hinggap terbang hinggap terbang
tanpa bergumul persaingan
beginikah rasa bahagia datang

Iklan
2 Komentar

RUANG SEPI

ketika angin pagi tak meninggalkan gema
setiap kita kembali berkelana
mengejar setumpuk berkas rutinitas
dibawa laju kereta sampai di ujung senja

senja dikampungmanis, 05072019

3 Komentar

KALAU HANYA MIMPI

idola yang membahana
menyedot segenap cita rasa
di antara biru putihnya angkasa
apakah sekedar fatamorgana

kalau hanya mimpi tak bertepi
tak pula harus menunggu pagi
sebagaimana ingin yang tetap ilusi

lapangan dijejali orasi
memupuk gunungan emosi
kaki kaki merapat berbisik
mempertahankan mimpi tak pasti

haruskah seperti itu
tetap lelap mendekap
lupa di luar itu realita

kpmanis, 02072019

4 Komentar

TERSESAT KU DISINI

Ini jalan benarkah untuk pulang
Sedang akhir belum kutemukan
kiri kanan beton ditanamkan
menghilangkan persimpangan

inikah atas nama kemajuan
harus merogok kocek makin dalam
mencari jalan menuju pulang
benarkah dengan imbalan kecepatan

kpmanis, 29/06/19

4 Komentar

PULANG

hampir malam di sudut sunyi
mengepak beribu kenangan dalam diam
enggan beranjak menelusuri kesendirian

pertanyaan yang selalu berulang
kapan engkau akan pulang
cukup sejenak merajut kenangan
tak harus melupakan perantauan

ibu….
anakmu mengemasi rindu
mengepaknya dalam kardus rantau
untuk bekal menemuimu ibu

kp manis 17.06.19

4 Komentar

merayakan ingatan

hanyalah seuntai senja
menelusup di remang bahu jalan
menikmati sejumput kurma
merayakan berbuka di jalan raya

senja itu
teringat pada jalan pulang
ayah yang tak lagi kutemukan
bertahun silam ku di perantauan
bukan karena tak sayang

seuntai senja yang kukenang
sekejap dituntun ayah
ziarah ke bawah kamboja
yang doyong sebagai tanda
paman yang duluan

di bahu jalan tol
menuju kampung halaman
rehat oleh magrib berkumandang
menikmati sejumput kurma
merayakan berbuka
mengingat ayah dalam kenangan
hanya doa bisa kulantunkan

kampungmanis, 14/06/19

8 Komentar

POS RONDA

di remang malam kukabarkan pada redup bintang
lewat tiang listrik yang ditalukan para peronda
penanda waktu yang tak kenal kata tunda
lantunkan permohonan ketentraman

di bawah redupnya cahaya bulan
main petak umpet tinggal kenangan
permainan seperempat abad silam
belum kenal data paketan

redup cahaya bulan pun hilang
tertelan gemerlap kota berkilauan
sepanjang waktu berpendaran
mal, supermarket, orang menyebutkan

di pos ronda perantauan
kukabarkan semuanya
makin sepinya pos penjagaan
makin ramainya permainan
bermodal data paketan

kampungmanis, 13/6/19