fiksi

Musim Dingin

di kampung halaman sendiri menikung dingin dinding sepi pada langkah menuju masjid menanjak di antara lumut mengerak sebelum sampai perempatan di bawah lindungan akar bambu di malam yang basah cemerlang tanda akar sebagai obor merayap pulang selagi lupa menyalakan blarak yang tersandar diam di atas emperan, saat kemarau menyisakan kebekuan dingin kemrosak desau di pucuk […]

Suram pada Hujan

suram pada hujan ujung tak segera ditemukan dimana-mana basah menggenang menggelandang sembarang tak sedikit yang tumbang di tengah jalan menghalang angin meningkahi hujan kian melebat dalam keremangan kampungmanis, 16 April 2021

Kalau Aku Jadi Pulang

runtuhan dahan mengabarkan pergantian di ujung senja gerimis datang yang sebentar lagi hilang ditelan musim bergantian kapan-kapan kita percakapkan kalau aku jadi pulang kampungmanis, 15 April 2021

Receh

uang receh yang dikumpulkan dari uluran tangan-tangan di sepanjang lajur selatan, bus melaju tak pernah kencang, maklumlah barangkali ada satu dua penumpang didapatkan sesekali saja ya hanya sesekali penuh muatan, senyum mengembang sopir di depan alamat ada tambahan yang bisa dibagikan tentu bersama kru seperjalanan uang receh yang didapatkan adalah lantunan merdu yang disuguhkan sebelum […]

Tak dalam Jangkauan

Diriak kolam Dibalik pohon Terengah awan Entah siapa berkelakar Menukar tawa pada gelisah Siapa sebenarnya memainkan Peran keganjilan pada kematian Terburai cerai berai kawanan Tak jelas juntrungan pertalian Pengakuan sepihak setelah kematian Entah wasiat siapa tertuliskan Tiba-tiba saja ada sedemikian Dipaparkan segamblang penjelasan Memburamkan semakin tak Dalam jangkauan Kampungmanis, 12 April 2021

Semakin ke Utara

matahari semakin ke utara meninggalkan deras di belakang menjauhi Australia, juga januari bunga mangga bermekaran menyambut dingin menusuk tulang mungkin sampai bediding di tengah agustusan debu-debu mengepul sebagian besar di ladang kampungmanis, 9 April 2021

Tanpa Taburan Kata-kata

kau tahu aku lelaki perindu sunyi tak peduli taburan kata-kata ruang demi ruang serasa lengang keramaian biarkan melenggang biasa tanpa perkenalan kampungmanis, 8 april 2021

Polinator

Pada reranting berkelopak ringan mencecap hangat hinggap bergantian mengepakkan sayap pada permukaan tetap dalam ketenangan menyesap butiran lengket nempel di sepanjang gerak mempertukarkan serbuk dalam berpindah mahkota kampungmanis, 6 April 2021

Tak Ada Jangkauan

berantakan salah merencanakan rencana yang salah terburai cerai berani keberanian kepalsuan kesungguhan tergadai pada janji-janji biusan entah siapa operator jalanan, melenggang tak ada jangkauan sedang kematian terus dalam ratapan kutukan selalu nendang pelaku tak budiman belas kasihan hilang kampungmanis, 4 April 2021

Kepatuhan

bukit-bukit berbaris dalam sapuan kabut senja begitu saja melenggang secepatnya menelan benderang makna apa menggigil kemudian mencari perapian menghangatkan setiap lekuk perasaan tergenggam erat pada tujuan keinginan kening mengering dalam linangan hamparan sajadah tergelar pada pagelaran semestinya sebuah kepatuhan ketundukan kampungmanis, 3 April 2021

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

il Blog

il Blog

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

The Wholly Integrated Self

Spirit, Mind, Body, & Soul

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

Katherine's Blog

In Kate's World

Raw Writings

Awareness, Insight, Creativity, Writing, Behavior, Identity, Power, Mental Health, Recovery, Message, Relationships, Monsters, Survival, Christianity, Copyright ©BBYCGN - Yancosky - (All Rights Reserved) Updating all posts and memes, while adding new content!

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)