14 Komentar

Balada Seorang Lengger

Ini sesuatu yang luar biasa. Sembilan belas orang yang belum tentu pernah saling bertemu bersepakat untuk menyumbangkan masing-masing satu karya untuk antologi yang juga sangat istimewa. Betapa tidak, tema yang diusung tak tanggung-tanggung. Kalau saya dulu ikut di Antologi Kata Orang Aku Mirip Yusuf, perekatnya hanyalah daerah asal penulis yang dari jawa, namun kali ini lebih sempit lagi. Tetap lokasi jawa tapi dipersempit lokalitasnya menjadi banyumasan. Daerah yang dikenal dengan logat ngapaknya.

Para penulis yang sembilan belas ini juga unik selain sebagian belum pernah bertemu, ternyata sebagian besar satu almamater dari Fakultas Biologi Unsoed dari berbagai angkatan bahkan salah satunya adalah dosen fakultas tersebut. Jadi perekatnya bernama PENAMAS (Penulis Muda Banyumas). Meski ada juga yang bukan alumni Unsoed.

Keunikannya lagi, antologi ini benar-benar menyuguhkan lokalitas tidak hanya para penulisnya yang pernah menikmati asam garam banyumasan, tetapi alur cerita yang di bangun semua berbalut kisah-kisah Banyumas, baik Banyumas sebagai wilayah kabupaten, maupun Banyumas dalam artian luas.

Di bagian cover belakang yang sejatinya merupakan cuplikan pendapat pemberi kata pengantar (Ahmad Tohari) mengguratkan demikian:

Definisi yang paling sederhana mengatakan cerpen yang baik adalah cerpen yang berhasil menanamkan kesan mendalam bagi mendalam bagi pembacanya. Bila demikian, maka ke 19 cerpen dalam antologi ini,yaitu 1. Benteng Pendem (Agus Pribadi); 2. Makam tanpa Nama (Nenny Makmun); 3. Pongkor-pongkor Tua (HA Wahyudi); 4. Rawuhan (Setijanto Salim); 5. Batu Bisu (Sunarno Sahlan); 6. Jelmaan Dewi Supraba (Meshy Damayanti); 7. Sepeda Untuk Bapak (Unggul Tri Aji); 8. Darah Keadilan (MN Kelana); 9. Balada Seorang Lengger (S Gilangtresna); 10. Kesetiaan Bulan (Bunda Seno); 11. Tawur Banyu (Lentera Fajar); 12. Bukan Sketsa Biasa (Sutantinah); 13. Kerling Sang Penari Lengger (Alfarie El Ars); 14. Kerinduanku Terkoyak (Singgih Swasono); 15. Kubunuh Kau dengan Keperawananku (Arsyad Riyadi); 16. Cinta di Antara dua huruf “O” (Siwi Mars Wijayanti); 17. Ketoprak Tobong (Agustav Triono); 18. Katresnan Sakjroning Segara (Indah Prihati); dan 19. Banyu(E)mas (Mastiyok Pamungkas). Semuanya dengan kekuatan dan ciri masing-masing, mengesankan. Tentu dengan kesan yang ada bertingkat-tingkat.

Apakah dari 19 orang itu ada yang anda kenal?

14 comments on “Balada Seorang Lengger

  1. Penulis Batu Bisu itu, adalah penulis yg aku kagumi sekaligus hormati🙂

    bagaimana caranya agar aku bisa membeli dan mendapatkan antologi cerpen ini Mas?
    salam

    salam
    ————=============————-
    saya hanya pesan untuk koleksi pribadi saja Bunda, teman-teman di Banyumas yang mengurusnya

  2. yang nama Sunarno itu….anda ya Mas….!
    sukses slalu ya !
    ———–===========——–
    terima kasih atas apresiasinya

  3. kayanya mantep bgt ni novel.
    ——=======———-
    sepertinya

  4. Wah… Kerenn..
    ini antologi yang kedua ya, Pak?
    Didedikasikan buat Banyumas ya…
    ——-=====———-
    ini yang ketiga, pertama cerpen jawa tengah, kedua puisi sendiri, ketiga cerpen banyumasan

  5. untuk kenal karya bisa di temukan di mbah google tidak, pak? he he paling tidak sinopsisnya maklum kota kecil tidak ada toko gramedia sehingga sulit mendapatkan. untuk pembelajaran siswaku agar senang sastra.
    ——–===========———
    klau karya-karya lama banyak, bahkan banyak yang diupload lengkap dengan isinya

  6. harus cari di toko buku nih…..
    ———=========————-
    monggo

  7. Belum satupun yang saya kenal Mas, maaf saya yang kurang pengalaman tentang mereka itu,.. Semangat yang luar biasa dari mereka..
    ———-=======————–
    mari semangat

  8. sayang aku belum kenal semuanya
    ———–==========————-
    setidaknya bisa kenalan lewat postingan kali ini

  9. yang saya kenal cuma satu pak dari 19 nama diatas, yaitu author dari blog ini.. hehe😀

    kalo bapak mau promosi ke dhe, dhe siap kok menerima buku itu.. (eh)
    ——–========————
    sayangnya saya tak turut mendistribusikannya

  10. ada satu yang saya kenal!!

    *mau dong pak buku dan tanda tangannya 😀
    ———–========———–
    sayangnya saya tidak ikut mendistribusikan bahkan waktu launching saya tidak bisa ikut

  11. Sudah lama saya ga baca novel , abis biasanya novel panjang panjang … paling tidak baca postingan tentang novel juga sudah bagus . Penyatuan para antalog ( bener ga orang yang membuat antalogi antalog) bisa menghasilkan karya besar yang bagus.

    Aku teringat dulu ketika masih dijalanan , kawan-kawan sering membacakan antalogi di Bis-bis mereka SANGAT MEMIKAT MEMbawakan antaloginya. mereka itu kawan-kawan jaringan kesenian kerakyatan(jaker) hmmm apakah masih ada mereka. Wah kalo mereka ngeblog keknya tambah seru dah jagad perblogan indonesia
    ———–==========——–
    ramai banget perblogan kalau para penyair itu ngeblog juga

  12. jadi pengen baca novelnya…..
    ——-======——
    silahkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: