24 Komentar

Oleh Sepotong Koran

Entah tahun berapa tak lagi kutemukan dalam memoriku. Darimana pula kudapatkan juga tak ada ingatan yang bisa dilacak. Hanya saja selembar pun tak utuh telah membuatku bermimpi jauh mengawang. Bahkan namanyapun tak ingat persis apakah yang terbit pagi ataukah siang, yang jelas asalnya dari Semarang.

Kuulang dan ulang lagi membacanya. Ada orang kampung, kuliahpun tak selesai. Nama Kampung itu Tinggarjaya. Belum pernah kudengar orang sekampungku menyebutnya. Namun entah hati ini tergetar, pelan-pelan menyelinap mengimpikan ingin seperti orang dari kampung Tinggarjaya itu. Seorang pemuda yang out of the box istilah jaman sekarang. Bahkan sangat berani menampilkan diri dipublik dengan model yang sama sekali beda.

Tahukah sobat, siapakah pemuda itu namanya?

Untuk saat ini mungkin sudah sangat banyak yang mengenalnya. Namun saat itu jangan diriku, guru Bahasa Indonesia ku pun jika kutanya kemungkinan besar tidak bisa menjawabnya. Siapakah Ahmad Tohari itu. Ya dialah pemuda yang disebut-sebut dalam sobekan Koran itu. Masih menurut Koran tersebut, Ahmad Tohari telah menggegerkan dunia tulis menulis dengan keberaniannya meluncurkan Ronggeng Dukuh Paruk.

Semakin bergetar hati ini. Apalagi mengingat pernah kudapati pelajaran sastra di sekolah, tokoh-tokoh yang banyak menyelusup ke dalam hatiku. Masing-masing berbisik lembut, membuai menajamkan mimpi. Jadilah seperti diriku, sang pengembara kata, sang pengelana huruf.

Ah, aku suka mantra-mantranya Sutardji. Jatuh cinta pada dobrakan tradisi ala Chairil. Terpesona pada diksi mantap mendayu-dayu milik Amir Hamzah. Tak bisa berkata apa-apa mendengar Bimbo mendendangkan syahdunya syair buah karya Taufiq Ismail.

Sobat. Aku harus sadar diri. Bangun dari mimpi. Apalah mungkin diri ini yang anak kampong, bergulat dengan lumpur, mencari rumput bisa mengawang seperti mereka. Berkelana dengan kata-kata.

Bukankah Ronggeng Dukuh Paruk itu juga dari kampung?

Okelah kalau begitu. Tetapi bagaimana aku harus meraih mimpi-mimpi itu. Angka-angka eksakku lebih melesat dibanding yang lain. Bahkan yang mengerikan lagi, pelajaran seni, kalau praktek selalu tak pernah selesai. Guruku paling sebel jika saya praktek menyanyi. Malah ngomel-ngomel nggak karuan. Ah, payah sudah tahu nggak bisa dipaksa juga, diomeli lagi.

Trus bagaimana mimpi-mimpi ini.

Yakinlah, jika mau berusaha pasti ada jalan.

Dengan diam-diam tetap kupupuk mimpi itu. Tak berani kunyatakan pada siapapun. Dari pada jadi bahan tertawaan.

Betul kan jalan itu ada. Tahun 93 aku diterima di PTN, se kabupaten dengan kampung Tinggarjaya. Tinggal selangkah lagi untuk meraih mimpi. Bisa menimba ilmu langsung pada ahlinya. Bisa bertanya bagaimana bermain dengan kata-kata.

Eitt, nanti dulu. Ini kuliah tidak main-main. Biologi bukan kuliah yang bisa dibagi dengan hobi sambilan. Tuh buktinya, akhir semester malah menderet rantai karbon. Semakin senut-senut bukan. Ngapain mikir bercanda dengan kata-kata. Untuk apa memupuk mimpi seperti Sutarji. Memangnya mantra bisa bikin kaya.

Ah, pusing aku. Biarlah. Wahai mimpi pergilah sana. Jangan ganggu aku. Biarkan kuselesaikan dulu urusan hidupku ini. Berkutat dengan ilmu-ilmu tentang makhluk hidup sudah cukup kliyengan. Tak usahlah menambah beban. Biarkan takdir yang akan menentukan.

Tahun 2000, usai sudah kliyengannya dengan mendapat predikat sarjana. Langkah mantap menatap masa depan. Tapi sebentar, aku mau jalan-jalan ke mal, liat-liat sajalah.

Apa yang kutemukan sobat di sana?

Mimpiku nyantol disana. Lelaki Tinggarjaya itu menyelinap kembali. Chairil Anwar tersenyum dengan rokoknya yang mengepul. Sutarji melambai senyum dengan tuak dan mantranya. Ohoooi, indahnya dunia kata-kata. Aku jatuh cinta kembali (silahkah dilacak kembali Aku Memang Cinta).

Baiklah, saatnya kubuktikan bahwa ini bukan lagi mimpi. Ini sungguh nyata. Kugoreskan kata-kata pada beberapa lembar kertas dan segera kukirimkan ke media massa. Aha, mantap sekali bung. Tak sampai sepekan, tepat di hari minggu kulongok Koran, ada namaku di sana. Senyumku saat itu sulit kulukiskan dengan kata-kata. Mimpi puluhan tahun kini telah di depan mata.

Mimpiku makin jelas mewujud. Pelan-pelan kutekuni dunia kata. Menyelam makin dalam. Menghirup aroma segarnya.

Ada kabar orang Jakarta membuat kelompok pecinta kata-kata. Maka segeralah aku bergabung bersamanya. Ada kesempatan mengundang HTR ke tempatku. Tak lama kemudian kenal dengan orang pensiunan pertamina, ternyata sahabat dekatnya Taufiq Ismail. Atas jasa beliaulah aku dipertemukan dengan Taufiq Ismail. Aku diminta membuat acara di rumahnya dengan mengundang 200 orang. Beliau yang membiayai sepenuhnya kedatangan Taufiq Ismail.

Kuagendakan sungkem langsung ke desa Tinggarjaya. Aku disambut gembira, seperti anak yang sangat lama tidak pulang. Kami ngobrol banyak tentang dunia kata-kata.

Dunia kata-kata ternyata bukan sekedar mimpi, tapi bisa kuraih meski baru awalnya. Setidaknya beberapa media massa sempat kucicipi. Telah kulahirkan tiga kesayangan: Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf, Doa dan Fatamorgana serta Balada Seorang Lengger. Meskipun hanya satu yang sepenuhnya milikku. Sedang yang pertama ada 15 orang sedang yang ketiga oleh 19 orang.

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Kolaborasi : Apa Impianmu?

giveaway-kolaborasi-banner-ii

Iklan

24 comments on “Oleh Sepotong Koran

  1. It’s going to be ending of mine day, but before finish I
    am reading this fantastic article to increase my know-how.

  2. mmmh… masih suka mikir2 klo baca tulisan bapak. masih rada gratul2 klo bahasanya susah, nyastra gituuu….
    sukses GA-nya yah.
    ————==============————-

      maaf kalau kata-katanya terlalu merepotkan untuk dipahami

  3. Pengalaman yang luar biasa ini, Pak.
    Saya sekali dengan dunia kata-kata.
    Sesekali juga hadir di selembar koran.
    Terutama jika hari Minggu πŸ™‚
    Alhamdulillaah rasanya ya, Pak.
    =========—-========

      lumayan sih, meskipun sekarang hanya terbatas di media bikinan sendiri, lumayanlah nambah uang jajan anak

  4. Hebat, salut dengan perjuangannya Pak, Pak Narno ternyata lulusan pendidikan Biologi, Guru Biologi yang juga Guru Sastra Indonesia ya? :mrgreen:
    —=============————

      ooo bukan, aku bukan lulusan pendidikan Biologi, tapi Fakultas Biologi juga bukan guru sastra

  5. hebat ya udah menelurkan buku πŸ™‚
    ———==============————

      terima kasih

  6. dulu pernah baca buku “to do before i die”
    perjuangkan impian sebelum mati, saat ini

    saya suka gaya tulisannya..
    ———-============——-

      gaya tulisan yang disini apa yang to do before i die

  7. Bermimpi untuk bisa menjebol dunia melalui bahasa itu memang susah-susah gampang.

    Terimakasih sudah ikutan giveaway kami ya Mas..
    Maap baru sempat mampir-mampir…

    Kami senang peserta bertambah dengan keikutsertaan Mas πŸ™‚
    —–==============————

      perjalanan yang sangat panjang hingga puluhan tahun lamanya, terima kasih atas penerimaannya dalam giveawaynya

  8. tulisan yang manis dan mendalam sekali. ah, saya ingin belajar banyak dari bapak, sambil membaca guratan-guratan kata bapak di blog ini. Alhamdulillah saya bisa terdampar disini.

    salam kenal dari saya, rainbowmaniswriting.blogspot.com
    —===——

      saya juga masih dalam taraf belajar kok, ayo belajar bersama-sama

  9. Tulisan Bapak selalu bikin iri. Beneran manis. Sementara saya masih berjibaku dengan pemikiran, “kapankah saya mulai menulis” 😦
    Semoga sukses ngontesnya ya …
    ——–============———-

      wah jadi malu nih, sampai bikin iri segala

  10. Wuaaah… tulisannya keren! :O

    Sukses ya, Pak. Keep writing!
    –==———-

      terima kasih

  11. ini artikel blog tapi pemilihan kata2 nya luar biasa sampe ber-rima
    semoga sukses πŸ™‚
    ————===============————-

      terima kasih atas apresiasinya

  12. dari postingannya juga terlihat nih bahwa yang nulis ini adalah seorang penulis:D karna postingannya terlihat berbeda dan kata-katanya agak puitis
    ayo sama-sama berjuang di mimpi kita masing-masing
    ———-=============———————–

      mari-mari

  13. wah pa.. luarbiasa tulisan’y.. saya sampai bergetar dibuatnya,,,
    apa rahasia’y pa???
    smoga saya bisa pinter nulis melebihi bapak… hehe,,, (peace!!))
    ———-==========————-

      kalau saya beritahukan nanti jadinya bukan rahasia lagi
      saya doakan semoga jauh lebih hebat tulisannya dibandingkan saya

  14. dan akhirnya mimpi itu terwujud dg dikeluarkan buku

    untk smua karyanya selamat ya pak.. πŸ™‚

    dan tak ada yang tidak mungkin itu semakin membuat saya percaya…

    keep writing keep dreaming ya pak *halaah stoy.com sayah πŸ˜€ maaf
    ———-==============————-

      sampai saat ini masih terkendala menata diri agar seimbang antara dunia fakta dengan dunia fiksi

  15. Perajut kata meraih mimpi, ndherek bingah Pak
    Dan pastinya akan selalu dan selalu berkarya
    Simbiosis puitisasi ilmu hayat senada dg Taufik Ismail yg dokter hewan. Salam
    ————-=====================————–

      terima kasih bu atas dukungan semangatnya

  16. mimpi dalam untaian katanya sepertinya sudah tergenggam kuat.
    ronggeng dukuh paruk, mengingatkan saya pada acara pinjam meminjam buku lebih dari 25 tahun yang lalu (tetap membekas sampai sekarang).
    sukses di GAnya ya.
    —————=================———————–

      semoga yang sudah tergenggam tak lepas lagi
      acara pinjam meminjam yang asyik tentunya, sehingga tetap membekas sampai kini, seperti lagunya Iwans Fals Buku Ini Aku Pinjam

  17. Semangat meraih mimpi
    Syukuri yang telah diraih
    dan semangat tuk melakukan banyak pencapaian
    sukses untuk GA nya ya πŸ™‚
    ————–================————–

      semangat selalu, bersyukur selalu

  18. Ronggeng Dukuh Paruk…
    hmmm, kaya pernah denger dahh.
    ————-===============————–

      tahun kemaren tayang di TV dengan judul sang penari

  19. alhamdulillah… satu mimpi tlah terwujud… merajut mimpi2 lain hingga mewujud… semoga sukses juga di GA ini ya Pak…
    ————===============—————-

      mimpi-mimpi yang semoga banyak mewujud nyata

  20. Waaah… semoga makin mantap menyelam di dunia kata Pak πŸ˜€
    Salam kenal dari cikarang
    ———-====================——–

      salam kenal kembali

  21. Behhh,.. manteepppp,…
    —————-===================————

      terima kasih

  22. keren mas….
    semoga makin sukses dengan tulisan-tulisannya mas πŸ˜€
    ————============————-

      amin. terima kasih atas dukungannya

  23. Salut mas sdh menelurkan buku, pasti dibutuhkan talenta khusus ya ?

    semoga sukses GA nya πŸ™‚
    ————-========================————–

      bagaimana ya soal talenta, pokoknya pingin nulis ya nulis sajabegitu yang kurasakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: